
Raja kemudian mengajak mereka semua ke sebuah arena pelatihan di luar istana, agar mereka tidak menghancurkan properti yang ada di dalam istana ketika mereka bertarung, tidak hanya para bangsawan saja yang menyaksikan namun para prajurit yang penasaran juga ikut menyaksikan mereka bertarung.
"Hahaha yang mulia, apa aku di perbolehkan untuk melukai pelayan Duchess Lily?" tanya Duke Daniel.
"Kalau masalah itu kau bisa bertanya lansung pada Duchess Lily" jawab raja.
"Seharusnya aku yang bertanya yang mulia, apakah tidak masalah jika temanku melukai seorang Duke?" tanya Lily.
"Karena aku yang mengizinkan pertarungan ini jadi tidak masalah, asalkan jangan sampai membunuh" jawab raja.
"Hahaha kau sebaiknya menghawairkan pelayanmu ini" ujar Duke Daniel sombong.
"Jangan banyak bicara pak tua, sebaiknya segera mulai pertarungan ini" kata Ryuzen.
"Baiklah agar adil, kalian tidak boleh menggunakan senjata kalian melainkan kalian berdua harus menggunakan senjata prajurit" kata raja.
Mereka berdua setuju dan kemudian meminjam senjata prajurit kerajaan, Duke Daniel menggunakan perisai dan pedang sementara Ryuzen seperti kebiasaannya yaitu menggunakan dua pedang.
"Hahaha bocah apa kau yakin tidak ingin menggunakan perisai?, aku takut kau tidak akan bisa bertahan dari seranganku" kata Duke Daniel sombong.
"Sudah kubilang berhenti bicara dan serang aku" ujar Ryuzen.
"Dasar pelayan sombong" teriak Duke Daniel kesal.
Dia kemudian berlari kearah Ryuzen dan lansung menyerangnya dengan ganas, namun setiap serangan dari Duke Daniel berhasil di tahan dengan mudah oleh Ryuzen, bahkan di sela-sela menangkis setiap serangan Duke Daniel dia masih sempat menguap.
Karena merasa di remehkan Duke Daniel lansung meningkatkan kekuatannya serta menggunakan auranya untuk mengintimidasi Ryuzen, namun ia sangat kaget ketika melihat Ryuzen bisa menahan semua serangannya serta masih bisa bergerak bebas di bawah tekanan auranya.
"Hey pak tua, apa cuma ini yang bisa kau lakukan?" tanya Ryuzen mengejek.
"Sialan kau!!" Duke Daniel meningkatkan lagi kekuatannya untuk menyerang Ryuzen, namun lagi-lagi setiap serangannya bahkan tidak bisa menyentuh Ryuzen.
"Ya ampun kenapa kau sangat lambat, bahkan semut saja bisa lebih cepat dari ini" kata Ryuzen memprovokasi.
Raja dan para bangsawan yang menonton tertawa ketika mendengar ejekan yang dikatakan oleh Ryuzen pada Duke Daniel, sementara Duke Daniel menjadi sangat marah dan kesal karena telah di remehkan oleh orang yang dia sebut sebagai pelayan.
"Kau yang meminta ini pelayan sialan" kata Duke Daniel, dia menggunakan kekuatan penuhnya untuk menyerang Ryuzen secara bertubi-tubi, hingga akhirnya satu serangannya berhasil menggores lengan Ryuzen.
"Hahaha bagaimana bocah" kata Duke Daniel.
"Lumayan" jawab Ryuzen santai.
"Sialan, akan aku habisi kau di sini" kata Duke Daniel marah.
Dia kembali menyerang Ryuzen dengan membabi buta, karena telah termakan oleh emosi setiap serangan Duke Daniel menjadi tak beraturan, sementara Ryuzen hanya tersenyum senang sambil menahan setiap serangan Duke Daniel.
Suara pedang yang beradu terdengar nyaring hingga ke seluruh istana dan membuat para prajurit berdatangan ke asal suara karena merasa penasaran.
"Apa kau hanya bisa bertahan bocah" kata Duke Daniel.
"Hahahaha, jika aku menyerang aku takut kau akan kalah" kata Ryuzen sombong.
Beberapa serangan Duke Daniel berhasil melukai Ryuzen lagi dan membuat Duke Daniel semakin semangat untuk menyerang Ryuzen, dia merasa peluang untuk menang sudah di depan mata.
Dan benar saja dia berhasil memojokkan Ryuzen dan juga berhasil melukainya lagi, Duke Daniel bahkan tertawa senang ketika memyerang Ryuzen dengan bertubi-tubi, namun tertawanya tiba-tiba berhenti ketika tebasan pedangnya hanya mengenai udara saja dan Ryuzen menghilang dari pandangannya.
"Hey pak tua, apa kau sudah senang karena berhasil melukaiku?" tanya Ryuzen.
Duke Daniel sangat kaget ketika mendengar suara Ryuzen berasal dari belakangnya dan benar saja ketika dia memutar badannya Ryuzen sedang berdiri santai di ujung arena yang berlawanan dengannya.
Tidak hanya Duke Daniel, raja bahkan semua orang yang menyaksikan itu kecuali Lily dan teman-temannya sangat terkejut serta bingung bagaimana bisa Ryuzen berada di sana, dalam sekejap mata, raja dan para bangsawan menoleh ke arah Lily.
"Jika kalian ingin bertanya, maka jawabannya sedari tadi Ryuzen hanya main-main" kata Lily santai.
"Jika dia serius maka hanya dalam satu gerakan Duke Daniel sudah pasti akan kalah" ujar Leo.
"Ja-jadi sebenarnya seberapa kuat pelayan anda Duchess Lily?" tanya Duke Eric.
"Pertama harus aku katakan pada kalian, mereka bertiga bukanlah pelayanku melainkan teman-teman ku, dan seberapa kuat Ryuzen dia bahkan bisa menghadapi seratus pasukan iblis sendirian" jawab Lily santai.
"APA!!!!" mereka semua kaget mendengar jawaban Lily.
"Jika kalian tau Ryuzen bahkan bisa menghadapi seribu tentara iblis sendirian sudah pasti kalian semua akan berfikir ribuan kali untuk merendahkannya" kata Lily dalam hatinya.
"Menghadapi seratus pasukan iblis sendirian bukanlah hal yang mudah" ucap Duke Eric.
"Aku rasa Duke Daniel telah menyinggung orang yang salah" ujar Duke Homer.
"Hah... setidaknya dia akan mendapatkan pelajaran agar tidak terlalu sombong" kata Duke Eric.
Duke Daniel masih tertegun dengan kejadian yang baru saja ia alami, ia bahkan tidak bisa melihat pergerakan Ryuzen padahal saat itu ia sangat yakin sudah bisa melukai Ryuzen yang telah terdesak.
"Ba-bagaimana bisa kau berada di sana?" tanya Duke Daniel.
"Itu tidak penting bagimu untuk tau, sekarang saatnya giliranku, untuk menyerang" kata Ryuzen santai.
Ryuzen melangkahkan kakinya dan hanya dalam hitungan detik dia sudah berada di depan Duke Daniel dengan mengacungkan pedangnya ke leher Duke Daniel.
Tubuh Duke Daniel bergetar ketakutan, pedang dan perisai yang ia pegang terlepas dari tangannya, karena kakinya yang bergetar hebat dan tak mampu menahan tubuhnya lagi akhirnya Duke Daniel terjatuh dan terduduk di depan Ryuzen.
"Bagaimana tuan bangsawan, apa kau masih mau bertarung dengan pelayanan ini?" kata Ryuzen dengan senyum yang menyeramkan.
"Ma-maafkan aku, aku mengaku kalah, aku sudah salah menilai anda tuan" kata Duke Daniel gugup.
"Bagus dan sesuai janji kau harus melayani kami selama kami di sini" kata Ryuzen.
"Ba-baiklah akan aku lakukan itu" jawab Duke Daniel.
Mereka semua hanya memandangi Ryuzen dengan mulut sedikit terbuka serta tak percaya dengan yang baru saja mereka saksikan, kecepatan Ryuzen sangatlah tinggi bahkan tidak ada seorangpun dari mereka yang berhasil mengikuti gerakan serangan terakhir Ryuzen.
"Kalau begitu pertarungan ini aku nyatakan selesai dan dimenangkan oleh Ryuzen" kata raja.
Ucapan raja yang menyatakan kemenangan Ryuzen membuat mereka tersadar dari lamunan kemudian mulai bertepuk tangan dan bersorak atas kemenangan Ryuzen.