
Pertarungan sengit antara kedua dewa tersebut berlangsung sangat lama bahkan sampai berjam-jam, namun dari kedua pihak masih belum ada yang menyatakan ingin menyerah ataupun kelelahan.
Sementara itu ratu Aurora masih setia menunggu dan menyaksikan pertarungan antara suaminya dan dewa bangsa Ular, ratu Aurora sangat ingin membantu Shin namun saat ini dia hanyalah roh biasa yang tidak memiliki raga dan meskipun ia bisa membantu ia yakin bahwa Shin akan tetap menolaknya.
Ratu Aurora sudah mengenal Shin sejak ribuan tahun yang lalu dan ia sudah mengenal bagaimana sifat Shin, saat ia berhadapan dengan orang yang mengganggu keluarga ataupun orang yang di sayanginya ia akan mati-matian menghadapi dan mengalahkan orang tersebut sendirian karena hal tersebut sudah menyangkut harga dirinya sebagai seorang dewa.
"BOOMMM!!!"
"BOOMMM!!!"
Ledakan besar terus bersahut-sahutan dan menghancurkan seisi hutan, kini hutan lebat nan rindang tersebut hampir hancur separuhnya akibat pertarungan kedua Dewa tersebut, dan tidak ada yang bisa menghentikan mereka berdua kecuali keduanya yang ingin berhenti.
"BOOMMM!!!"
Keduanya terpental beberapa meter kebelakang dari tubuh mereka terlihat penuh dengan luka akibat sayatan senjata yang mereka gunakan, Shin dengan senjata pedang phoenix-nya dan Idril dengan tombak pusaka ularnya.
"Hahahaha sungguh pertarungan yang sangat menyenangkan" kata Idril.
"Jika saja kau tidak menginginkan istriku maka pertarungan ini tidak akan terjadi" ujar Shin.
"Hahaha jika kau bisa menukarkan dengan sesuatu yang lebih baik maka aku akan mempertimbangkan hal itu lagi" ucap Idril.
"Apa kau sudah mengaku kalah melawanku?" tanya Leon menyindir.
"Kalah!!, jangan bermimpi terlalu tinggi dewa Phoenix, aku sama sekali tidak akan menyerah begitu saja" jawab Idril kesal
"Hahaha aku kira kau sudah tidak sanggup lagi" kata Shin memprovokasi.
"Heh!! jangan sombong kau dewa Phoenix, akan aku hancurkan kesombongan mu itu" kata Idril kemudian berubah menjadi seekor ular yang memiliki lima kepala.
"Kau pikir aku akan diam saja" ujar Shin kemudian bertransformasi menjadi burung Phoenix ungu.
Kedua hewan suci tidak kedua dewa tersebut kembali melanjutkan pertarungan mereka berdua namun kali ini mereka sama-sama menunjukkan wujud aslinya.
Kini seluruh daratan Elf Kingdom bisa melihat kedua hewan raksasa tersebut tengah bertempur, dan kali ini seluruh hutan benar-benar hancur karena pertarungan mereka berdua.
"Lihat itu Dewa Agung!!" kata raja Aragorn menunjuk ke arah pertarungan Shin dan Idril.
"Benar itu Dewa Agung, dia sedang bertempur dengan Idril sang dewa Ular" ujar raja Celeborn.
Kekhawatiran mereka semua bertambah saat mengetahui bahwa yang menyebabkan ledakan besar sejak tadi adalah pertarungan Dewa mereka dan Dewa bangsa Ular, mereka semua takut kalau sampai terjadi sesuatu dengan Dewa Agung mereka.
"Semoga saja Dewa Agung bisa menang" kata semua bangsa Elf yang menyaksikan pertarungan tersebut dalam hati mereka.
**
Sementara itu di kerajaan Angin Lily yang tengah duduk santai menikmati waktu sore bersama Alisha tiba-tiba saja merasakan kekhawatiran yang sangat besar dalam hatinya.
"Ada apa ibu?" tanya Alisha.
"Ibu jangan khawatir, ayah adalah orang yang kuat bahkan adalah orang terkuat yang pernah aku temui, jadi tidak mungkin ada orang yang bisa mengalahkan ayah" kata Alisha menenangkan ibunya.
Lily tidak menjawab perkataan Alisha melainkan hanya tersenyum dan memeluk erat tubuh Alisha, entah kenapa tiba-tiba saja perasaannya menjadi sangat khawatir pada Shin, tanpa ia sadari air matanya perlahan mulai menetes dan membasahi pipinya.
"Sayang semoga saja kau tidak apa-apa" batin Lily.
Lily yang tengah memeluk erat tubuh Alisha dan termenung dalam lamunannya tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Ryuzen, Leo dan juga Lina.
"Lily kau kenapa?" tanya Lina khawatir.
"Tidak apa-apa Lina, aku hanya sedang merindukan Shin" jawab Lily.
Mereka semua terdiam seribu bahasa, jika saja Lily sedih karena sesuatu hal atau ada yang mengganggunya maka mereka bertiga akan bisa membantunya atau menghabisi orang yang telah membuatnya sedih, namun kali ini berbeda cerita karena yang menyebabkan Lily sedih adalah suaminya sendiri yang merupakan pemimpin mereka sendiri.
**
Shin yang tengah bertarung dalam wujud phoenix-nya tiba-tiba saja merasakan dadanya sangat sakit seperti di tusuk oleh jarum untuk sesaat, dan hal ini pula yang menyebabkan dia sedikit lengah sehingga serangan dewa ular mengenainya dan membuatnya terpental dan jatuh ke tanah.
"Hahahaha rasakan itu dewa Phoenix" kata Idril senang.
Shin sama sekali tidak menjawab perkataan Idril, bahkan dia sama sekali tidak merasakan sakit akibat serangan dari dewa ular yang tepat mengenainya, yang saat ini ia pikirkan adalah keadaan Lily dan Alisha. Dan entah kenapa tiba-tiba dari dalam lubuk hatinya ia sangat merindukan istri dan anaknya.
Ratu Aurora menyadari ada sesuatu yang salah dengan Shin, namun lagi-lagi kali ini dia hanya bisa berdiam diri dan sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Shin, terlebih ia sadar bahwa yang mengganggu pikiran Shin saat ini adalah Lily dan Alisha putrinya.
"Hahaha ada apa Dewa Phoenix kenapa kau malah diam saja" sindir Idril.
"Kau tau satu hal, aku baru saja merasakan perasaan yang sama sekali tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata ataupun perasaan yang bisa di mengerti oleh orang sepertimu!!" kata Shin.
Phoenix ungu raksasa tersebut kemudian bangkit lagi namun kali ini dengan semangat dan kekuatan yang lebih besar, dan entah kenapa saat dia memikirkan Lily dan Alisha ia seperti mendapatkan dorongan untuk bangkit lagi dan seperti ada kekuatan besar yang masuk kedalam dirinya.
"Kenapa kekuatannya sangat berbeda" gumam Idril.
Shin mengepakkan kedua sayapnya kemudian terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Idril. Begitu juga dengan Idril dia melesat dengan cepat dan lansung maju untuk menyerang Shin.
Pertarungan sengit kembali terjadi antara kedua dewa tersebut namun dalam pertarungan kali ini ada yang berbeda dengan Shin, yaitu kekuatan dalam dirinya tiba-tiba meluap dan menjadi semakin besar saat dia memikirkan Lily terutama saat dia memikirkan Alisha. semangat dirinya untuk bertarung menjadi sangat membara bahkan sampai membuat Idril merasakan tubuhnya sedikit bergetar.
Shin menyemburkan api ungu dari dalam paruh burungnya, sementara Idril juga menyemburkan api, racun, dan kabut asap yang mengandung racun yang sangat kuat untuk menghadapi kekuatan api ungu Shin, karena Idril tau bahwa kekuatan api tersebut bukanlah sesuatu yang bisa ia remehkan.
Idril sendiri memiliki dua kekuatan lainnya selain racunnya yang sangat mematikan, yaitu dia juga bisa menyemburkan api serta menyemburkan kabut asap yang berwarna hijau dengan kandungan racun yang sama ganasnya dengan racunnya sendiri.
Meskipun Idril sudah mengeluarkan ketiga kekuatannya untuk menghadapi api ungu dari dewa Phoenix namun tetap saja kekuatannya masih belum setara dengan api ungu milik Shin, selain itu kekuatan Shin juga tiba-tiba meningkat pesat sehingga membuat Idril merasa keheranan.
Kekuatan api ungu Shin yang sangat ganas berhasil mengalahkan tiga macam kekuatan Idril, sehingga api ungu tersebut berhasil membakar tubuh Idril hingga membuatnya terluka parah.
Idril yang tengah terbakar oleh api ungu tersebut kemudian menggulingkan tubuhnya di seluruh hutan agar api ungu yang ada di tubuhnya dapat dipadamkan namun naas api tersebut malah semakin besar dan membakar seisi hutan.
"Inilah yang dinamakan kekuatan keluarga yang sama sekali tidak bisa kau bayangkan!!" kata Shin tegas.