The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
GARDA



Di kedalaman hutan Shin terus memacu kecepatannya untuk terus masuk ke kedalam hutan ia berniat mencarikan binatang iblis untuk dibuat menjadi tunggangan teman-temannya.


Setelah melesat jauh ke hutan yang terdalam Shin tiba-tiba menghentikan gerakannya saat melihat seekor binatang yang mirip singa namun memiliki kepala elang dan juga memiliki sayap.


"Griffin" gumam Shin, kemudian dia memfokuskan pandangannya kearah Griffin itu dan alangkah terkejutnya Shin saat tau bahwa monster yang sangat besar itu memiliki level 1000, dan itu jauh berkali-kali lipat dari levelnya saat ini yang hanya memiliki level 180.


Shin mencoba menjauh agar tidak mengganggu Griffin itu, namun saat Shin mencoba untuk pergi Griffin itu sudah menyadari keberadaannya.


Shin kemudian mengeluarkan pedangnya meskipun ia tau bahwa melawan Griffin itu sama saja dengan bunuh diri, namun ia tetap mencoba untuk melawan karena dia tidak ingin mati konyol.


Shin melaju dengan sangat cepat kearah Griffin itu lalu mencoba menyerangnya menggunakan pedang Phoenix, namun saat pedangnya menyentuk Griffin itu sama saja seperti Shin sedang memukul batu raksasa dengan sebuah ranting kecil.


Griffin itu lalu mengangkat cakarnya dan memukul Shin membuat Shin terpental beberapa meter dan menabrak pohon, seketika pohon itupun lansung roboh.


Saat Shin mencoba untuk bangkit tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat kesadarannya mulai perlahan menghilang, Shin berdecak kesal karena tidak mampu melawan monster yang ada di depannya saat ini.


"Tenanglah nak serahkan ini padaku" suara itu tiba-tiba terdengar di kepala Shin.


"Baiklah jika begitu aku serahkan sepenuhnya padamu" jawab Shin.


"Kau tenang saja dan cukup saksikan dari dalam sana" ucap suara itu lagi.


kemudian sepenuhnya kesadaran Shin menghilang, dan kini Shin tengah menyaksikan tubuhnya dikendalikan sepenuhnya oleh suara itu, Shin juga penasaran siapa sebenarnya suara yang selama ini menuntunnya.


"Hahahaha, Aku tidak menyangka kau sekarang bisa sekuat ini Garda" ucap Shin yang kini telah diambil alih oleh suara misterius.


"Berani sekali kau menyebut namaku, hanya tuanku yang boleh memanggil namaku" Griffin yang bernama Garda itu marah.


"Garda.... aku hanya meninggalkan mu sebentar saja dan kau sudah melupakan aku" Shin berucap kemudian tubuhnya di selimuti api dan perlahan-lahan berubah ke bentuk "Knight of Phoenix" hanya saja ada sedikit perbedaan di perubahan itu yakni di kiri dan kanannya ada dua bola api yang melayang sebesar kepalan tangan berwarna biru dan merah.


"Huuuhhh akhirnya kau mengenaliku juga" ucap Shin.


"Maafkan aku yang mulia aku tidak mengetahui bahwa anak ini adalah yang mulai, aku bersalah silahkan hukum aku yang mulia" jawab Garda tertunduk di depan Shin.


"Sudahlah aku tidak akan menghukum mu, aku memaklumi jika kau tidak mengenaliku karena ini memang bukan aku, aku hanyalah sosok roh di dalam tubuh anak ini, dia juga merupakan keturunan ku, yang artinya dia adalah anakku" ucap Shin.


"Aku hanya meminta satu hal kepadamu Garda, Lindungi dan dampingi dia sama seperti saat kau melindungi dan mendampingi ku dulu, apa kau bersedia" lanjut Shin.


"Tentu saja yang mulia, dia adalah keturunan dan anak yang mulia tentu saja aku juga akan melayaninya dengan sepenuh hati yang mulia" jawab Garda.


"Bagus sekarang aku bisa tidur dengan tenang, satu hal lagi bantu dia mencari inti api, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Shin kemudian kesadarannya menghilang lagi.


Shin yang mendengar percakapan itu dari dalam dirinya tak bisa menunjukan keterkejutannya sekarang dia tau bahwa suara yang selama ini menuntunnya adalah sang dewa Phoenix.


"Ukhuk...ukhuk!!" Shin kemudian perlahan membuka matanya dan mencoba untuk berdiri namun masih sulit karena seluruh tubuhnya terasa sakit.


"Maafkan aku tuan muda, aku telah lancang menyerang mu" ucap garda.


"Tidak apa-apa itu wajar karena kau tidak mengenaliku" jawab Shin yang mencoba untuk berdiri.


Shin kembali menatap kearah garda dia masih tidak percaya bahwa Griffin yang setinggi 10 meter dan panjang 15 meter serta sangat kuat ini kini menjadi bawahannya.


"Tuan muda naiklah ke punggungku, aku akan membawa tuan muda ke istana dan menemui pasukan kita" ucap garda sambil membungkuk.


Tanpa pikir panjang Shin kemudian melompat dan duduk di punggung Garda, setelah itu Garda melompat dan terbang melesat menuju kedalam hutan yang terdalam, karena kecepatannya hanya dalam beberapa menit saja mereka terlah berada di kedalaman hutan terdalam, Shin kemudian milik kebawah dan melihat istana yang sangat besar dan megah di sekeliling istana itu nampak beberapa Griffin sedang terbang seperti sedang berjaga.


"KYAAKKK" Garda memekikkan suaranya dan melesat turun ke tengah-tengah halaman istana.