The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Utusan Raja



Satu bulan telah berlalu sesuai dengan yang di janjikan para rombongan dari kerajaan Light born kini tengah dalam perjalanan menuju kerajaan Tempest, hanya tinggal setengah hari lagi maka mereka akan sampai.


"Yang mulia rombongan dari kerajaan Light born akan segera sampai di kerajaan Tempest" kata jendral Baston.


"Baiklah jendral mintalah master Rhyno untuk datang dan juga minta master guild Blue Lightning untuk hadir" kata Dixgard.


"Baik yang mulia akan saya sampaikan pesan yang mulia" Jawab jendral Baston.


***


Saat ini di guild Blue Lightning seluruh pasukan tengah beristirahat karena Shin mengumumkan bahwa hari ini adalah hari libur jadi mereka bebas untuk melakukan apapun, ada yang memancing di danau, ada juga berlatih memanah dan juga melakukan kegiatan lainnya.


Beberapa saat kemudian datang seseorang menghampiri mereka, melihat dari armor yang ia kenakan mereka lansung tau bahwa itu adalah utusan kerajaan.


"Permisi bisa panggilkan guild master kalian, katakan jendral Baston ingin bertemu" kata Baston dengan ramah.


"Tunggulah sebentar jendral akan saya sampaikan" kata salah seorang prajurit, dia kemudian masuk kedalam aula guild, atau lebih tepatnya rumah yang di jadikan markas guild.


"Permisi jendral, ada utusan dari kerajaan ingin menemui yang mulia" kata prajurit tersebut.


"Baiklah aku akan menemuinya, dan kau boleh pergi" kata Ryuzen.


Ryuzen kemudian keluar dari rumah dan melihat kearah utusan kerajaan itu, dia tau bahwa itu adalah jendral kerajaan karena dulu dia pernah ingin menantang jendral itu, namun di hentikan oleh master Rhyno.


"Maaf jendral apa yang membawamu ke sini" kata Ryuzen.


"Jadi kau adalah guild masternya?" tanya Baston.


"Bukan jendral guild master saat ini tengah istirahat dia sedang kelelahan karena baru saja pulang" jawab Ryuzen.


"Baiklah kalau begitu, tolong sampaikan bahwa yang mulia ingin ia segera ke istana" kata Baston.


"Baiklah jendral tunggu sebentar akan aku panggilkan" balas Ryuzen kemudian dia masuk kembali kedalam rumah.


*


"Lily sebaiknya kau temui orang yang ada di luar saat ini" kata Shin.


"Memangnya siapa di luar" jawab Lily


"Sudahlah kau temui saja dia dan turuti keinginannya" kata Shin.


"Baiklah kalau begitu aku akan segera ke sana" ujar Lily sedikit kesal kemudian turun ke lantai bawah.


*


"Ada apa?" tanya Lily.


"Ada utusan dari kerajaan dan ingin menemui master guild, jadi kau saja yang mewakili Shin" jelas Ryuzen.


"Baiklah mari kita ke sana" jawab Lily, mereka berdua kemudian keluar rumah untuk menemui utusan kerajaan itu, Lily sedikit terkejut saat tau bahwa utusan kerajaan yang di maksud Ryuzen adalah seorang jendral.


"Maaf membuat anda menunggu jendral" kata Lily sopan.


"Ah...ya tidak apa-apa, begini yang mulia raja ingin mengajak anda ke kerajaan saat ini juga ada hal penting yang ingin beliau bahas" kata jendral.


"Baiklah jendral aku akan ikut bersama jendral" jawab Lily.


Setelah itu mereka berdua pergi menuju ke kerajaan dengan kuda, setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh mereka akhirnya sampai di depan gerbang istana, para penjaga gerbang mempersilahkan mereka berdua masuk karena melihat bahwa yang datang adalah jendral Baston.


"Salam hormat yang mulia" kata Lily dan Baston memberi hormat.


Jendral hanya mengangguk, lalu mempersilahkan Lily untuk duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan, di sana juga terlihat master Rhyno dan beberapa tamu penting lainnya.


"Dengarkan aku semuanya hari ini, raja dari kerajaan Light born akan datang melamar putriku, namun aku tidak berniat untuk menerima lamaran tersebut, jadi sudah pasti akan terjadi peperangan antara kerajaan ini dan kerajaan Light born" kata Dixgard.


"Untuk itu aku mengundang kalian semua juga para master guild untuk membela kerajaan ini" Lanjutnya.


Lily sedikit kaget dengan apa yang di sampaikan oleh raja, dia merasa bingung harus berbuat apa karena dia takut akan membuat keputusan yang salah dan Shin akan marah padanya.


"Tidak apa Lily jangan Khawatir aku akan mendukung semua keputusanmu" tiba-tiba terdengar suara Shin di pikirannya.


"Jangan kaget begitu, aku menggunakan panggilan batin untuk berkomunikasi denganmu, aku juga akan menjagamu dari sini, jika terjadi sesuatu yang gawat maka sebutlah nama Raiga dan Zuryu mereka akan datang membantumu" kata Shin.


Mendengar apa yang Shin katakan Lily menjadi senang wajahnya yang semula terlihat khawatir kini telah tenang tenang kembali seakan-akan semua bebannya telah hilang.


"Master guild Blue Lightning hanya dirimu yang belum setuju untuk membantu kerajaan ini" kata Dixgard dan semua mata tertuju pada Lily.


"Guild Blue Lightning siap membantumu yang mulia" jawab Lily tegas.


Semua mata yang melihat Lily menjadi kagum mereka tidak menyangka bahwa perempuan cantik yang duduk diam sedari tadi adalah seorang master guild.


Tiba-tiba ditengah-tengah pembicaraan mereka datang seorang prajurit menghadap dan mengagetkan mereka semua.


"Maaf yang mulia hamba menerobos masuk, tapi raja Lyon dan rombongannya telah sampai dan sekarang ada di depan gerbang istana" kata prajurit itu.