The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Penyerapan Energi Kristal Api



Keesokan harinya Shin mengumpulkan seluruh pasukan Blue Lightning baik itu yang lama maupun yang baru, Shin bisa melihat sangat banyak wajah baru dalam pasukan khusunya itu dia bahkan tidak menyangka bahwa pasukannya akan bertambah dengan sangat cepat. Begitu juga dengan anggota baru pasukan Blue Lightning mereka sangat tidak menyangka bahwa pemimpin mereka masih sangat muda namun bisa mereka rasakan kekuatannya tidak bisa mereka ukur.


Kekuatan Shin saat ini bisa di bilang belum sepenuhnya pulih, itu karena Shin belum sepenuhnya membangkitkan jiwa agung phoenix ungu, walaupun sekarang dia sudah bisa bertransformasi menjadi phoenix seutuhnya namun tetap saja dia masih belum membangkitkan Jiwa agung phoenix ungu sepenuhnya.


Meskipun belum sembuh seutuhnya kekuatan Shin tidak bisa di pandang dengan sebelah mata, karena jika di ukur dengan menggunakan kristal pengukur kekuatan maka kekuatan Shin saat ini hanya tinggal dua tahap lagi sampai dia menjadi dewa seutuhnya, yang artinya kekuatan Shin saat ini ada di tahap Mortal.


"Terimakasih sudah mau berkumpul di sini, sebelum itu perkenalkan aku adalah Shin pemimpin tertinggi pasukan Blue Lightning aku tidak akan menjelaskan tentang tujuan pasukan Blue Lightning karena aku yakin kalian semua pasti sudah mengetahuinya saat perekrutan dan pelatihan, jadi lansung saja pada intinya tujuanku mengumpulkan kalian adalah untuk memberikan kalian kekuatan yang lebih besar, namun sebelum itu kalian harus mengambil kristal-kristal ini terlebih dulu" kata Shin sambil mengeluarkan 1500 kristal api merah dan 1500 kristal api biru.


Seluruh pasukan Blue Lightning maju satu persatu untuk mengambil dan memilih kristal dengan warna yang sesuai dengan mereka semua, setelah beberapa menit berlalu akhirnya semua kristal api merah dan biru telah terbagi rata pada semua anggota Blue Lightning.


"Baguslah serap energi yang terkandung dalam kristal tersebut dan ingat tidak perlu memaksakan diri" kata Shin menjelaskan.


"Baik yang mulia" jawab mereka serempak.


"Bagus sekarang silahkan bubar dan ingat lansung serap semua energi yang ada dalam kristal tersebut, jika telah selesai baru temui aku" kata Shin kemudian dia berjalan pergi meninggalkan seluruh pasukan.


Setelah kepergian pemimpin mereka semua pasukan Blue Lightning mulai membubarkan diri dan lansung mencari tempat untuk menyerap energi dari kristal api namun ada juga yang lansung duduk bersila dan mulai menyerap energi dari kristal api. Sementara Shin sendiri dia lansung kembali kedalam mansion untuk menemui Ryuzen dan yang lainnya.


"Aurora dimana yang lainnya?" tanya Shin bingung karena hanya ada Aurora di ruang tamu.


"Mereka semua pergi ke puncak gunung belakang mansion, aku di sini untuk menunggumu" jawab Aurora.


"Baiklah kalau begitu mari kita susul mereka" ajak Shin, kemudian keduanya menghilang dari mansion.


Shin dan Aurora muncul di puncak gunung yang ternyata keduanya telah di tunggu oleh Lily bersama yang lainnya, Shin sedikit bingung kenapa mereka mengajaknya ke puncak gunung tersebut.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Shin bingung.


"Kakak sudah menceritakan semuanya, maka dari itu aku memilih tempat ini agar kau bisa lebih tenang dan fokus dalam mentransfer energi untuk mereka" jawab Lily menjelaskan.


"Begitu ya, terimakasih sayang" ucap Shin ramah.


"Sama-sama" jawab Aurora dan Lily serempak.


Shin tersenyum senang melihat kekompakan kedua istrinya tersebut, begitu juga dengan yang lainnya mereka masih tidak menyangka bahwa kedua istri Shin bisa sangat dekat dan juga akrab bagaikan saudara, padahal biasanya akan sangat sulit untuk istri pertama dan kedua bisa se-akrab dan sedekat Lily dan Aurora.


"Aku yakin kalian sudah tau semuanya tapi sebelum itu, Reyna kau adalah anggota baru keluarga kami jadi aku harus menanyakan hal ini, apa kau ingin menjadi bagian dari bangsa phoenix?" tanya Shin.


Reyna terdiam sesaat lalu memandang dan menggandeng tangan Leo, Leo hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Reyna.


"Baguslah kalau begitu, silahkan ambil kristal ini satu-satu" kata Shin sambil menyerahkan empat kristal api.


Ryuzen dan Leo sepakat untuk mengambil kristal api merah Sementara Lina dan Reyna sepakat untuk mengambil kristal biru, awalnya Shin juga agak sedikit penasaran kenapa mereka memilih dengan sangat pas, namun Shin tidak menghiraukan hal tersebut karena baginya kristal apapun yang mereka pilih yang terpenting mereka mau menjadi bagian dari bangsa Phoenix.


"Sekarang serap energi yang ada didalam kristal tersebut" perintah Shin.


Mereka berempat kemudian duduk dengan posisi seperti bersemedi setelah pikiran mereka tenang mereka mulai menyerap energi yang terkandung dalam kristal tersebut secara perlahan-lahan, Shin tidak tinggal diam saja dia juga duduk di depan mereka berempat dan bersiap untuk membantu penyerapan energi kristal tersebut.


"Proses ini mungkin akan lama, jadi bisakah kalian menjaga gunung ini?" pinta Shin.


"Tentu saja, serahkan semuanya pada kami berdua" jawab Lily.


"Aku juga akan menjaga ayah" ujar Alisha.


"Terimakasih sayang, Baiklah kalau begitu aku akan mulai membantu mereka" kata Shin kemudian mulai membantu proses penyerapan energi dari kristal api.


Aura keunguan menyelimuti tubuh Shin, kemudian Aura tersebut menyebar dan terserap ke dalam tubuh Ryuzen dan yang lainnya. Dengan bantuan dari aura milik Shin penyerapan kristal api tersebut bisa di katakan menjadi tiga kali lebih cepat dari biasanya.


Namun dengan membantu mereka berempat sekaligus Shin juga memiliki resiko tersendiri yaitu mengalami luka dalam akibat menggunakan atau mentransfer energi secara berlebihan, Shin tentu saja mengetahui resiko tersebut tapi dia tetap ingin membantu mereka berempat agar proses transformasi mereka menjadi bangsa phoenix bisa di lakukan dengan cepat.


Jika menunggu penyerapan mereka bisa-bisa membutuhkan waktu yang sangat lama, karena penyerapan energi dari kristal api hampir sama dengan penyerapan energi dari kedua inti api itu sendiri hanya saja proses penyerapannya tidak menyakitkan seperti menyerap kristal inti api.


Beberapa jam telah berlalu dan hanya tersisa sedikit energi di dalam kristal api, Shin tetap tenang dan sabar membantu mereka meskipun dia mulai merasakan sakit di dalam tubuhnya, dan tanpa ia sadari darah segar mulai mengalir dari hidungnya.


"Ibu,... ayah berdarah!!!" teriak Alisha yang kebetulan berada di sebelah Shin.


Lily dan Aurora segera berlari menghampiri Shin dan benar saja apa yang di ucapkan oleh Alisha, mereka ingin membangunkan Shin namun jika konsentrasinya terpecah maka Shin akan mengalami luka yang lebih parah, tapi jika tidak mereka hentikan maka kondisi Shin akan semakin buruk.


"Kakak, bagaimana ini?" tanya Lily bingung sekaligus khawatir.


"Begini saja, kita transfer energi kita pada Shin agar bis...."


"Ukhuukk, ukhuukk....!" belum selesai Aurora berbicara Shin sudah batuk darah yang menandakan luka yang ia alami makin parah, namun Shin belum juga membuka mata dan masih tetap membantu Ryuzen dan yang lainnya dalam penyerapan energi dari kristal api.


"Gawat, Lily cepat bantu aku mentransfer energi panda Shin" kata Aurora