The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Mencari Hadiah



Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Raiga dan Zuryu datang bersama dengan istri mereka.


"Salam yang mulia" kata mereka serentak sambil berlutut.


"Bagus kalian sudah datang, aku memiliki hal yang gawat dan aku ingin meminta pendapat dari kalian semua" kata Shin.


"Apa itu yang mulia" jawab Raiga.


"Begini kalian pasti sudah tau sebentar lagi aku dan Lily akan menikah, jadi aku sekarang tidak tau apa yang harus aku lakukan, Raiga waktu kau menikah dulu apa yang kau lakukan" tanya Shin.


"Aku dulu tidak melakukan apa-apa yang mulia karena semua sudah di siapkan oleh mendiang ayahku" jawab Raiga.


"Lalu bagaimana dengan mu Zuryu" tanya Shin lagi.


"Hamba juga sama yang mulia" jawab Zuryu.


"Maaf yang mulia sebaiknya anda memberinya hadiah" ujar Leshena.


"Ya... kau benar hadiah kenapa aku tidak memikirkan hal itu" gumam Shin.


"Oke sekarang sebaiknya hadiah apa yang aku berikan" tanya Shin.


"Begini yang mulia karena nona Lily merupakan kesatria kenapa tidak yang mulia hadiahkan pedang saja, tapi bukan pedang biasa melainkan pedang terhebat di dunia ini" kata Raiga.


"Aku tidak setuju yang mulia, sebaiknya nona Lily di beri hadiah buku sihir tingkat dewa saja agar dia bisa melindungi diri" ujar Zuryu.


"Hey.... siapa yang membutuhkan buku sihir" kata Raiga kesal.


"Dan siapa juga yang mau pedang" balas Zuryu.


"Sudah-sudah kalian berdua sama sekali tidak membantu" ujar Shin.


"Maafkan kami yang mulia" jawab mereka berdua.


Shin berfikir sejenak dan akhirnya menemukan sebuah ide.


"Baiklah sudah aku putuskan aku akan memberinya sebuah cincin" kata Shin.


"Itu sangat bagus yang mulia, hamba memiliki saran sebaiknya untuk bahannya yang mulia bisa ambil dari kristal, dan juga mutiara bunga kehidupan yang mulia" kata Raiga.


"Kristal dan mutiara bunga kehidupan, dimana aku bisa mendapatkan kedua benda itu" tanya Shin.


"Kristal yang terbaik adalah kristal yang ada di kepala raja ular yang mulia, namun untuk mengambilnya kita perlu membunuh raja ular itu" kata Raiga.


"Hey....hey... aku tidak ingin menambah musuh" sahut Shin.


"Tapi yang mulia dia adalah pengikut raja iblis" ujar Raiga.


"Baiklah perintahkan Rayzen untuk membawa pasukan dan bunuh raja ular itu lalu bawa kristalnya padaku" perintah Shin.


"Dan dimana letak mutiara bunga kehidupan" tanya Shin lagi,


"Mutiara bunga kehidupan ada di puncak gunung tertinggi yang mulia dan itu di jaga oleh suku elang api, mereka semua adalah pengikut setia yang mulia" jelas Raiga.


"Baiklah kalau begitu aku sendiri yang akan mengambilnya di sana" kata Shin.


Setelah itu Shin pergi meninggalkan mereka, sementara Raiga dan Zuryu menjadi pemimpin penyerangan raja ular.


"Garda bawa aku ke gunung tertinggi untuk mengambil mutiara bunga kehidupan" kata Shin.


"Baik yang mulia" jawab Garda.


Garda melesat dengan kecepatan penuhnya dan setelah satu jam terbang mereka akhirnya sampai di gunung tertinggi, tak lupa Shin mengeluarkan sayapnya dan terbang sendiri ke puncak gunung itu, karena Garda tidak bisa mendarat di sana karena tubuhnya yang besar.


Di atas gunung Shin di sambut hangat oleh suku elang api, karena mereka juga merupakan keturunan dari sang dewa Phoenix, saat melihat Shin mereka bisa merasakan bahwa Shin adalah raja mereka karena aura panas dan tanda api di dahi Shin.


"Selamat datang yang mulia" kata salah satu elang api di sana yang merupakan raja di sana.


"Ada gerangan apa sehingga yang mulia raja datang ke sini" katanya lagi.


"Begini aku kesini ingin meminta mutiara bunga kehidupan untuk aku jadikan hadiah kepada istriku" kata Shin.


"Berapa banyak yang anda butuhkan yang mulia" jawab elang api itu.


"Aku hanya butuh satu" ujar Shin.


Tak lama kemudian datang seekor elang api membawa sebuah kotak kecil di kakinya dan menyerahkan kotak itu pada Shin.


"Itu adalah mutiaranya yang mulia, hamba ucapkan selamat atas pernikahan yang mulia" kata raja elang api itu.


"Terimakasih, jika berkenan datanglah nanti" kata Shin.


"Pasti yang mulia" jawab raja elang itu.


Setelah itu Shin kemudian melesat terbang dan kembali ke punggung Garda, setelah itu Garda kembali melesat untuk segera pulang.


Sementara itu, Raiga dan Zuryu juga sudah berhasil menyelesaikan tugas mereka untuk membawa kristal raja ular, dan sekarang mereka tengah dalam perjalanan pulang menuju ke guild.


*****halo para pembaca sekalian, terimakasih sampai saat ini masih setia membaca novel saya, jangan lupa tinggalkan Like nya.


"Jika berkenan teman saya juga baru membuat Novel dengan genre \= ACTION, FANTASI, TIME TRAVEL, PETUALANGAN.


judulnya \= THE GREAT KINGDOM


jadi jangan lupa mampir ya**....