The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Inti Api Beku



Perjalanan Shin kembali ke kerajaan Phoenix tidak memakan waktu yang lama karena kali ini mereka melesat dengan kecepatan tinggi dan hanya dalam waktu dua hari mereka telah sampai di kerajaan Phoenix.


"Yang mulia telah kembali" seru salah seorang penjaga istana ketika melihat Garda tengah melayang di udara dan bersiap untuk turun.


Garda turun di tengah-tengah halaman istana yang sangat luas diikuti oleh Rayzer kedatangan Rayzer sontak membuat seluruh penghuni kerajaan bertanya-tanya, siapa naga biru yang baru saja mengikuti Shin, namun mereka semua tidak berani untuk bertanya karena melihat Shin yang segera terburu-buru menuju kamar Lily.


"Akhirnya kau pulang, apa kau terluka?" tanya Lily.


"Tenanglah sayang aku bukan pergi berperang jadi bagaimana aku bisa terluka" kata Shin sambil mengecup kening Lily


Shin kemudian meminta Lily untuk berbaring di tempat tidur kemudian Shin mengeluarkan kristal inti api beku yang mengeluarkan hawa yang sangat dingin, bahkan sampai seluruh kerajaan Phoenix dapat merasakan aura dingin tersebut.


Shin meletakkan kristal itu di atas dada Lily dan dengan di bantu oleh kekuatan api abadi Shin menyerap kekuatan inti api beku kemudian mentransfer energi tersebut ke tubuh Lily.


"Aarghhh!!!" Lily mengerang kesakitan.


"Tahanlah Lily kau harus bertahan ini demi anak kita" ujar Shin.


Perlahan namun pasti kekuatan inti api beku mulai masuk kedalam tubuh Lily, tubuhnya seketika menjadi sedingin es bahkan aliran darahnya juga perlahan mulai membeku, Shin tidak tinggal diam dia memasukkan kekuatan api abadi yang sangat panas untuk menjaga aliran darah Lily agar tidak membeku.


Proses penyerapan tersebut berlangsung sangat lama, saru hari telah berlalu namun penyerapan tersebut belum juga selesai, jeritan kesakitan yang di rasakan Lily menggema di dalam istana bahkan sampai membuat semua penghuni istana merasa sangat sedih bahkan sampai ada yang menangis karena mendengar jeritan ratu mereka.


Karena Lily bukan darah keturunan sang dewa Phoenix menyebabkan proses penyerapannya berlangsung lebih lama dari pada Shin yang memiliki darah keturunan lansung dewa Phoenix.


Dan akhirnya setelah lima hari berlalu penyerapan tersebut akhirnya selesai, dan setiap harinya pula penghuni istana harus mendengar jeritan yang menyayat hati terdengar dari kamar raja dan ratu mereka, namun sekarang mereka bisa bernafas lega karena penyerapan tersebut telah sepenuhnya berhasil.


Sekarang tubuh Lily terlihat semakin putih dan cerah bahkan energi di dalam tubuhnya terasa sangat kuat dan besar, Shin memeluk tubuh Lily dengan hangat karena akhirnya dia tidak lagi mendengar jeritan yang membuat hatinya sakit.


"Selamat sayang kau sepenuhnya telah menjadi Phoenix es" kata Shin.


"Ini semua karena usahamu yang tidak pernah mengeluh" jawab Lily.


"Baiklah, sekarang waktunya kita mencoba kekuatanmu" kata Shin.


"Apa kau tidak merasa lelah, setelah lima hari terus membantuku tanpa istirahat?" tanya Lily.


"Tenanglah istriku setidaknya kau harus segera beradaptasi dengan kekuatan barumu ini" ujar Shin.


"Baiklah kalau begitu mari kita latihan" kata Lily.


Shin tidak menjawab melainkan hanya mengangguk pelan, kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan lansung menuju ke halaman istana, setibanya di halaman istana sudah banyak yang menunggu dan menyambut mereka berdua, para penduduk kerajaan berkumpul di halaman istana yang sangat luas untuk memberikan selamat kepada Shin dan juga Lily.


"Selamat yang mulia ratu" kata Rayzer.


"Dia adalah salah satu jendral dewa Phoenix, naga Es, dulunya dia adalah Golem es namun setelah mendapatkan sedikit kekuatan dari inti api beku tubuhnya berubah dan berevolusi menjadi naga" kata Shin menjelaskan.


"Baiklah semuanya hari ini aku menyambut kalian semua, dan aku akan mengumumkan bahwa besok kita akan mengadakan pesta untuk kehadiran anak pertamaku" kata Shin dengan keras.


Semua penduduk bersorak gembira mendengar perkataan Shin mereka turut bahagia dengan kehadiran seorang penerus kerajaan mereka, yang artinya dalam beberapa bulan ke depan kerajaan mereka akan mendapatkan seorang pangeran atau putri.


Setelah selesai bertemu dengan para penduduk kerajaan Shin lansung mengajak Lily ke lapangan latihan kerajaan, Shin tidak ingin menunggu lama karena ia ingin Lily segera menguasai kekuatan barunya.


"Fokuslah pada kekuatan inti api beku yang ada di dalam dirimu, rasakan kekuatannya mengalir di aliran darahmu, kemudian coba kau fokuskan kekuatan tersebut di telapak tanganmu dan keluarkan perlahan-lahan" kata Shin menjelaskan.


Lily menuruti semua instruksi dari Shin dia memejamkan matanya dan merasakan energi yang kuat berjalan ke seluruh tubuhnya melalui aliran darahnya, dia kemudian memusatkan seluruh energi tersebut di telapak tangannya.


Secara perlahan mulai muncul cahaya kebiruan di telapak tangan Lily, semakin lama cahaya itu semakin jelas dan perlahan mulai membentuk bola api kecil berwarna biru, awalnya hanya sebesar kelereng namun semakin lama bola api itu semakin besar hingga menjadi sebesar kepalan tangan orang dewasa.


Lily membuka matanya dan ketika ia melihat bola api di tangannya ia sangat kaget sekaligus senang, bola api yang di keluarkan Lily tidak berwarna merah melainkan biru, dan aura nya tidak panas melainkan dingin.


"Itu adalah api suci Lily, berlawanan dengan api abadi milikku, api suci milikmu memiliki sifat dingin dan membeku sementara api abadi milikku memiliki aura panas dan membakar" kata Shin menjelaskan.


"Apa nantinya aku juga bisa memiliki sayap sepertimu?" tanya Lily.


"Hahahaha, sabarlah sayang aku akan mengajarimu setelah kau terbiasa dengan bola api itu" kata Shin.


"Baiklah selanjutnya cobalah untuk mengontrol ukuran bola api tersebut" lanjut Shin.


"Bagaimana caranya?" tanya Lily.


"Fokuskan pikiranmu pada bola api itu dan bayangkan seberapa besar kau ingin membentuknya" jawab Shin menjelaskan.


Lily kemudian kembali mencoba untuk memfokuskan pikirannya namun ketika ia ingin menutup matanya tiba-tiba tubuh Shin ambruk dak terjatuh ke tanah, Lily sangat kaget ketika Shin terjatuh dan tergeletak di tanah, namun ketika ia mendekati tubuh Shin ia malah mendengar suara dengkuran yang menandakan Shin tertidur.


"Ternyata kebiasaan mu tidak berubah, selalu saja memaksakan dirimu sendiri" kata Lily sambil meletakkan kepala Shin di atas pahanya.


Beberapa prajurit yang berada di sekitar lapangan pelatihan segera berlari ketika mereka melihat tubuh Shin ambruk dan jatuh ke tanah.


"Yang mulia ratu, apa yang terjadi?" tanya salah seorang penjaga.


"Tidak ada apa-apa, dia hanya kelelahan dan tertidur, bantu aku mengangkat tubuhnya dan bawa dia ke kamar" kata Lily.


"Baik yang mulia" jawab mereka pelan karena tidak ingin membangunkan raja mereka yang sedang tertidur pulas.


Mereka kemudian membawa Shin ke kamarnya dan membaringkan Shin di tempat tidur, setelah itu mereka menunduk dan memberi hormat pada Lily kemudian berjalan meninggalkan kamar untuk kembali ke tempat mereka berjaga.