
"Hahahahaha King Dixgard berani sekali kau menyuruhku menunggu lama di depan gerbang istanamu" Kata Lyon yang tiba-tiba masuk ke ruang singgasana.
"King Lyon apakah begini cara untuk bertamu ke kerajaan orang lain" jawab Dixgard.
"Tidak usah basa basi Dixgard aku datang kemari untuk melamar putrimu Celestina untuk menjadi menantuku" kata Lyon.
"Salam yang mulia raja aku adalah pangeran Alex aku ingin sekali menjadikan putri Celestina sebagai istriku" ujar Alex yang baru saja masuk ke ruang singgasana.
"Bagaimana jika aku tidak setuju" jawab Dixgard.
"Maka hanya kehancuran yang akan menimpa kerajaanmu" kata Lyon dengan sinis.
Mendengar perkataan Lyon semua yang ada di ruangan itu berdiri dan memegang senjata mereka, termasuk juga Lily.
"Hahahaha bagus-bagus, berarti hari ini kau sudah menyatakan perang dengan kerajaan ku" kata Lyon.
"Tunggulah kehancuran kalian" lanjutnya.
"Jangan sombong kau king Lyon, kerajaan kami memang kecil tapi kami tidak bisa ditindas oleh kalian" ujar Baston, mukanya memerah menahan amarah.
"Lancang sekali kau Baston berkata demikian dengan raja kami" sahut jendral Kent yang baru saja muncul.
Baston melirik kearah Kent dia ingin mencabut pedangnya dan lansung menyerang Kent namun raja menghentikannya.
"Aku tidak ingin menikah denganmu pangeran bejat" tiba-tiba saja sebuah suara membuat mereka semua terkejut dan menoleh kearah suara itu, itu adalah Celestina yang juga baru saja sampai di aula singgasana.
"Berani sekali kau berkata begitu dengan anakku!!!" kata Lyon, dia menjadi semakin marah.
Sementara Alex dia masih terpana dengan kecantikan putri Celestina, dia terlihat seperti seekor serigala yang siap menerkam seekor kelinci, tanpa pikir panjang pangeran Alex berlari dengan sangat cepat menuju ke arah Celestina namun tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh Lily yang sudah berdiri di depan putri Celestina.
"Hahahaha aku tidak menyangka kerajaan ini penuh dengan wanita cantik" kata Alex.
Dia kemudian mencabut pedang yang ada di pinggangnya dan menyerang Lily, pertarungan tidak bisa di hindarkan Lily menahan setiap serangan Alex namun karena berbeda level dan tentunya juga berbeda kekuatan membuat Lily kewalahan, hingga satu serangan Alex berhasil mengenai lengan kirinya.
"Hahaha tenang saja itu hanyalah racun pelumpuh, kau tidak akan bisa bergerak untuk beberapa waktu, dan aku akan segera menikmati tubuhmu itu, hahaha" Alex tertawa bahagia melihat Lily yang saat ini tak berdaya.
Jendral Baston dan juga Master Rhyno ingin membantunya namun dia di ancam oleh Kent yang saat ini telah menyandera putri Celestina, tidak ada yang tau kapan dia melakukan itu.
Wajah Lily menjadi pucat jantungnya berdetak cepat saat melihat Alex datang menghampirinya dengan pandangan yang sangat mesum, Air matanya menetes membasahi pipinya dia sangat takut dan tidak ingin di sentuh oleh Alex, kemudian dia teringat akan pesan yang di sampaikan oleh Shin.
"Ra..Raiga....Zu... Zuryu a..aku mohon bantu aku" Gumam Lily pelan.
"Apa yang kau katakan cantik, tidak ada yang bisa membantumu, bahkan jika itu dewa sekalipun, Hahahaha" Alex tertawa sejadi-jadinya melihat Lily yang terbaring lemas di depannya.
Tiba-tiba saja tubuh Lily di selimuti oleh asap putih yang tebal, Alex kaget dan lansung melompat ke belakang, semua orang yang ada di ruangan itu melihat kearah Lily yang kini penuh dengan asap.
Beberapa saat kemudian setelah asap itu menghilang seluruh orang di dalam aula singgasana di buat kaget dengan kemunculan seorang Elf dan manusia burung
"Salam hormat yang mulia ratu, maafkan atas keterlambatan kami" ucap keduanya serempak.
"Zuryu kau sembuhkan yang mulia, aku ingin lihat siapa yang berani melukainya" kata Raiga.
Dia kemudian mengeluarkan aura yang sangat kuat bahkan para prajurit kerajaan sampai pingsan karena tidak kuat menahan aura yang sangat kuat itu, Raiga melihat kearah Alex yang kini tengah terduduk dan mencoba sekuat tenaga untuk berdiri namun tidak bisa.
"Kau berani sekali kau melukai ratu kami!!!" kata Raiga matanya memerah karena marah.
"Am.... ampun... ampuni anakku tuan, aku tidak tau bahwa dia adalah ratu kalian" kata Lyon terbata-bata.
"Diam kau, jika raja kami tau hal ini, kalian semua akan di habisi olehnya" kata Raiga dengan nada membentak.
"***..Cukup paman aku sekarang sudah tidak apa-apa" ujar Lily yang sudah mulai bisa menggerakkan tubuhnya.
"Tapi yang mulia, dia memiliki niat buruk terhadapmu, izin aku untuk menghadiahkan kepalanya padamu" jawab Raiga.
"Tidak perlu paman, lagi pula aku baik-baik saja" kata Lily.