The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Misi Pembersih Kota



Di sebuah gedung yang nampak sudah usang dan tidak terurus nampak lima orang pria paruh baya tengah duduk menikmati minuman keras mereka dengan di temani oleh perempuan cantik di sisi mereka.


"Hey kakak pertama, aku dengar pemimpin kota yang baru sudah tiba" kata orang dengan mata satu.


"Tenang saja adik ketiga, dia hanya seorang perempuan memangnya apa yang bisa ia lakukan" kata seseorang dengan tubuh besar.


"Hahaha aku penasaran apakah dia masih perawan atau tidak"


"Bagaimana jika kita serang mereka?".


"Aku setuju dengan adik keempat dan kelima, kakak pertama sebaiknya kita serang mereka" kata salah satu dari mereka.


"Hahaha sabar saja dulu, kita akan membiarkannya untuk sementara" kata ketua pertama.


Mereka berlima adalah lima ketua dari organisasi gelap, yang di sebut sebagai aliansi bandit bersaudara, sebenarnya mereka hanyalah bandit biasa yang awalnya mendapat dukungan dari pemimpin kota sebelumnya sehingga akhirnya organisasi mereka menjadi besar.


Perkembangan organisasi mereka juga di sebabkan oleh perlindungan dari pemimpin kota, sehingga raja sama sekali tidak mengetahui tentang keberadaan mereka, sudah banyak rakyat yang menderita akibat ulah mereka serta sudah banyak nyawa yang melayang akibat keganasan mereka.


Namun keganasan dan kekejaman mereka tidak akan bertahan lebih lama lagi, karena keberadaan dan posisi mereka sudah di ketahui oleh Lily dan yang lainnya.


***


Di mansion pemimpin kota, Lily, Ryuzen, Leo dan Lina tengah berkumpul dan membahas mengenai masalah yang di alami oleh seluruh penduduk kota.


"Leo ceritakan permasalahan yang dialami oleh penduduk kota" kata Lily.


"Saat ini penduduk kota tengah diresahkan dengan tingginya pajak, serta ekonomi kota yang kurang mendukung, lalu masalah utamanya adalah adanya organisasi gelap yang di sebut sebagai aliansi bandit bersaudara, aku sudah mengirimkan mata-mata untuk mencari keberadaan mereka dan saat ini markas mereka ada di selatan kota ini" kata Leo menjelaskan.


"Masalah pajak serta ekonomi kita pikirkan nanti, karena masalah yang pertama adalah para bandit ini" ujar Lily.


"Aku setuju denganmu Lily, para warga juga mengeluh tidak bisa berdagang ke luar kota, karena mereka takut dengan ancaman monster serta para bandit" ucap Leo.


"Monster?, apa mungkin di sekitar sini muncul monster?" gumam Lily.


"Tenang saja aku akan minta prajurit kita untuk berjaga di gerbang kota, lalu aku juga akan mencari tahu masalah monster ini, apakah mereka ada atau hanya isu dari para bandit saja" ujar Ryuzen.


"Baiklah kalau begitu aku punya misi untukmu Ryuzen" kata Lily.


"Siap menerima perintah pemimpin" kata Ryuzen sambil tersenyum lebar.


"Kenapa kau malah tersenyum?" tanya Lina.


"Aku hanya bahagia mendapatkan tugas pembasmian" ujar Ryuzen.


"Kau benar Ryuzen, aku ingin kau membasmi para bandit itu namun sisakan para ketua serta beberapa anak buahnya tangkap mereka hidup-hidup dan selebihnya kau bisa habisi sesukamu" kata Lily


"Maaf menyela tapi kenapa mereka harus di tangkap hidup-hidup Lily?" tanya Lina heran.


"Adikku, mereka di tangkap juga untuk di bunuh karena maksud Lily adalah untuk membunuh mereka semua di depan para penduduk, apa aku benar pemimpin?" ucap Leo.


"Hahahaha kalian ini memang sahabat terbaikku, bahkan apa yang aku pikirkan bisa kalian ketahui" ujar Lily senang.


"Tentu saja Lily" jawab mereka serempak.


"Baiklah kalau begitu aku pergi bersiap-siap dulu, karena malam ini akan ada pembantaian orang jahat, hahahaha" kata Ryuzen sambil tertawa senang kemudian pergi dari ruangan pertemuan.


"Bukankah dia yang terlihat seperti orang jahat jika tertawa begitu?" tanya Lina heran.


"Entahlah Lina aku juga bingung dengan sifat Ryuzen, dia akan sangat lembut pada sahabatnya namun akan sangat ganas pada musuhnya" ujar Lily.


"Baiklah, selanjutnya Lina aku meminta bantuanmu untuk mencari cara agar bisa menaikkan ekonomi kota ini" kata Lily.


"Dan Leo, aku rasa kau sudah tau apa yang harus kau lakukan" ucap Lily.


"Yap, itu benar sekali" jawab Leo santai.


"Satu lagi, jika ada yang ingin bertemu denganku katakan aku tidak punya waktu" ucap Lily kemudian pergi dari ruangan pertemuan.


"Kakak, bukankah dia jadi lebih tegas setelah kehilangan kapten?" tanya Lina pelan.


"Yah, apapun itu semoga saja kapten baik-baik saja, aku khawatir dengan keadaan Lily" jawab Leo pelan.


"Semoga saja begitu" kata Lina.


Waktu berlalu dengan cepat dan malampun akhirnya tiba, Ryuzen membawa 20 bawahannya untuk memusnahkan perkumpulan gelap tersebut.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di bagian selatan kota, saat tiba di sana mereka melihat ada sebuah bangunan yang sangat tua namun bangunan tersebut di jaga ketat oleh para bandit.


"Baiklah semuanya berpencar dan bagi menjadi empat kelompok, kita kepung tempat ini dan ingat tunggu aba-aba dariku sebelum menyerang" kata Ryuzen pelan.


"Baik jendral" jawab mereka serempak.


"Hey, hey, jangan panggil aku jendral saat ini kita sudah bukan pasukan kerajaan Phoenix, jadi cukup panggil aku ketua" kata Ryuzen.


"Baik ketua" jawab mereka semua, kemudian lansung menyebar mengelilingi tempat tersebut.


Saat ini di dalam markas aliansi bandit bersaudara mereka tengah berbincang mengenai penyerangan yang akan mereka lakukan pada penguasa kota yang baru.


"Jadi kapan kita akan menyerang pemimpin kota?" tanya bandit 2


"Tenang adik kedua kita akan menyerangnya tiga hari mendatang, dan aku janji kau akan mendapatkan pemimpin kota itu" kata pemimpin bandit.


"Wah, wah, apa kalian yakin bisa menyerang pemimpin kota?" ujar Ryuzen sambil duduk di sudut ruangan yang gelap.


"Sialan siapa kau?" kata bandit 3.


(Maaf ya disini author kasih nomor aja, karena bingung mau bikin nama apa, lagian juga bakalan mati bentar lagi 😅)


"Siapa aku tidak penting yang jelas malam ini kalian akan musnah" kata Ryuzen santai.


"Memangnya apa yang bisa kau lakukan bocah, kami ada lima dan kau hanya sendirian" kata pemimpin bandit sombong.


"Hahaha kau tanya yang bisa aku lakukan?" kata Ryuzen dan lansung menghilang, dalam sekejap dia sudah berada di depan bandit 5 dan lansung menendangnya dengan keras hingga membuat bandit 5 terpental dan lansung pingsan.


"Sialan dia melukai adik ke lima, bunuh dia" kata pemimpin bandit.


"Hahaha inilah yang aku tunggu" kata Ryuzen tertawa senang melihat keempat bandit yang tersisa maju bersama untuk menyerangnya.


Pertempuran sengitpun terjadi, meskipun mereka berempat menyerang Ryuzen bersama namun tidak sedikitpun nampak Ryuzen kesusahan dalam menahan setiap serangan mereka semua, bahkan mereka berempat malah nampak terdesak oleh satu orang.


"Tidak mungkin dia sangat kuat, bagaimana bisa dia menggunakan dua pedang sekaligus" kata bandit 3.


"Diam dan terus hajar dia, jika tidak kita akan mati konyol" ujar pemimpin bandit.


Mereka terus saja menyerang Ryuzen dengan sekuat tenaga namun hasilnya sia-sia, tidak satupun dari serangan mereka berhasil mendarat di tubuh Ryuzen.


"Hahaha, hanya kalian berempat saja tidak ada apa-apanya dibanding ratusan ribu iblis yang sudah aku habisi" kata Ryuzen tertawa senang.


Ryuzen memberikan serangan balasan dengan ganas, setiap serangannya berhasil mengenai tubuh mereka semua, dan hanya dalam waktu setengah jam mereka berempat sudah tumbang tak sadarkan diri, Ryuzen kemudian mengikat mereka berempat dan berjalan keluar bangunan itu, di luar dua puluh prajuritnya juga sudah menunggu karena mereka juga telah menyelesaikan tugas mereka dengan mudah, serta ada 5 bandit yang tidak mereka bunuh.