
Setelah selesai membereskan para Orc yang tersisa Ryuzen kemudian membawa raja Cronos beserta seluruh pasukannya untuk menemui pemimpin mereka yaitu Lily, dan ketika raja bertemu dengan pemimpin tersebut dia sangat kaget ketika mengetahui bahwa pemimpinnya adalah seorang perempuan.
"Salam pemimpin tugas sudah saya selesaikan" kata Ryuzen.
"Bagus, terimakasih Ryuzen" ucap Lily.
"Pemimpin, dia adalah raja kerajaan Cronos dia datang ingin bertemu dengan anda" kata Ryuzen.
"Salam nona, nama saya adalah Carlos raja dari kerajaan Cronos" ucap Carlos memperkenalkan diri.
"Saya sangat berterimakasih karena nona telah membantu pasukan kerajaan saya, dan jika boleh saya tau nona dari kerajaan mana?" tanya Carlos.
"Kami bukan dari pasukan kerajaan manapun, kami hanyalah kelompok petualang yang membuat guild, dan karena tidak terikat dengan kerajaan manapun kami sering berpetualang dan menjelajahi berbagai tempat" jawab Lily.
"Tidak terikat kerajaan manapun, bukankah itu terlalu mencurigakan?" ujar salah seorang jendral.
"Jendral Albert jaga ucapan mu" kata raja Carlos membentak.
"Yang mulia raja, pasukan mereka sangat mencurigakan bagaimana mungkin mereka bisa memiliki armor sebagus ini jika tidak terikat dengan kerajaan, atau jangan-jangan kalian adalah pasukan iblis?" kata jendral Albert sinis.
Mendengar kata pasukan iblis dari jendral Albert membuat para pasukan Blue Lightning marah, salah satu dari mereka melesat dengan kecepatan tinggi dan dalam sekejap dia sudah berada di depan jendral Albert dengan pedang yang sudah terletak di lehernya.
"Jangan berani-beraninya kau menyebut bangsa iblis di depan kami, atau kerajaan kecil kalian akan kami ratakan dengan tanah" kata prajurit itu pelan, namun tekanan auranya sangatlah kuat.
"Apa-apaan ini, kenapa prajurit ini memiliki tekanan aura yang sangat kuat, bahkan aku saja di buat gemetaran oleh auranya" gumam jendral dalam harinya.
"Prajurit kembali ke tempatmu, kenapa kau lancang sekali" kata Lily tegas.
"Maaf pemimpin, aku siap di hukum atas kesalahanku tapi jendral ini perlu diajari cara menjaga ucapannya agar tidak sembarang bicara" kata prajurit tersebut, kemudian kembali ke tempatnya.
"No-nona tolong maafkan jendral Albert, dia hanya terlalu waspada saja" kata raja Carlos.
"Tidak masalah yang mulia, hanya saja kami sangat membenci yang namanya iblis jadi sudah wajar jika salah satu pasukan ku bertindak demikian" kata Lily menjelaskan.
"Hahahaha, bisa saja ini hanya sandiwara kalian saja" ujar jendral Albert.
"Wah, wah, wah, sepertinya ada yang tidak bisa menyadari dimana tempatnya berada" kata Ryuzen, aura besar yang sangat kuat terpancar dari tubuhnya bahkan berhasil membuat raja gemetar ketakutan.
"Gila orang-orang ini sangat kuat, aku harus bisa merekrut mereka ke kerajaan ku" gumam raja dalam hati.
"Jendral Albert, jika kau bicara sembarangan lagi maka kau akan ku hukum" ujar raja.
"Maaf yang mulia" jawab jendral Albert.
"Sekali lagi aku minta maaf nona, dan bagaimana aku harus berterimakasih pada kalian?" tanya raja.
"Itu tidak perlu yang mulia, sudah sewajarnya kami membantu" jawab Lily.
"Bagaimana jika kalian datang ke istana?" tanya raja lagi.
"....."
"Apa yang harus aku lakukan, agar mereka mau bergabung dengan kerajaanku?, ah ya aku ada satu cara mudah-mudahan berhasil"
"Bagus ini berjalan sesuai perkiraan" kata Lily dalam hati.
"Yang mulia apa yang anda katakan" ujar jendral Albert.
"Keputusanku sudah bulat jendral Albert, dan jika bukan karena mereka mungkin kita sudah mati hari ini" kata raja menjelaskan.
"Maaf yang mulia, tapi hadiah ini terlalu besar untuk kami" kata Lily.
"Berani sekali kau menolak perintah raja, dia sudah berbaik hati menjadikanmu bangsawan, dan seharusnya kau berterimakasih kepada raja" ujar jendral Albert.
"Jendral Albert, apa hakmu untuk bicara?" kata raja tegas.
"Maaf yang mulia" jawab jendral Albert.
"Baiklah, untuk sementara aku akan ikuti keinginan anda yang mulia, namun aku tau hak ini harus di bicarakan dengan para menteri kerajaan serta bangsawan lainnya, jika mereka menolak maka aku dan pasukan ku akan segera pergi dari kerajaan yang Cronos" kata Lily.
"Terimakasih nona, kalau begitu mari kita kembali ke kerajaan dan akan aku pastikan bahwa tidak satupun dari mereka yang akan menolak" ujar raja Carlos dengan semangat.
Setelah itu mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan Cronos, perjalanan menuju kerajaan mereka tempuh dalam waktu dua hari berjalan kaki, dan sesampainya di istana raja lansung mengajak Lily, Ryuzen, Leo dan Lina menuju ke ruang singgasana untuk membicarakan masalah hadiah dari raja.
Ketika mereka masuk ke ruang singgasana raja di sambut oleh semua bangsawan serta menteri kerajaan, namun mereka semua bertanya-tanya siapa yang empat orang yang datang bersama raja?.
"Selamat datang kembali yang mulia" ucap mereka bersamaan.
Raja kemudian duduk di singgasana, dan mempersilahkan semuanya duduk di tempat masing-masing kecuali Lily dan teman-temannya yang masih berdiri.
"Yang mulia, bagaimana perburuan anda?" tanya salah seorang bangsawan
"Untuk saat ini aku tidak ingin membahas itu dulu karena ada sesuatu yang lebih penting" ucap raja.
"Apa itu yang mulia?" tanya salah satu menteri.
"Pertama perkenalkan mereka berempat adalah petualang yang telah menyelamatkan nyawaku, dan dia adalah Lily pemimpin mereka, kedua sebagai hadiah aku memberikan gelar bangsawan Duke padanya dan akan memberikan sebuah wilayah untuknya" kata raja menjelaskan.
"Apa!!!, maaf yang mulia bukan hamba menentang, tapi kualifikasi apa yang dia punya sehingga pantas menjadi seorang bangsawan apa lagi Duke"
"Benar yang mulia, jika ingin menjadi bangsawan dia haruslah memiliki harta dan juga pasukan"
"Aku juga tidak setuju yang mulia, mereka hanyalah rakyat jelata yang menjadi petualangan bagaimana bisa menjadi bangsawan, lagi pula dia adalah seorang wanita apa hebatnya dia sehingga bisa menjadi seorang bangsawan"
Satu persatu para bangsawan dan menteri kerajaan mengutarakan penolakan mereka terhadap keinginan raja yang akan menjadikan Lily sebagai bangsawan.
"Maaf tuan-tuan, aku juga tidak ingin menjadi bangsawan kerajaan kalian, jika aku tidak menghormati raja maka aku sudah pergi dari sini sejak tadi" ucap Lily.
"Sialan lancang sekali kau, akan aku potong lidahmu sebagai hukuman" kata salah seorang bangsawan dan lansung maju untuk menyerang Lily.
Namun langkahnya tiba-tiba berhenti ketika merasakan tekanan yang sangat kuat, aura kebiruan menyelimuti seluruh tubuh Lily dan aura tersebut juga mengubah suhu di dalam ruangan menjadi sangat dingin, mereka semua bergetar ketakutan karena merasakan tekanan yang sangat kuat dari aura tersebut.
Bahkan raja Cronos juga ikut gemetar karena merasakan tekanan yang sangat luar biasa hebat itu.