The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Pulang ke guild



Setelah mengalahkan Aldeous Shin juga memusnahkan semua pasukan iblis yang tersisa dan setelah itu Shin berniat untuk pulang terlebih dahulu.


"Cronos terimakasih karena kau telah menjaga inti api selama ini" kata Shin.


"Tidak perlu berterimakasih yang mulia, itu sudah menjadi tugas hamba" jawab Cronos.


"Baiklah untuk itu aku memberikan kebebasan padamu, kau bisa memilih untuk mengikutiku ke kerajaan atau tinggal di sini" kata Shin.


"Maafkan hamba yang mulia, mau bagaimanapun menjadi salah satu jendral yang mulia adalah hadiah terbesar untuk hamba, namun hamba hanya minta izin untuk menetap dan menjaga kerajaan kecil Cronos" jawab Cronos.


"Baiklah Cronos, jika itu yang kau inginkan hanya saja jika suatu saat nanti aku membutuhkanmu, aku harap kau akan membantuku" kata Shin sedikit sedih.


"Pasti yang mulia kapanpun yang mulia butuhkan hamba selalu siap" jawab Cronos.


"Baiklah kalau begitu kami pergi sekarang" kata Shin sambil naik keatas punggung Garda.


"Jaga dirimu teman" ujar Garda.


"Sampai jumpa lagi yang mulia" jawab Cronos.


Setelah itu Shin, Lily dan Garda melesat meninggalkan Gunung lava tempat tinggal Cronos, perjalanan pulang itu memakan waktu yang lama sama seperti saat pertama mereka datang ke gunung lava.


***


Di kerajaan Tempest, nampak sang raja sedang berbincang-bincang dengan jendral serta semua bawahannya, mereka nampak membicarakan hal yang penting karena beberapa waktu lalu seorang utusan dari kerajaan Light Born datang membawa pesan.


Pesan itu mengatakan bahwa dalam waktu satu bulan Raja kerajaan Light born yakni raja Lyon akan datang ke kerajaan Tempest untuk melamar anak raja Tempest.


"Perdana menteri, bagaimana menurutmu dengan situasi kita saat ini" tanya raja.


"Begini yang mulia, bukankah sebaiknya kita menerima niat baik dari Raja Lyon?, dengan begitu kita juga akan menjalin hubungan baik dengan mereka" jawab perdana menteri.


"Aku tau akan hal itu, hanya saja apakah putriku akan setuju dengan hal itu" kata raja dengan nada sedikit cemas.


"Aku tidak setuju ayah,.... aku tidak mau di nikahkan dengan pangeran bejat itu" ujar Celestina yang baru saja datang.


"Semua orang tau bahwa pangeran Alex adalah seorang yang bejat, dia hanya memperlakukan wanita seperti mainan, apa ayah mau aku menjadi mainan pangeran mesum itu" lanjutnya.


"Kau benar anakku, aku tidak akan menyerahkan mu pada orang yang tidak kau sukai, apa lagi dengan orang seperti pangeran Alex" jawab raja.


"Tapi yang mulia jika kita menolak, maka akan terjadi peperangan" ujar perdana menteri


"Batson siapkan seluruh prajurit dan panggil juga master guild Rhyno untuk datang kemari" Kata Dixgard memberi perintah.


"Baik yang mulia" jawab Jendral Batson.


***


Setelah perjalanan yang panjang dan memakan banyak waktu akhirnya mereka sampai di kerajaan Tempest tepatnya di depan aula Guild mereka, Shin sangat senang melihat semua anggota guildnya kini menjadi semakin kuat.


"Hey kapten apa yang terjadi padamu, kenapa sekarang penampilanmu berubah" tanya Ryuzen yang keheranan dengan penampilan baru Shin.


"Ceritanya panjang, aku takut kalian akan bosan jika aku ceritakan" balas Shin.


"Hah.... kau benar, lebih baik tidak usah kau ceritakan" ujar Ryuzen.


Shin merasa puas dengan peningkatan teman-temannya dan dia juga merasa senang latihan yang ia berikan tidak sia-sia, semua anggota guild kini sudah mencapai level 250 sementara Ryuzen, Leo dan Lina sudah mencapai level 300, hanya Lily yang masih tertinggal di Level 100 hal itu disebabkan karena dia tidak pernah latihan ataupun berburu monster lagi.


"Dengarkan aku semuanya, mulai hari ini aku nyatakan bahwa semua anggota guild The Blue Lightning, resmi menjadi pasukan kerajaan Phoenix yang aku pimpin, dan untuk Ryuzen, Leo serta Lily mereka akan menjadi jendral dan memimpin pasukan yang sesuai dengan keahlian masing-masing" kata Shin dengan tegas.


"Siap master" jawab mereka serentak.


"Kalian juga aku hadiahkan masing-masing seekor Griffin untuk menjadi tunggangan" kata Shin lagi.


"Terimakasih master" jawab mereka serentak.


"Hey...Hey.. bukankah sebaiknya kalian ubah panggilan kalian itu" ujar Ryuzen.


"Terimakasih yang mulia" jawab mereka serentak.


"Nah begitu lebih baik" kata Ryuzen.


"Hahahaha, Hey Ryuzen, Shin bahkan tidak mempermasalahkan hal itu, kenapa malah kau yang memberikan perintah" ujar Leo.


"Sialan kau Leo, sekarang aku adalah jendral mereka sudah sewajarnya aku memberi perintah" Kata Ryuzen meninggikan bahunya.


"Hey ayolah jangan sombong aku juga seorang jendral" balas Leo.


Mereka semua kemudian tertawa melihat tingkah Ryuzen dan Leo, sementara Shin hanya tersenyum lembut dia sangat senang bisa memiliki teman-teman yang baik, dia juga merasa senang karena mendapatkan para prajurit yang hebat.


Saat malam hari mereka mengadakan pesta atas keberhasilan Shin mendapatkan inti api, mereka semua senang saat tau bahwa raja mereka telah berhasil mengalahkan salah satu jendral dari raja iblis.