The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Masalah Di Kerajaan Cronos



Tiga hari berikutnya, ibukota kerajaan dibuat gempar dengan kedatangan sebuah pasukan dengan armor dan senjata yang lengkap, mereka semua tau tentang sepak terjang pasukan tersebut, karena kemenangan kerajaan Cronos bisa dikatakan karena adanya pasukan tersebut.


Tidak ada yang berani untuk membuka suara, mereka semua hanya bisa menatap pasukan tersebut dalam diam, namun bukan hanya itu saja mereka juga di buat takut ketika melihat pemimpin pasukan tersebut, pasalnya entah kenapa tubuh mereka tiba-tiba bergetar ketika melihat pria tersebut, padahal ia terlihat santai bahkan tersenyum dengan ramah.


Sementara di istana, raja, menteri, jendral dan beberapa bangsawan tengah menunggu kedatangan pasukan tersebut, mereka semua terlihat tegang dan gugup tidak ada yang berbicara sehingga ruangan tahta menjadi sangat hening.


"Yang mulia, pasukan Duchess Lily sudah sampai di halaman istana, dan pemimpin mereka ingin menemui yang mulia" kata seorang prajurit melapor.


"Baiklah persilahkan dia untuk masuk" kata raja.


"Baik yang mulia" ucap prajurit tersebut kemudian lansung pergi keluar istana.


Beberapa saat kemudian datang seorang pria dengan senyum ramah di wajahnya, dia tidak datang sendirian melainkan bersama empat orang dewasa dan satu anak kecil di sampingnya, dan mereka semua tau siapa empat orang dan anak kecil tersebut mereka adalah Lily, Ryuzen, Leo, Lina, dan anak kecil tersebut adalah Alisha.


"Salam yang mulia" kata Shin namun tidak menunduk untuk memberi hormat.


"Se-selamat datang di istana ku tuan" kata raja gugup, dia takut akan salah bicara dan malah menyinggung pria tersebut.


"Maaf jika kedatanganku membuat kalian merasa terganggu, hanya saja ada hal yang membuatku sedikit terganggu makanya aku datang ke sini, tapi sebelum itu perkenalkan namaku Shin, aku adalah suami Lily" kata Shin memperkenalkan diri.


Raja berkeringat dingin ketika ia mengetahui bahwa pria tersebut adalah suami Lily, sekarang dia mengetahui alasan di balik kekuatan Lily dan juga pasukannya yang tidak masuk akal.


"Ja-jadi apa yang mengganggu tuan Shin?" tanya raja.


"Begini aku dengar yang mulia raja ingin menjadikan prajuritku sebagai pengawal ketika yang mulia ingin pergi ke kota cahaya saat pertemuan tiga kerajaan, apa itu benar?" ucap Shin tegas


"Be-benar tuan Shin" jawab raja gugup.


"Dengarkan aku baik-baik, tidak ada seorangpun yang bisa menjadikan pasukanku sebagai pengawal, mereka hanya setia padaku dan tidak menerima perintah dari orang lain, selain itu apa maksud yang mulia dengan membawa pasukanku?" tanya Shin.


"A-aku tidak memiliki maksud apa-apa tuan" jawab raja, keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya.


"Hahaha anda kira aku tidak bisa membaca niat anda yang sebenarnya yang mulia, aku tau dengan anda membawa pasukanku maka anda akan bisa menekan raja lain dan yang mulia akan di anggap sebagai raja terkuat" kata Shin menjelaskan.


"Sial, bagaimana dia bisa mengetahui niatku" Raja membatin.


"I-itu tidak benar tuan Shin, anda telah salah faham" kata raja.


"Salah faham?, apa anda yakin aku salah faham?" tanya Shin menyelidik.


"Lancang sekali kau, jangan mentang-mentang kau kuat, lalu kau bisa bersikap seenaknya di depan raja" ujar salah satu bangsawan.


"Benar, raja kami tidak mungkin memiliki tujuan seperti yang kau tuduhkan itu"


"Kau seharusnya tahu diri karena selama ini kami telah memberikan tempat tinggal untuk istri dan keluargamu itu"


"Ya benar"


Mereka semua mulai membuka suara dan menentang perkataan Shin barusan, namun Shin masih terlihat tenang dan santai dalam menghadapi situasi tersebut.


"Semuanya jangan takut, meskipun dia kuat tapi jumlah kota sangat banyak, kita bisa saja mengalahkannya dan menangkap keluarganya"


"Hahahaha kalian semua benar, ayo kita tangkap mereka semua"


Mereka semua mulai memberanikan diri dan mengepung Shin dan yang lainnya, mereka mulai mengambil senjata mereka dan mengacungkannya pada Shin.


"Hahahaha, hebat-hebat kalian semua sangat hebat, aku akui keberanian kalian semua tapi apa kalian yakin bisa melakukan itu semua" kata Shin pelan.


Mereka semua tidak menghiraukan perkataan Shin, mereka malah semakin berani dan mulai berfikiran yang buruk ketika melihat kecantikan Lily dan Lina dari dekat.


Shin menyadari tatapan liar mereka pada Lily, dia menjadi sangat marah emosi dalam dirinya meluap-luap dan tidak bisa ia bendung lagi dan...


"BBOOMMMM!!!"


Ledakan aura yang sangat besar membuat mereka semua terpental ke belakang, debu-debu beterbangan dan menghalangi pandangan mereka semua, ketika debu-debu tersebut mulai menghilang mereka semua bergetar ketakutan ketika melihat sosok Shin dengan sepasang sayap ungu di punggungnya dan aura yang sangat panas seketika memenuhi ruangan tersebut.


"Aku masih bisa memaafkan perbuatan raja kalian yang ingin memanfaatkan kekuatan pasukanku, tapi aku tidak akan mentolerir siapa saja yang berfikiran buruk pada istriku" kata Shin tegas.


Aura keunguan menyelimuti tubuh Shin, semakin lama aura tersebut semakin besar dan semakin kuat, bahkan sampai membuat dinding istana menjadi bergetar.


Shin menghilang dari pandangan lalu tiba-tiba ia muncul di depan salah satu bangsawan, kemudian mencekik lehernya.


"Matamu itu telah salah memandang orang" kata Shin


"BBOOMMMM!!!"


Shin melemparkan tubuh bangsawan tersebut dengan sangat kuat hingga menabrak dinding istana dan membuatnya hancur, Raja dan jendral hanya bisa menyaksikan Shin melemparkan tubuh bangsawan tersebut, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Shin pasti juga akan menghabisi mereka juga.


Alisha yang baru pertama kali menyaksikan bagaimana ganasnya sang ayah ketika marah menjadi sangat takut, wajahnya pucat dan tubuhnya bergetar.


"A-ayah" kata Alisha sambil memeluk Lily.


Shin menghentikan aksinya ketika mendengar suara Alisha, amarahnya seketika mereda dia lansung menghilang lagi dan muncul di depan Alisha.


"Alisha maafkan ayah" kata Shin, kemudian memeluk Alisha.


"Aku takut ayah" ucap Alisha lirih.


"Baiklah, kalau begitu kita akan pergi dari sini" kata Shin.


"Kalian semua aku lepaskan, tapi ingat jangan pernah kalian mencoba untuk mengganggu keluarga dan teman-temanku, satu hal lagi mulai sekarang kota lembah angin resmi lepas dari kerajaan Cronos, jika tidak terima maka temui aku di sana" kata Shin.


"Sayang ayo kita pergi" ucap Shin sambil menggendong Alisha, kemudian dia terbang dengan cepat meninggalkan istana tersebut.


Lily juga mengeluarkan auranya yang sangat kuat, dan sekali lagi mereka semua merasa tertindas hanya dengan aura saja, namun kali ini bukan aura yang panas melainkan aura yang sangat dingin hingga membuat mereka seperti membeku.


Sepasang sayap kebiruan muncul di punggungnya dan setelah itu dia lansung melesat terbang mengikuti Shin dan Alisha yang telah terbang pergi terlebih dahulu.


"Hahaha kalian semua beruntung karena Alisha ada di sini, aku sarankan kalian berterimakasih pada tuan putri kami" kata Ryuzen kemudian dia pergi bersama Leo dan Lina.