
Shin, Raiga, dan Zuryu mencoba untuk memberikan perlawanan dengan sisa-sisa tenaga yang mereka miliki, mencoba untuk menyerang lawan meskipun kemungkinan untuk melukainya sangatlah kecil, mencoba untuk bertahan meskipun lebih besar kemungkinan mereka gagal dan terluka, namun mereka tetap tak menyerah.
Pertarungan tersebut lebih terlihat seperti penganiayaan dari pada pertempuran, bahkan ketiga jendral iblis menyerang sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha, apakah hanya ini kekuatan dari dewa Phoenix" kata Jeviero.
"Hahaha benar sekali senior, aku juga tidak menyangka kalau raja Elf akan selemah ini" ujar Alex.
"Aku sudah bosan denganmu, manusia burung sebaiknya kau bunuh saja dirimu sendiri" ucap Azhura mengejek.
"Hentikan bermain-main dan segera habisi mereka, setelah itu bantai semua yang tersisa" ujar raja iblis memberi perintah.
"Laksanakan yang mulia" jawab mereka bertiga serempak.
Alex kemudian lansung melesat dengan kecepatan tinggi dan menyerang Raiga dengan puluhan bola api secara bertubi-tubi, Raiga mencoba untuk menahan dan menghindari setiap bola api yang mengarah padanya namun ketika dia mencoba untuk menahan bola api terakhir sebuah pedang tertancap di dadanya dan tepat mengenai jantungnya.
Bola api tersebut juga berhasil menghantam wajah Raiga dan membuat wajahnya terbakar oleh api, Raiga yang sudah tak bisa menahan serangan itupun menghembuskan nafas terakhirnya dan jatuh ke tanah.
"Maaf, tidak bisa bersamamu lebih lama yang mulia" kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh Raiga sebelum meninggal.
"Hahaha tugasku sudah selesai yang mulia" ujar Alex tertawa senang.
"Sialan kau Raiga kenapa kau mendahului aku, yang mulia aku minta maaf karena tidak bisa mendampingi anda lagi" kata Zuryu dan ternyata di juga telah di kalahkan oleh Azhura.
Shin hanya bisa tertunduk tak bersuara saat mendengar setiap ucapan dari kedua bawahannya, dia sangat ingin menangis namun tidak bisa kesedihan dalam hatinya telah hilang dan hanya ada rasa kebencian dan dendam yang semakin menjadi-jadi dalam dirinya.
"Kenapa kau memandangku seperti itu dewa Phoenix?, apa kau marah?" tanya Jeviero.
"Jika kau marah maka serang kami sekarang dan bunuh kami bertiga" ujar Alex.
"Hahaha, aku sangat ingin menikmati darahmu dewa Phoenix" ucap Azhura.
"Aku bersumpah, suatu saat akan aku hancurkan kalian semua dengan tanganku sendiri" kata Shin sambil berteriak.
"Sudah cukup omong kosong mu dewa Phoenix, dan sudah saatnya kau di lenyapakan dari dunia ini" kata Azazel.
Dia menciptakan lubang hitam yang tidak terlalu besar di dekat Shin, lubang hitam tersebut menghisap tubuh Shin ke dalamnya kekuatan hisapannya sangatlah kuat, Shin terus mencoba bertahan sekuat tenaga agar tidak masuk kedalam lubang hitam tersebut.
Karena kesal melihat Shin yang tak kunjung terhisap kedalam lubang hitam tersebut, Azazel kemudian menciptakan bola api hitam kecil di telapak tangannya dan melemparkannya ke arah Shin, ketika bola api tersebut menyentuh tubuh Shin bola api tersebut meledak dan hanya menyisakan asap yang menghalangi pandangan.
Perlahan-lahan asap hitam yang tercipta akibat ledakan tersebut menghilang dan bersamaan dengan hilangnya asap tersebut, tubuh Shin juga ikut menghilang dan hanya menyisakan lubang hitam yang masih ada di sana.
"Hahahaha bagus sekarang dewa Phoenix telah mati, tidak ada lagi yang bisa menghalangiku untuk menaklukan dunia, hahaha" Azazel tertawa senang ketika melihat tubuh Shin yang telah menghilang dari pandangannya.
"Kalian bertiga habisi apapun yang tersisa" kata Azazel memberikan perintah.
"Baik yang mulia" jawab mereka bertiga serempak.
***
Sementara itu di kedalaman hutan yang sangat jauh dari kerajaan Phoenix, terlihat sekelompok prajurit dengan menggunakan armor berwarna biru tengah berkumpul dan mereka semua nampak sangat cemas, terlihat ada tiga orang yang menggunakan armor yang sedikit berbeda dengan yang lainya dan juga ada salah seorang wanita yang mengenakan pakaian layaknya seorang ratu, mereka adalah Lily dan kelompok Blue Lightning yang telah di pindahkan oleh dewa Phoenix sebelumnya dengan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki.
"BOOMMMM!!!"
Ledakan yang sangat keras terdengar dari kejauhan dan membuat mereka semua kaget terutama Lily, perasaannya semakin tidak tenang dan setelah ledakan itu terjadi ia merasakan bahwa kekuatan inti api abadi semakin melemah.
"Ledakan apa itu?" ujar Ryuzen.
"Entahlah, aku juga tidak tau" ucap Leo.
"Tapi dari mana asalnya?, bahkan aku tidak menemukan adanya pertempuran bahkan dalam jarak seratus kilo meter di sekitar kita" kata Lina.
"Tidak, ledakan ini sangat jauh dari tempat kita dan aku yakin itu berasal dari kerajaan kita" sahut Lily.
"APAAA!!!" mereka semua tersentak kaget setelah mendengar ucapan Lily.
"Shin aku harap kau baik-baik saja" gumam Lily pelan namun masih bisa di dengar oleh Lina.
"Tenanglah Lily aku yakin, Shin akan baik-baik saja" ujar Lina menenangkan Lily.
"Lina benar, Shin adalah kapten kita dan juga raja kita aku yakin dia akan baik-baik saja" ujar Ryuzen.
"Kalian benar karena aku bisa merasakan kekutan dari api abadi masih ada padanya, namun kekuatan tersebut sangat lemah" jawab Lily pelan.
Mereka semua terdiam dan membisu, serta wajah yang nampak sedikit pucat dan khawatir, meskipun mereka hanyalah teman Shin namun bagi mereka Shin sudah seperti keluarga dan juga kakak tertua mereka semua, sedangkan untuk para prajurit Shin merupakan sosok pemimpin yang sangat mereka hormati karena kepemimpinannya yang hebat dan juga kekuatannya yang sangat menginspirasi seluruh pasukan.
"Baiklah untuk sementara kita akan membuat kemah di sini, kalian semua buatlah lima kelompok, dan setiap kelompok akan aku berikan tugas" kata Leo memberi perintah.
"Baik jendral" jawab mereka serempak kemudian mulai membentuk Lima kelompok.
"Baiklah aku akan memberikan kalian tugas masing-masing, untuk kelompok pertama tugas kalian adalah berburu, kelompok kedua mencari air, kelompok ketiga mencari kayu bakar, kelompok empat mendirikan tenda, dan kelompok lima tugas kalian adalah berjaga" ucap Leo.
"Baiklah untuk saat ini itu saja, dan laksanakan tugas kalian masing-masing" kata Leo dengan suara lantang.
"Baik jendral" jawab mereka serempak dan mulai melakukan tugas masing-masing.
"Terimakasih Leo kau sudah membantuku, dan terimakasih untuk kalian bertiga karena selalu ada bersamaku" ucap Lily.
"Apa yang kau katakan Lily, kita adalah keluarga dan sampai kapanpun akan tetap menjadi keluarga jadi tidak perlu kau berterimakasih pada kami" ujar Lina.
"Benar sekali Lily, dan kami berjanji akan menjagamu sampai Shin kembali kepada kita semua" kata Ryuzen.