
Di kerajaan Angin, setelah di latih oleh ratu Aurora kekuatan Lily dan juga Alisha meningkat dengan pesat sekarang Lily sudah bisa berubah menjadi phoenix dengan mudah, begitu juga dengan Alisha meskipun belum bisa berubah menjadi phoenix namun aura phoenix dalam dirinya sudah sangat besar.
Awalnya Lily sangat khawatir karena meninggalkan kerajaan Angin dalam waktu yang sangat lama, namun saat ia kembali ia sangat terkejut karena saat berlatih bersama ratu Aurora Lily sangat yakin telah menghabiskan waktu hampir setahun, namun saat dia kembali ke dunia nyata waktu baru saja berlalu selama satu jam.
Sekarang Lily dan Alisha sudah bisa berkomunikasi dengan ratu Aurora, terutama Alisha dia sangat sering bermain dengan ratu Aurora, bahkan hampir setiap hari meskipun ratu Aurora tidak bisa berlama-lama menampakkan diri karena kekuatan rohnya saat ini masih sangat lemah, namun secara perlahan mereka menjadi sangat akrab bahkan Lily dan Aurora sudah sama seperti saudara kandung.
Saat ini mereka bertiga tengah berkumpul bersama di kamar Lily, ratu Aurora sedang menceritakan kisahnya saat ia baru pertama kali menjadi phoenix, saat itu dia sangat mencintai Shin bahkan sampai memaksa kedua orang tuanya untuk menjodohkannya dengan Shin, dan beruntung rupanya Shin saat itu juga menaruh hati padanya sehingga cinta ratu Aurora tidak bertepuk sebelah tangan.
"Kakak apakah di masa lalu penampilan Shin juga sama seperti sekarang?" tanya Lily
"Benar Lily penampilannya sangat sama dengan yang sekarang, wajahnya, matanya, rambutnya semuanya sama" jawab ratu Aurora.
"Begitu ya, tapi sebenarnya saat aku pertama kali bertemu Shin rambutnya tidak sepanjang itu, dan dulu dia juga terlihat sangat sederhana, aku sangat mencintai Shin waktu itu bahkan sampai sekarang meskipun penampilannya telah berubah" kata Lily.
"Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah.." ucap ratu Aurora.
"Dia mudah tersenyum" kata mereka berdua serempak.
Mereka berdua saling berpandangan setelah itu tertawa bersama, mau bagaimanapun penampilan Shin namun bagi mereka berdua Shin adalah orang paling berarti dalam hidup mereka berdua.
"Tapi aku tidak seberuntung dirimu Lily" kata Ratu Aurora pelan.
"Apa maksudmu kakak?" tanya Lily
"Sekarang kebahagiaan Shin sangat lengkap dengan kehadiran Alisha, berbeda dengan dulu dimana aku tidak bisa memberikan keturunan untuknya" kata Ratu Aurora sedih.
"Tenanglah kakak, Alisha juga putrimu jadi jangan pernah katakan kau tidak punya anak" kata Lily menghibur ratu Aurora.
"Kau benar Lily, terimakasih" kata ratu Aurora.
"Ibu kalian berdua sangat berisik aku sedang mencoba untuk tidur siang" ujar Alisha cemberut.
"Hahaha maaf-maaf ibu sangat berisik, sekarang kau tidurlah" kata Ratu Aurora.
"Aku akan memaafkan ibu, asalkan ibu memelukku sampai aku tertidur" kata Alisha manja.
"Baiklah, kami akan memelukmu tuan putri" ujar Lily kemudian merebahkan tubuhnya di sebelah kanan Alisha dan lansung memeluknya, begitu juga dengan ratu Aurora yang lansung merebahkan tubuhnya di sebelah kiri Alisha.
"Andaikan saja ada ayah, pasti aku akan sangat senang" gumam Alisha pelan.
Setelah memastikan Alisha telah tertidur pulas Lily kemudian keluar dari kamarnya, sementara ratu Aurora telah kembali ke kerajaan bangsa Phoenix yang berada di alam roh.
Lily lansung menuju ke ruang pertemuan karena sebelumnya Lina mengatakan bahwa ada sesuatu yang sangat penting yang harus mereka bahas sehingga Lina memintanya untuk ke ruang pertemuan.
Sesampainya di ruang pertemuan, Lily lansung duduk di kursinya dan kemudian memulai pertemuan mereka tersebut.
"Begini, beberapa hari yang lalu mata-mata kerajaan kita berhasil mendapat sebuah informasi yang sangat penting, informasi tersebut berisi tentang rencana penyerangan yang akan di lakukan oleh kerajaan Torterres pada kerajaan kita dan dua kerajaan lainnya" kata Lina menjelaskan.
"Apa, lalu kapan dia akan menyerang kerajaan kita" tanya Lily.
"Kalau itu kita tidak tau, yang jelas sekarang raja Dixgard tengah mengumpulkan kekuatan untuk saat ini" jawab Lina.
"Lalu bagaimana dengan perkembangan anggota baru Blue Lightning?" tanya Lily.
"Sekarang mereka tengah di latih dengan keras oleh para prajurit senior Blue Lightning, dan kita mendapatkan jumlah yang lumayan banyak karena para petualang muda juga banyak yang ingin bergabung dengan pasukan kerajaan kita, dan untuk saat ini jumlah keseluruhan pasukan Blue Lightning ada 1500 orang" jawab Ryuzen.
"Untuk sekarang kita fokus latih mereka terlebih dulu, dan hentikan perekrutan untuk sementara, Leo aku punya misi untukmu yaitu memberitahukan berita ini pada ratu Riana, sementara untuk raja Carlos biar aku sendiri yang memberitahukannya" kata Lily tegas.
"Baik yang mulia" jawab mereka serempak.
"Kalau begitu aku juga pamit untuk lansung pergi" ujar Leo.
"Baik Leo, hati-hati di jalan sebisa mungkin untuk menghindari pertarungan dan utamakan menyelesaikan misinya" kata Lily.
"Baik yang mulia" jawab Leo.
"Leo, sekarang waktunya kau mendekatkan diri dengan putri ratu Riana" ujar Ryuzen.
"Kau ini ada-ada saja, sudahlah aku pergi dulu" kata Leo kemudian lansung pergi menuju ke kerajaan suci.
Mereka semua kemudian membubarkan diri dari ruangan pertemuan dan melakukan tugas masing-masing, begitu juga dengan Lily dia lansung menuju ke dapur membuat makanan untuk Alisha, Lily sangat faham dengan sifat anaknya itu yang mirip dengan Shin yaitu setiap bangun tidur pasti akan lansung mencari makan.
Setelah selesai membuat makanan untuk Alisha, Lily kemudian pergi melihat perkembangan pembangunan istana walaupun sebenarnya itu bukan pekerjaannya namun karena Shin sedang tidak ada di kerajaan jadi dia harus mengurus semuanya.
**
Di kerajaan Elessar suasana siang hari di istana kembali menjadi sepi setelah mengadakan pesta yang sangat meriah semalaman, dan sekarang Shin lebih di perlakukan dengan sangat hormat, bahkan Olivia juga tidak berani lagi memanggil Shin dengan sebutan namanya saja, karena hal tersebut sangatlah terlarang dikarenakan status keduanya yang sangat berbeda jauh, padahal Shin tidak terlalu keberatan dengan hal itu hanya saja mereka yang terlalu melebih-lebihkan.
"Dewa Agung selamat datang" kata Raja Aragorn lansung turun dari tahtanya dan menyambut kedatangan Shin.
"Sudah kubilang jangan panggil aku Dewa Agung, cukup panggil aku Shin saja" kata Shin ramah.
"Tidak Dewa Agung, jika kami melakukan itu sama saja dengan kami merendahkan Dewa Agung" jawab raja Aragorn.
"Hey pangeran Aikanar, ini semua karena kau jika saja kau tidak membongkar identitasku maka ini semua tidak akan terjadi" gerutu Shin.
"Ma-maaf Dewa Agung" kata Pangeran Aikanar.
Raja Aragorn kemudian mempersilahkan Shin untuk duduk di singgasana kerajaan namun Shin dengan cepat menolaknya dan malah duduk di tempat para tamu biasa, hal ini membuat suasana menjadi semakin canggung mereka semua tidak menyangka bahwa Dewa Agung mereka akan sangat rendah hati dan tidak tergiur dengan isi dunia ini.