
Satu minggu kembali berlalu dan sekarang seluruh pasukan Blue Lightning tengah berkumpul untuk menemui pemimpin mereka, karena sekarang mereka semua telah selesai menyerap energi kristal api.
"Hormat pada pemimpin" ucap seluruh pasukan Blue Lightning serempak sambil berlutut saat mereka melihat kedatangan pemimpin mereka.
Shin melambaikan tangannya sebagai tanda ia menerima hormat pasukannya dan meminta mereka untuk berdiri kembali.
"Karena kalian semua sudah berkumpul lagi artinya kalian telah selesai melakukan tugas yang aku berikan, dan sekarang saatnya untuk kalian semua berlatih mengontrol kekuatan baru yang kalian dapatkan" kata Shin tegas.
"Ryuzen, Leo, Lina dan Reyna akan mengajarkan kepada kalian bagaimana cara mengontrol sekaligus menggunakan kekuatan baru tersebut dan satu hal lagi yang perlu kalian ketahui, mulai sekarang kalian adalah bagian dari bangsa phoenix yang agung" lanjut Shin.
Seluruh pasukan terkejut saat mendengar ucapan Shin yang terakhir, berbagai macam pertanyaan muncul di benak mereka yang merupakan anggota baru dari pasukan Blue Lightning, karena sejak awal yang mengetahui semuanya hanyalah 300 pasukan saja yang merupakan pasukan pertama Blue Lightning.
"Jika kalian masih bingung mereka berempat akan menjelaskan semuanya pada kalian dan kalian juga bebas bertanya apa saja asalkan mengenai kekuatan baru ini dan ingat, sebentar lagi kita akan berperang jadi kalian harus berhasil setidaknya menguasai dasar dari kekuatan baru kalian, jika tidak maka kalian akan gugur dalam medan perang nanti" kata Shin tegas.
"Baik pemimpin" jawab mereka serentak.
Leo, Ryuzen, Lina dan Reyna kemudian membawa seluruh pasukan meninggalkan mansion karena Shin meminta mereka untuk melatih pasukan di hutan selama seminggu dan setelah itu seluruh pasukan akan di siapkan untuk berperang.
"Sayang, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Aurora.
"Kita akan mengunjungi raja Carlos, setelah itu kita juga akan mengunjungi raja Dixgard" jawab Shin.
"Kenapa kita harus mengunjungi raja penghianat itu?" tanya Lily bingung.
"Tidak apa-apa sayang, kita hanya perlu menyapanya saja sebelum kita menaklukkan kerajaannya" jawab Shin.
"Ayah kenapa kita harus mengunjungi paman Carlos?" tanya Alisha.
"Putriku ayah dan paman Carlos adalah teman jadi ayah harus mengunjunginya" jawab Shin.
"Baiklah mari kita berangkat" ajak Shin.
Shin kemudian menggendong Alisha lalu setelah itu mereka berempat terbang menuju ke kerajaan Cronos, Setelah dua jam terbang dengan santai mereka berempat akhirnya sampai di kerajaan Cronos karena memang jarak kedua kerajaan tersebut sangat dekat apa lagi jika ditempuh dengan terbang.
Di halaman istana kerajaan Cronos beberapa prajurit yang sedang berjaga di kejutkan dengan kedatangan Shin, karena sebelumnya mereka telah mengenal siapa Shin mereka lansung menghampirinya dan memberikan hormat.
"Salam Hormat yang mulia, selamat datang di kerajaan kami" sapa para prajurit.
"Terimakasih, aku kemari ingin menemui raja Carlos" kata Shin ramah.
"Baik yang mulia, mari saya antar" kata salah satu prajurit.
Shin, Lily, Aurora dan Alisha kemudian mengikuti prajurit tersebut menuju ke ruang tahta karena raja sedang berada di sana. Sesampainya mereka di ruang tahta mereka di sambut hangat oleh raja Carlos serta keluarga kerajaan.
"Selamat datang raja Shin, kenapa tidak memberitahu sebelumnya kalau anda ingin berkunjung? jika anda memberitahu aku pasti menyiapkan penyambutan spesial untuk anda" ucap raja Carlos ramah.
"Selamat datang paman" sapa pangeran Diego yang baru saja tiba di ruang tahta.
"Pangeran Diego kau tampak luar biasa sekarang" ucap Shin.
"Terimakasih paman" jawab Diego.
"Lalu apa maksud anda dengan hanya singgah saka di sini?" tanya raja Carlos.
"Sebenarnya tujuan kami adalah kerajaan Tempest, dan aku yakin anda pasti sudah mendengar bahwa raja Dixgard menyatakan perang melawanku" jawab Shin.
"Tentu saja aku sudah mendengarnya, dan tenang saja aku pasti akan membantu kerajaan anda" ucap raja Carlos.
"Tidak perlu raja Carlos, sebaiknya anda meningkatkan keamanan kerajaan anda karena aku yakin bahwa raja Dixgard pasti sudah mengirimkan mata-matanya ke sini" kata Shin serius.
"Entah apa yang di pikirkan oleh raja Dixgard, bahkan aku sampai heran sebenarnya kekuatan apa yang ia miliki sampai ia berani menantang kita" ucap raja Carlos.
"Aku juga tidak tau hal itu, yang jelas peperangan ini akan tetap terjadi dan akan aku tunjukkan padanya akibat mengancam kerajaan dan keluargaku" kata Shin.
Raja Carlos kemudian mengajak mereka semua untuk melanjutkan obrolan di meja makan, meskipun Shin sempat menolak dengan alasan dia terburu-buru namun Aurora dan Lily memaksanya untuk tinggal sedikit lebih lama.
Di meja makan mereka semua saling berbagi cerita dan juga pengalaman sambil menikmati makanan, Shin juga menceritakan pada raja Carlos bahwa Aurora juga merupakan istrinya, namun Shin hanya menceritakan sebatas itu saja.
Suasana di ruang makan istana menjadi sangat ramai dan sesekali terdengar gelak tawa dari ruangan tersebut sehingga membuat para prajurit yang berlalu lalang di sana ikut senang, awalnya mereka takut akan terjadi konflik lagi antara raja mereka dan Shin karena mengingat kejadian beberapa waktu lalu, namun sekarang mereka merasa lega karena nampaknya hubungan kedua raja tersebut ternyata semakin membaik.
Setelah selesai makan raja Carlos berniat mengajak mereka untuk kembali melanjutkan obrolan di ruang tamu hanya saja untuk kali ini Shin benar-benar tidak bisa karena dia harus bergegas menuju ke kerajaan Tempest dikarenakan jaraknya yang sangat jauh. Raut wajah kecewa nampak terukir jelas di wajar raja Carlos saat Shin menolak untuk tinggal lebih lama namun dia juga mengerti kalau keadaan Shin saat ini pastilah sedang sulit.
Shin berpamitan kepada raja Carlos dan juga yang lainya lalu setelah itu mereka berempat kembali melesat terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke kerajaan Tempest. Perjalanan menuju ke kerajaan Tempest lumayan jauh terlebih lagi untuk ke sana harus melewati kota Cahaya terlebih dulu yang merupakan kerajaan Light Born sebelum di kalahkan oleh pasukan kerajaan Tempest.
"Ayah apa kerajaan yang ayah maksud masih jauh?" tanya Alisha.
"Tentu saja, mungkin kita akan membutuhkan waktu dua hari jika terbang dengan kecepatan seperti ini" jawab Shin.
"Sayang bagaimana jika kita mampir ke tempat itu terlebih dulu" ucap Lily.
"Tempat itu ya, baiklah kita akan ke sana terlebih dulu karena aku juga sudah merindukan tempat tersebut" kata Shin dengan senyuman khasnya.
"Tempat apa yang kalian maksud?" tanya Aurora.
"Rumah pertama kami, tempat aku membangun semuanya dari awal, semoga saja tempat itu masih sama seperti dulu" ucap Shin.
"Wahhh sepertinya itu tempat yang bersejarah ya" ucap Aurora.