
Shin dan Olivia kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, dan kali ini mereka tidak lagi berada di hutan melainkan berada di hamparan padang rumput yang sangat luas hingga tak terlihat ujungnya.
"Olivia apa kerajaanmu masih jauh?" tanya Shin penasaran.
"Benar kerajaan Elessar masih sangat jauh dari tempat ini" jawab Olivia
"Oh ya Olivia kau bilang sebelumnya kau pergi mencari dewa, memangnya apa yang terjadi di kerajaanmu?" tanya Shin.
"Jadi begini, kerajaanku sedang dalam masa kritis dimana sebentar lagi akan ada serangan dari para monster dan juga makhluk buas, belum lagi konflik yang terjadi antara kerajaan kami dan kerajaan Lorient" jawab Olivia.
"Begitu ya, baiklah nanti kalau aku bisa akan aku coba membantu kerajaan kalian" kata Shin.
"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Olivia.
"Tidak apa-apa, mungkin saja aku bisa membantu masalah kerajaan kalian" jawab Shin santai.
"Benarkah, ayahku pasti akan sangat senang mendengar ada yang mau membantu kerajaan kami" kata Olivia senang.
Tak terasa hari sudah mulai gelap namun mereka masih belum juga sampai di kerajaan Elessar, Shin dan Olivia memutuskan untuk bermalam di tepi sungai dan akan melanjutkan perjalanan saat matahari terbit.
Malam harinya mereka berdua membakar ikan yang sebelumnya sudah di tangkap oleh Shin di sungai untuk di jadikan pengisi perut mereka yang mulai keroncong.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Olivia.
"Apa itu?" jawab Shin dengan bertanya lagi.
"Hmmm sebenarnya namamu siapa?" tanya Olivia penasaran.
"Hahahaha maaf-maaf aku sampai lupa memperkenalkan diri, namaku adalah Shin" ucap Shin memperkenalkan diri.
"Jadi namamu Shin ya, tapi sepertinya nama itu tidak asing" ucap Olivia sambil mencoba mengingat sesuatu.
"Mungkin kau pernah mendengarnya di kerajaanmu, atau mungkin salah satu dari prajurit kerajaan ada yang bernama Shin, makanya kau merasa tidak asing" jawab Shin santai.
"Mungkin kau benar" ujar Olivia.
"Yasudah sekarang saatnya tidur, besok kota akan melanjutkan perjalanan saat matahari terbit" kata Shin, kemudian merebahkan tubuhnya di atas rumput.
Olivia nampak ragu-ragu untuk tidur, meskipun sebelumnya mereka juga pernah tidur di hutan bersama namun saat itu Shin berada di atas pohon, dan sekarang Shin hanya berjarak beberapa meter saja darinya.
"Tenang saja aku bukan seperti orang yang ada dalam pikiranmu" kata Shin seakan ia tau apa yang tengah Olivia pikirkan.
Olivia dengan ragu-ragu mulai merebahkan tubuhnya di padang rumput, hingga akhirnya mereka berdua tertidur dengan saling membelakangi satu sama lain.
**
Pagi harinya, Shin dan Olivia yang masih tertidur di padang rumput tepi sungai segera membuka mata mereka saat sinar matahari menyinari tubuh keduanya, Shin lansung mencuci mukanya di sungai untuk menghilangkan rasa ngantuk, begitu juga dengan Olivia.
Setelah selesai mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan Elessar, namun setelah satu jam perjalanan tiba-tiba saja mereka di hadang oleh sekelompok serigala yang terlihat sangat aneh.
"I-ini kawanan serigala iblis" ucap Olivia gemetar ketakutan.
"Serigala iblis apa itu?" tanya Shin penasaran.
"Serigala iblis adalah binatang buas yang sangat ganas, kulit mereka sangat keras karena memiliki sisik seperti naga, serta memiliki tanduk, dan mereka juga menguasai elemen api yang sangat mengerikan" jawab Livia menjelaskan.
"Kekuatan api yang mengerikan?, mari kita lihat seberapa mengerikannya itu" gumam Shin pelan.
Shin lansung maju dengan kecepatan tinggi dan lansung menghantam salah satu serigala iblis hingga membuatnya terpental puluhan meter ke belakang.
"Kulitnya memang keras" kata Shin.
Melihat teman mereka terpental dengan satu pukulan serigala yang lainnya tidak tinggal diam mereka lansung menyerang Shin secara membabi buta, serangan mereka sangat cepat dan juga gerakan mereka sangat lincah namun Shin masih nampak bisa bersanti menghindari serangan dari para serigala iblis yang berjumlah 30 ekor.
"Kalian lumayan cepat dan gesit untuk seekor serigala" kata Shin, dia kemudian menyerang satu persatu serigala iblis dan membuat mereka terpental beberapa meter ke belakang.
Namun serangan tangan kosong Shin tidak berefek pada mereka karena tubuh mereka di lindungi oleh sisik yang sangat keras, Olivia nampak sangat khawatir ketika melihat Shin bertarung melawan tiga puluh serigala iblis seorang diri, dia sangat ingin membantu Shin namun apa daya dia tak punya kekuatan besar untuk menghadapi para serigala iblis.
Tiga puluh serigala tersebut terus bergantian menyerang Shin, namun tidak satupun dari serangan mereka berhasil melukai ataupun menyentuh tubuh Shin, mereka semua semakin marah karena sama sekali tidak bisa menyentuh Shin, hingga mereka semua melompat mundur beberapa meter dari Shin kemudian menembakkan bola api hitam dari mulut mereka.
"Ternyata api kegelapan" gumam Shin saat melihat tiga puluh bola api seukuran kepalan tangan menuju ke arahnya.
Shin membalas serangan para serigala api tersebut dengan kekuatan apinya, suara ledakan memenuhi padang rumput luas yang sangat sepi tersebut, kabut asap tercipta akibat benturan dua bola api itu hingga menutupi pendanaan Olivia dan juga para serigala.
Shin menggunakan kesempatan emas tersebut untuk menggunakan pedang raja Phoenix untuk menghabisi para serigala tersebut, dan benar saja dengan pedang raja phoenix Shin telah berhasil memenggal semua kepala serigala itu dengan mudah.
Beberapa saat kemudian kabut asap yang menutupi pandangan menjadi hilang, betapa terkejutnya Olivia ketika menemukan tiga puluh serigala iblis telah tergeletak tak bernyawa dengan kepala yang telah terpisah.
Dia menatap kearah Shin tak percaya bagaimana mungkin Shin bisa mengalahkan tiga puluh serigala iblis dengan begitu cepat dan mudah, serigala iblis memang bukan monster tingkat tinggi namun mereka selalu berkelompok sehingga mereka sangat sulit di kalahkan, serigala iblis sendiri sangat terkenal di Elf Kingdom bahkan mereka akan lansung kabur ketika melihat kerumunan serigala tersebut.
Akan tetapi hari ini sebuah sejarah telah terjadi di Elf Kingdom di mana seorang manusia dengan mudahnya mengalahkan sekelompok serigala iblis bahkan tanpa terluka sedikitpun, Olivia yang masih larut dalam lamunannya kembali sadar saat Shin berjalan menghampirinya.
"Kau kenapa?" tanya Shin bingung.
"A-aku ti-tidak apa-apa" jawab Olivia.
"Mari kita lanjutkan perjalanan, agar segera sampai di kerajaanmu" ucap Shin kemudian lansung melanjutkan langkah kakinya mengikuti arahan dari Olivia.
"Sebentar aku hampir lupa!!" kata Shin kemudian lansung menghampiri tubuh serigala iblis yang telah tergeletak tak bernyawa, Shin melambaikan tangannya dan seketika semua tubuh serigala iblis lansung lenyap dari padang rumput tersebut dan lansung masuk kedalam ruang penyimpanannya.
"**KALAU ADA YANG SALAH SAMA KATA-KATANYA, ATAU PENEMPATAN KATA YANG TIDAK SESUAI SAYA MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KARENA SAYA MENULIS DALAM KEADAAN NGANTUK!.
JADI SAYA MOHON PENGERTIANNYA, JANGAN LUPA DUKUNG TERUS AUTHOR DENGAN CARA BERIKAN LIKE, SHARE, DAN VOTE BINTANG LIMA.
MAKASIH**.