
"Kalau begitu sebaiknya kau hargai nyawamu itu, karena istriku ingin melindungi mu maka aku tidak akan mempermasalahkan hal itu" jawab Shin.
Setelah itu tidak ada seorangpun yang mengeluarkan suaranya, sementara di luar seratus Griffin terus saja terbang mengitari langit istana sampai ada empat ekor Griffin yang turun, dan itu adalah Ryuzen, Leo, Rayzen dan Lina.
Mereka bertiga kemudian masuk kedalam istana tanpa ada seorangpun yang berani menghentikan mereka berempat.
"Shin apa yang terjadi pada Lily" kata Ryuzen.
"Dia terluka akibat pisau yang di lemparkan oleh pangeran kerajaan Light born" Jawab Celestina.
"Kapten perintahkan kami" jawab mereka bertiga serentak.
"Benar kapten kami akan lansung menyerang kerajaan itu saat ini juga" lanjut Ryuzen.
"Itu tidak perlu, dalan waktu dekat aku yakin mereka yang akan memulai peperangan" jawab Shin.
Mereka semua mengangguk dan mematuhi perintah Shin, Raja Dixgard hanya bisa diam dan tidak bisa berkata-kata saat melihat keempat orang yang baru datang tidak kalah kuatnya dengan yang tadi, bahkan mereka berempat lebih kuat dari jendral Batson.
"Yang mulia raja Dixgard kalau di perkenankan aku ingin menginap di sini sampai istriku sembuh" kata Shin.
"Te..tentu saja yang mulia, sebuah kehormatan bagi kerajaan kami" jawab Dixgard.
"Ryuzen, Leo, perintahkan seluruh pasukan untuk berjaga-jaga di depan gerbang istana" ucap Shin.
"Siap kapten" ujar Ryuzen.
"Siap yang mulia" ujar Leo.
"Hey Ryuzen bukankah kau harus mengganti panggilanmu itu" kata Rayzen.
"Ah yaa kau benar aku hanya terbiasa memanggilnya kapten" jawab Ryuzen.
"Sudahlah jangan di pikirkan segera laksanakan tugas kalian" ujar Shin.
"Siap yang mulia" jawab mereka berdua serentak, kemudian keluar istana.
"Raiga, Zuryu, aku ingin kalian kembali untuk sementara dan atur semua pasukan untuk siap berperang" ujar Shin.
"Baik yang mulia" jawab mereka berdua kemudian menghilang.
"Lina aku minta tolong padamu, jagalah Lily untuk sementara" ucap Shin.
"Siap yang mulia" ujar Lina.
"Baik yang mulia" sahut Rayzen.
"A..anu.. mari aku tunjukan ruangan kalian" kata Celestina.
Rayzen dan Lina kemudian membawa Lily yang masih belum sadarkan diri menuju ke ruangan yang di pandu oleh putri Celestina, ruangan itu terletak di sebelah kamarnya sendiri, dia bermaksud juga ingin merawat Lily karena dia masih merasa bersalah, karena dirinyalah Lily bisa sampai terluka.
Di ruangan singgasana.
"Yang mulia raja Dixgard perkenalkan namaku adalah Shin" ucap Shin sopan.
"Salam kenal yang mulia, seperti yang mulia ketahui nama ku adalah Dixgard" jawab Dixgard.
"Lama tak bertemu master Rhyno" kata Shin saat melihat kearah master Rhyno.
"Ka..kau, bukankah kau bocah yang dulu mengalahkan ku" kata master Rhyno, yang membuat semua mata mengarah padanya.
"Kau benar sekali master aku adalah bocah itu" jawab Shin.
"Maafkan aku karena tidak mengenalimu yang mulia, dan maaf sempat memanggilmu bocah" kata master Rhyno.
"Hahaha tidak perlu sungkan master Rhyno, bagaimanapun kita masihlah menjadi teman" ujar Shin.
"Terimakasih yang mulia" jawab master Rhyno.
"Baiklah sudah cukup perkenalannya sekarang, ada satu hal yang ingin aku bahas dengan kalian semua, yaitu dalam beberapa waktu dekat pasukan raja iblis akan datang menyerang empat kerajaan besar, dan aku rasa setelah kejadian ini, kerajaan Light born akan berpihak pada raja iblis" jelas Shin.
"Aku minta raja Dixgard mengirimkan pesan pada kerajaan lainnya agar segera bersiap-siap untuk menyambut kedatangan pasukan iblis, kalian pasti penasaran bagaimana aku bisa tau, karena aku pernah bertarung dengan salah satu jendral iblis, yaitu Aldeous dan untungnya aku berhasil membunuhnya" lanjut Shin.
"Dan satu hal lagi, diantara kalian semua ada satu orang iblis yang menyamar" lanjut Shin lagi.
Mereka semua saling pandang, dan mulai saling bertanya satu sama lain, mereka merasa tidak yakin dengan apa yang baru saja Shin katakan.
"Maaf yang mulia apa yang membuat yang mulai yakin akan hal itu" kata Dixgard.
Shin hanya tersenyum lalu mengeluarkan bola api kecil dari ujung telunjuknya, setelah itu dia menjentikkan bola api kecil itu ke arah salah satu pasukan penjaga raja, dan seketika setelah pasukan itu terkena api wujudnya pun berubah badannya berwarna merah memiliki tanduk serta memiliki sepasang sayang seperti sayap kelelawar.
Namun setelah ia berubah wujud, tubuhnya perlahan terbakar dan menjadi abu, semua yang ada di ruangan itu terkejut dengan mata terbelalak dan mulut sedikit menganga seakan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
"Apa sekarang kalian semua sudah yakin" kata Shin.
"Maafkan kami yang mulia, kami telah meragukan yang mulia" jawab mereka serentak.