The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Awal Kebangkitan Bangsa Phoenix ²



Setelah selesai melakukan penyerapan mereka berempat kemudian di ajak oleh Aurora menuju ke halaman istana untuk menguji pemahaman serta kekuatan yang telah mereka dapatkan.


"Sekarang gunakan kekuatan dan pemahaman yang kalian dapatkan untuk membuat sayap dari aura" perintah Aurora.


Mereka berempat kemudian memejamkan mata dan mencoba untuk memfokuskan dirinya, perlahan-lahan aura merah dan biru menyelimuti tubuh mereka namun untuk membentuk sayap dengan aura tidaklah semudah membalikkan telapak tangan meskipun mereka telah mengetahui caranya namun tetap saja akan sulit karena ini adalah pertama kalinya bagi mereka.


"Jangan di paksakan dan lakukan sesuai dengan pemahaman yang kalian dapatkan" kata Aurora.


Setelah setengah jam berlalu akhirnya Leo berhasil membentuk sepasang sayap merah di punggungnya dengan menggunakan auranya.


"Bagus Leo sekarang cobalah untuk terbang" perintah Aurora.


"Cihh, malah dia yang berhasil duluan" gumam Ryuzen kesal karena bukan dia yang pertama.


Leo mencoba untuk mengepakkan sayapnya secara perlahan-lahan namun lagi-lagi melakukannya sangatlah sulit karena dia bekum terbiasa, hingga akhirnya dia berhasil terbang setinggi dua meter namun setelah itu terjatuh karena konsentrasinya terpecah.


Sementara itu Ryuzen, Lina, dan Reyna masih berusaha untuk membuat sepasang sayap dengan aura mereka, hingga setelah setengah jam berikutnya akhirnya mereka bertiga berhasil membentuk sepasang sayap di punggungnya.


Aurora kemudian memberikan perintah yang sama pada mereka yaitu belajar untuk terbang, dan sekarang Leo nampak sudah mulai terbiasa meskipun kadang-kadang ia sering hampir terjatuh karena konsentrasinya yang terpecah.


Pelatihan mereka berempat terus berlanjut sampai beberapa hari di istana bangsa phoenix dan sekarang mereka telah bisa menumbuhkan sepasang sayap di punggungnya serta mereka juga telah bisa terbang dengan bebas, bahkan Aurora meminta mereka untuk berlatih tanding sambil terbang.


"Aku ucapkan selamat untuk kalian berempat karena telah bisa menumbuhkan sayap sesungguhnya dan sudah sangat leluasa untuk terbang dan sekarang yang terakhir yaitu bertransformasi menjadi phoenix" ucap Aurora.


"Tapi ratu kita sudah berada di sini sangat lama apakah tidak masalah?" tanya Ryuzen.


"Tenang saja Ryuzen karena di dunia nyata waktu baru berlalu satu jam" jawab Aurora.


"Benarkah, berarti kita bisa dengan bebas berlatih di sini" ujar Reyna.


"Benar Reyna, tapi tetap saja kalian harus secepat mungkin bisa bertransformasi menjadi phoenix karena sebentar lagi di dunia nyata akan malam" ucap Aurora.


"Baiklah kami akan lansung berlatih" kata Lina.


Mereka berempat kemudian lansung berpencar dan memilih tempat latihan yang cocok, karena belajar dari pengalaman sebelumnya saat mereka bersama maka bisa saja konsentrasi mereka terpecah jadi karena itu mereka memutuskan untuk berlatih sendiri-sendiri meskipun masih di halaman istana.


**


Di dunia nyata,...


Sore harinya Lily perlahan-lahan membuka matanya saat hidungnya tanpa sengaja mencium aroma yang sangat harum sehingga membuatnya merasa lapar.


"Ayah, ibu sudah bangun" ucap Alisha senang.


"Syukurlah kalau begitu, ajak ibumu ke sini agar kita bisa makan bersama" kata Shin.


"Baik ayah" jawab Alisha.


Lily yang baru saja bangun agak terkejut karena tidak menemukan Shin berada di sampingnya dan tentu saja dia merasa khawatir, namun setelah ia menoleh ke arah sumber bau harum masakan tersebut dia kembali menjadi tenang karena ternyata Shin telah sadar lebih dulu darinya dan sekarang tengah memasak makanan.


"Ibu, mari kita makan bersama" ajak Alisha.


Lily hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum lembut kepada putrinya kemudian dia segera bangun dan berjalan menghampiri Shin bersama Alisha.


"Sayang bagaimana keadaanmu?" tanya Lily.


"Sangat baik, dan ini semua berkatmu" jawab Shin.


"Semua ini ayah yang masak bu" jawab Alisha dengan semangat.


"Benarkah itu?" tanya Lily.


"Tentu saja" jawab Shin singkat.


"Bisa kita makan sekarang aku sudah lapar" kata Alisha.


"Hahahaha ternyata putri ayah sudah kelaparan ya" ucap Shin.


Mereka bertiga kemudian makan bersama dengan sangat lahap, Lily bahkan tidak menyangka bahwa masakan suaminya sangat lezat.


"Sayang masakan mu sangat lezat, tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu masak sebelumnya?" tanya Lily bingung


"Hahaha itu karena aku saja yang malas untuk masak, hari ini aku sengaja masak karena Alisha yang meminta, katanya dia ingin mencoba masakan ku" jawab Shin santai.


"Setelah ini aku akan terus makan masakan ayah" ujar Alisha senang.


"Benarkah, jadi setelah ini ibu tidak perlu lagi membuat makanan untukmu" ucap Lily bercanda.


"Tidak, tidak, tidak, ibu harus tetap membuat makanan untukku karena masakan ibu juga sangat lezat" ucap Alisha.


Shin dan Lily tertawa kecil melihat tingkah anak mereka, dan sekali lagi Shin bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga yang mana tidak ia rasakan saat di bumi, meskipun ia juga memiliki banyak saudara saat di panti asuhan namun rasanya sangat berbeda dengan saat ini.


Dia bahkan tidak menyangka bahwa sekarang dia bisa merasakan kehangatan keluarga yang sesungguhnya, meskipun ada sedikit rasa penyesalan dalam hatinya karena pada saat Lily melahirkan Alisha dia tidak ada di sampingnya dan bahkan dia tidak bisa melihat pertumbuhan anaknya sendiri mulai dari bayi sampai sekarang.


Namun Shin tetap senang karena bisa berkumpul lagi dengan keluarga kecilnya itu, dan bahkan sekarang bisa di katakan dia sudah memiliki sebuah keluarga besar karena ia sudah menganggap Ryuzen, Leo, Lina dan Reyna sebagai saudaranya sendiri, meskipun kehadiran Reyna dalam keluarganya bisa di katakan masih baru, namun tetap saja dia adalah bagian dari keluarganya.


**


Di istana bangsa phoenix setelah beberapa hari kembali berlalu, kini nampak empat ekor burung Phoenix raksasa tengah terbang bebas di langit, keempat burung Phoenix tersebut tidak lain adalah Ryuzen, Leo, Lina dan Reyna yang telah berhasil menguasai perubahan wujud.


"Akhirnya mereka berempat telah menguasai sepenuhnya perubahan wujud" gumam Aurora senang.


Keempat Phoenix tersebut kemudian turun di halaman istana dan berubah kembali menjadi manusia, dari wajah mereka terlihat kebahagiaan karena telah berhasil menjadi Phoenix yang sesungguhnya.


"Selamat karena kalian telah berhasil menjadi Phoenix yang sesungguhnya, dan sekarang waktunya kita kembali ke dunia nyata" kata Aurora.


"Baik ratu" jawab mereka serempak.


Aurora, Leo, Ryuzen, Lina dan Reyna membuka mata mereka dan kembali ke dunia nyata, hal pertama yang mereka rasakan saat kembali adalah lapar karena mencium aroma masakan Shin.


"Akhirnya kalian selesai juga, jadi bagaimana?" tanya Shin.


"Mereka berempat telah berhasil menjadi phoenix" jawab Aurora senang.


"Bagus, dengan begini kebangkitan bangsa phoenix hanya tinggal menunggu waktu saja" kata Shin senang.


"Lalu bagaimana keadaanmu?" tanya Aurora.


"Aku sangat baik, ini semua berkat Lily" jawab Shin.


Mereka semua kemudian makan bersama dengan sangat lahap, setelah selesai makan mereka memutuskan untuk berkemah di puncak gunung tersebut sambil menikmati suasana kebersamaan mereka sebagai sebuah keluarga besar.