
***
"Sialan apa yang di lakukan pasukan iblis di sini" Cronos terlihat sangat marah.
"Lalu apa yang membuatmu datang kemari Garda" tanya Cronos saat melihat Garda.
"Sudahlah ini bukan waktunya untuk bercerita, sekarang bagaimana kalau kita bersama-sama menghancurkan mereka" jawab Garda.
"Hahahaha kau benar, terimakasih temanku, aku merasa senang karena ada kau di sini sekarang" kata Cronos.
Mereka berdua kemudian terbang melesat ke arah ribuan pasukan iblis yang datang, Melihat kedatangan kedua makhluk raksasa itu Aldeous sangat terkejut pasalnya dia tidak menyangka bahwa salah satu penjaga inti api adalah makhluk yang melegenda.
Di daratan ini tidak ada yang tidak tau tentang Griffin, meskipun mereka sebangsa burung namun kekuatan mereka jauh di atas bangsa naga hal itu di karenakan bangsa Griffin mendapatkan anugrah dari dewa, pada awalnya bangsa naga juga mendapatkan anugrah hanya saja karena bangsa naga lebih memilih ras iblis anugrah yang di berikan oleh dewa di angkat kembali.
Namun tetap saja naga sangat hebat karena dari awal mereka memiliki kulit yang keras, sementara bangsa Griffin di anugerahkan dengan kekuatan regenerasi yang sangat hebat, meskipun sayap mereka putus itu akan bisa tumbuh kembali, bahkan jika kepala mereka hancur tetap akan tumbuh kembali namun membutuhkan waktu yang agak lama.
Dan untuk membunuh Griffin adalah dengan menghancurkan jantung mereka, itu juga terbilang hal yang mustahil karena tubuh mereka hanya bisa di sentuh oleh api abadi raja Phoenix, sedangkan untuk senjata tidak ada yang bisa membuat mereka terluka, oleh karena itu saat melihat ada Griffin Aldeous menjadi sedikit ragu.
"Sialan kenapa malah ada dua binatang legenda di sini" kata Aldeous.
"Semuanya bersiaplah untuk menghancurkan kedua binatang itu" teriak Aldeous.
"Jangan harap kau bisa menghancurkan kami, iblis la***t" teriak Cronos, "Hari ini kami berdua yang akan menghancurkan mu" lanjutnya.
Tanpa pikir panjang Garda dan Cronos lansung menyerang mereka, Cronos menyemburkan apinya dan membakar para pasukan iblis, Cronos memiliki api berwarna biru menyala, api itu ia dapatkan sebagai hadiah dari dewa Phoenix.
Sementara Cronos menghujani ribuan pasukan iblis itu dengan petir, karena kekuatan Garda adalah petir, Namun berbeda dengan Cronos kekuatan Garda adalah alami miliknya sendiri dan bukan pemberian dewa Phoenix, hal itu jugalah yang menjadi alasan dewa Phoenix memberikan Cronos kekuatan api biru, agar bisa setara dengan Garda.
Pasukan iblis yang berjumlah ribuan kini hanya tersisa beberapa ratus saja akibat serangan dahsyat dari kedua makhluk itu, Aldeous sangat marah ia bertransformasi dan mengubah wujudnya ke bentuk asli.
Badannya menjadi sangat besar dengan tubuh di penuhi oleh sisik yang mirip seperti sisik naga, Dia juga memiliki ekor yang panjang seperti ekor sapi, dan di kepalanya ada dua tanduk yang panjang dan di kedua ujung tanduk itu ada dua bola api kecil, setelah berubah ke wujud asli kekuatannya menjadi berlipat-lipat ganda.
"Hahahaha kalian yang memaksaku untuk memakai wujud ini, Rasakanlah murkanya raja iblis" kata Aldeous.
"Binatang sialan, dari mana kau tau hal itu" Aldeous terlihat kebingungan mendengar ucapan Garda.
"Kau kira kami bodoh, kau hanyalah jendral dari raja iblis Azazel" kata Garda.
"Sialan kau jangan berani kau sebut nama tuanku" Teriak Aldeous.
Aldeous yang kini berubah menjadi besar lansung menyerang mereka berdua, dengan ukuran tubuh dan kekuatan yang besar Aldeous terlihat sangat mudah menepis serangan mereka berdua.
Cronos terus saja menembakkan bola api dari mulutnya sementara Garda dia menggunakan kekuatan petir yang begitu dahsyat untuk menyerang Aldeous, kedua serangan itu melesat dengan cepat dan bertubi-tubi kearah Aldeous.
"Hahahaha rasakan itu, dasar iblis sialan, jangan pernah bermimpi untuk menyentuh inti api dewa Phoenix" Cronos tertawa seakan serangan tadi sudah berhasil memusnahkan Aldeous, namun Cronos berhenti tertawa saat melihat sosok Aldeous yang tetap melayang dengan kedua sayapnya tanpa terluka sedikitpun.
"Hahahaha aku kira serangan dari binatang yang legendaris akan bisa membuatku hancur berkeping-keping ternyata hanya seperti di gigit semut" kata Aldeous.
Dia tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang mereka berdua, Aldeous memegang ekor mereka berdua lalu memutar badan mereka dengan sangat cepat lalu membanting mereka ke tanah.
"KABUUUMMM!!!"
suara dentuman keras terdengar saat kedua binatang raksasa itu menyentuh tanah, dan tempat mereka berdua jatuh kini menjadi kawah yang sangat besar dan dalam.
Aldeous kemudian membuat dua bola api raksasa setelah itu dia melemparkan bola api itu ke arah mereka berdua.
"BBOOMMMM!!!"
Lagi-lagi terdengar suara ledakan yang sangat kuat saat kedua bola api itu mendarat di tempat mereka berdua, tak hanya itu Aldeous kembali menyerang mereka dengan puluhan bola Api secara bertubi-tubi.
Saat Aldeous tengah tertawa menyiksa kedua binatang itu, tiba-tiba saja kilatan cahaya merah dengan cepat memotong sayap Aldeous dan membuatnya terjatuh dan tersungkur di tanah.
"Aku rasa sudah cukup membiarkanmu bermain-main, dan sekarang adalah giliran ku".