
Setelah mengucapkan selamat dan memberikan peringatan kepada Shin dan juga Lily sang dewa Phoenix kemudian pergi meninggalkan keheningan diantara mereka berdua.
"Apa dia sudah pergi?" tanya Lily.
"Aku rasa sudah" jawab Shin.
"Lily maafkan aku ya, gara-gara ini sekarang kita malah dalam masalah" ujar Shin sambil menunjuk tangan mereka yang terluka.
"Sudahlah tidak apa-apa aku malah senang kau melakukan itu untukku" jawab Lily sambil memeluk Shin.
Shin membalas pelukan Lily dengan hangat, setelah itu mereka kembali bersiap-siap untuk segera turun ke bawah menemui para tamu undangan.
***
Ryuzen dan Leo sibuk menyambut para tamu yang datang, meskipun tidak terlalu banyak yang datang namun acara itu lebih di ramaikan oleh para penduduk yang datang walaupun tidak di undang.
Lina saat ini tengah sibuk menyiapkan beberapa makanan untuk para tamu dia di bantu oleh anggota guild yang sudah berpakaian seperti seorang pelayan.
Di sebuah meja yang terlihat berbeda dengan yang lainnya karena meja itu di khususkan untuk sang raja dan putri terlihat mereka tengah berbincang, namun hanya sang raja yang ceria sedangkan putri nampak masih murung dan sedih.
"Sudahlah putriku kau jangan bersedih lagi" kata Dixgard.
"Aku tidak sedih ayah, hanya saja aku masih belum bisa melupakan Shin" jawab Celestina, dia masih sangat sedih atas keputusan Shin yang menolak cintanya.
Raja tidak bisa melakukan apa-apa, dia hanya bisa pasrah atas apa yang tengah menimpa putrinya, jika saja orang itu adalah pangeran suatu kerajaan atau anak dari seorang bangsawan mungkin kerajaan itu sudah diserangnya, namun dia tau sosok Shin bukanlah orang yang bisa dia singgung.
Dia saja sampai rela datang ketempat terpencil di kerajaan demi membuat hubungan baik dengan Shin, agar di masa depan Shin mau membantu kerajaan miliknya saat di dalam masalah, jadi dia tidak mau ikut campur dalam masalah asmara anaknya itu.
Beberapa saat kemudian Shin keluar dari dalam rumah, semua mata yang ada di sana memandang kearah Shin dengan dengan ketampanannya dia menggunakan setelan pakaian warna putih, yang menambah kesan wibawa pada dirinya.
"Wah lihat apakah dia pemimpin Guild Blue Lightning, aku tidak menyangka dia sangat tampan".
"Kau benar aku dengar bahkan putri kerajaan ini sampai tergila-gila padanya"
"Aku tidak menyangka kenapa dia malah menolak putri raja, hanya orang bodoh saja yang menolak lamaran seorang putri"
"Andai saja aku yang di lamar, aku tidak akan pernah menolaknya"
"Hah sudahlah kau kan hanya orang biasa"
"Apa salahnya aku sedikit bermimpi"
"Heh dasar orang tidak berguna"
"apa kau bilang"
Bermacam-macam ucapan keluar dari setiap para tamu yang hadir di sana, ada juga yang tidak peduli dengan hal itu dan lebih memilih makan makanan yang ada di sana, ada juga yang asyik mengobrol satu sama lain.
Shin yang tengah berdiri di depan semua orang melihat kearah meja khusus raja, kemudian dia berjalan ke sana, sang raja yang mengetahui bahwa Shin menghampirinya lansung berdiri dan menyambut kedatangannya.
"Selamat atas pernikahan anda yang mulia" kata Dixgard.
"Terimakasih king Dixgard, dan selamat datang di acara ku yang sederhana ini" jawab Shin.
"Selamat datang juga tuan putri" kata Shin tersenyum lembut kepada Celestina.
Celestina hanya mengangguk pelan namun dia tidak berani memandang wajah Shin secara lansung dia masih merasa sedih dengan apa yang terjadi sebelumnya.
"King Dixgard, sekali lagi aku sangat mengucapkan rasa terimakasih pada anda karena sudah mau datang ketempat ini" kata Shin.
"Tidak perlu berterimakasih yang mulia, ini aku lakukan agar hubungan kita menjadi semakin baik" jawab Dixgard.
"Aku mohon yang mulia jangan panggil aku seperti itu, cukup panggil aku Shin saja" ujar Shin.
"Ah.... baiklah tuan Shin" jawab Dixgard.
"Dia sedang berada di kamarnya yang mulia, mungkin sebentar lagi dia akan segera turun ke bawah" jawab Shin.
"Sekali lagi aku ucapkan selamat atas pernikahanmu tuan Shin, maaf aku tidak memberikan hadiah apa-apa, aku bingung ingin memberikan apa padamu" kata Dixgard.
"Tidak perlu sungkan king Dixgard, anda bisa hadir disini adalah sebuah hadiah bagi saya" jawab Shin.
"Baiklah yang mulia saya harus pamit dulu, silahkan nikmati makanan yang kami sediakan, tuan putri saya pamit" kata Shin dengan ramah kemudian berdiri dan beranjak dari tempat itu.
Shin kembali masuk ke dalam rumah, untuk menjemput Lily dan beberapa saat kemudian dia keluar lagi bersama dengan Lily mereka terlihat sangat serasi dengan pakaian serba putih, terlihat sederhana namun sangat megah itulah kesan yang pertama ada dalam pikiran setiap tamu yang datang saat melihat mereka berdua.
( Disini author skip dikit ya, karena bingung gimana pernikahan para bangsawan atau raja-raja)
Setelah seluruh acara resepsi di lakukan dan selesai mengucapkan sumpah pernikahan semuanya mengucapkan selamat kepada mereka berdua, mulai dari raja Dixgard kemudian putri kerajaan lalu setelah itu diikuti oleh semua tamu dan terakhir adalah ucapan selamat dari raja dan ratu bangsa Elf, serta raja dan ratu manusia Griffin.
Setelah menerima banyak sekali ucapan selamat dari setiap tamu yang datang, akhirnya Shin dan Lily bisa kembali beristirahat di dalam kamar Shin.
"Hah.... aku sungguh sangat lelah" keluh Shin.
"Sudahlah, jangan mengeluh lagian siapa suruh kau mengajak banyak orang untuk datang" jawab Lily.
"Aku tidak pernah mengundang mereka, aku rasa mereka semua datang sendiri" ujar Shin kemudian merebahkan badannya di atas tempat tidur.
"Yah, setidaknya semuanya berjalan dengan lancar" ucap Lily kemudian duduk di pinggir tempat tidur.
"Istirahat lebih dulu, nanti malam kita akan mengadakan acara lagi dengan semua anggota guild" lanjutnya.
"Hah.... kenapa masih saja ingin mengadakan pesta" ujar Shin.
"Sudah kubilang jangan mengeluh, sekarang kau istirahatlah aku ingin mandi dan berganti pakaian" kata Lily.
"Bisakah kita mandi berdua" sahut Shin dia berniat menggoda Lily.
"Ti-tidak boleh, tunggu nanti saat punya rumah sendiri" jawab Lily kemudian meninggalkan Shin.
"Hahahaha, dia masih saja malu" gumam Shin pelan.
Setelah itu dia tertidur karena merasa kelelahan.
"Tok tok tok"
"Hooaamm" suara ketukan pintu membangunkan Shin.
"Ada apa?" tanya Shin.
"Maaf mengganggu master, tapi yang mulia raja ingin kembali ke kerajaan" kata salah seorang anggota guild.
"Baiklah aku akan segera turun" ujar Shin.
Setelah itu dia mencuci wajahnya dia sedikit terkejut saat melihat keluar jendela karena hari sudah sore dan matahari hampir terbenam, dia tidak menyangka akan tertidur selama itu, setelah selesai membersihkan diri Shin kemudian turun ke lantai bawah, tepatnya di ruangan tamu.
"King Dixgard maafkan aku membuat anda menunggu" kata Shin yang baru saja datang.
"Tidak apa-apa tuan Shin, aku hanya ingin berpamitan pada tuan" jawab Dixgard.
"Baiklah yang mulia, terimakasih sudah datang ke sini" ujar Shin.
"Sama-sama tuan, dan anda tidak perlu sungkan kita adalah teman jadi wajar kalau aku hadir di pernikahan temanku sendiri" jawab Dixgard.
"Hahaha kau benar tuan, sekali lagi terimakasih" ucap Shin
"Sama-sama tuan, kalau begitu aku pamit" kata Dixgard kemudian pergi meninggalkan kediaman mereka.