
Hari itu saat semua anggota guild sedang beristirahat di hutan Shin meminta mereka semua berkumpul karena ada yang ingin dia sampaikan.
"Dengarkan semuanya aku akan pergi untuk beberapa waktu karena ada yang harus aku urus, oleh karena itu aku meminta pada kalian meskipun aku tidak ada disini tetaplah berlatih dengan keras agar kalian menjadi kuat" kata Shin.
"Baik master" jawab mereka serentak
"Raiga, Zuryu, Rayzen aku akan pergi agak lama dan tak tau kapan akan kembali, jadi aku mohon pada kalian untuk menjaga mereka semua" ucap Shin lagi.
"Laksanakan yang mulia" Baiklah kalau be gitu aku akan pergi dengan tenang.
"Tunggu apa kau akan meninggalkanku lagi" teriak Lily yang baru saja datang bersama kedua ratu.
"Maafkan aku Lily tapi aku harus pergi" jawab Shin.
"Aku ingin ikut" kata Lily tegas.
"Tapi perjalananku kali ini akan sangat berbahaya" jawab Shin.
"Aku tidak peduli, pokoknya aku ingin ikut" Sahut Lily dan memalingkan wajahnya dari Shin.
"Tapi...."
"Jika kau tidak membawaku jangan harap kau bisa bicara denganku lagi" Lily lansung memotong ucapan Shin.
"Hah..... Baiklah kemasi barang-barang mu" ucap Shin sedikit malas.
"Oke!!!" jawab Lily spontan.
"Baiklah semuanya saat aku kembali nanti aku ingin melihat kalian semua bertambah kuat" kata Shin dengan tegas.
"Tenang saja yang mulia kami akan melatih mereka dengan keras" jawab Raiga.
"Kau juga hati-hati kapten" Ryuzen, Leo dan Lina menjawab dengan serentak.
Beberapa saat kemudian Lily sudah datang lagi dengan barang-barang bawaannya, melihat itu Shin hanya tersenyum.
"Baiklah aku sudah siap" kata Lily saat sudah dekat dengan Shin.
"Baiklah mari kita berangkat" jawab Shin.
Mereka berdua kemudian melompat keatas Garda, lalu setelah itu Garda lansung melesat terbang meninggalkan para anggota guild, mereka terbang menuju kearah barat untuk pergi ke gunung Lava karena di sanalah letak inti api membara.
"Garda apa naga Cronos akan membiarkan aku mengambil inti api" tanya Shin.
"Hamba juga kurang tau yang mulia, Hamba rasa dia tidak akan menyerahkannya begitu saja" jawab Garda.
"Itu benar yang mulia namun hamba rasa, Cronos akan menguji yang mulia sebelum menyerahkan inti api membara" Jawab Garda.
Mendengar hal itu Shin hanya bisa tersenyum masam, bagaimana jika Cronos memintanya untuk bertarung, bukankah itu sama saja dengan bunuh diri, berbagai macam pikiran mulai muncul di benak Shin dan membuat kepalanya sedikit pusing.
"Apa kau baik-baik saja" Tanya Lily saat melihat Shin memegang kepalanya.
"Ah... ya aku baik-baik saja" jawab Shin.
Tak terasa hari mulai gelap, namun mereka tak kunjung sampai awalnya Shin mengira mereka akan cepat sampai dengan kecepatan terbang Garda namun ternyata tempat itu sangat jauh dari perkiraan Shin, Akhirnya mereka beristirahat di hutan, dan memilih melanjutkan perjalanan besok pagi.
Awalnya jika hanya Shin dan Garda saja mungkin mereka akan berhenti saat benar-benar lelah, namun karena ada Lily Shin memilih untuk istirahat saat matahari mulai terbenam.
Setelah melihat daerah sekitar mereka aman, dari binatang iblis atau monster Shin kemudian membuat api unggun, dan untung saja Lily membawa beberapa daging sebagai bekal makanan untuk di perjalanan, Mereka lalu membakar daging itu dan memakannya.
"Untung saja ada dia jika tidak mungkin aku akan kelaparan malam ini" Gumam Shin pelan.
"Apa kau mengatakan sesuatu" tanya Lily.
"Ah... tidak aku hanya mengagumimu, ternyata kau sangat cantik" ujar Shin.
"Hey.... jangan coba-coba menggodaku ya" kata Lily sedikit kesal, meskipun dalam hatinya ia merasa senang di puji oleh Shin.
"Hahahaha iya iya aku tidak akan menggoda mu lagi" jawab Shin.
"Lily kau istirahat lah terlebih dahulu, malam sudah semakin larut besok kita akan melanjutkan perjalanan pagi-pagi" kata Shin.
"Baiklah, kau juga jangan lupa istirahat, dan jangan terlalu memaksakan dirimu" jawab Lily.
"Iya" jawab Shin.
Dia merasa senang karena Lily menghawatirkan keadaan dirinya, ini juga merupakan yang pertama kali baginya pergi berpetualang bersama perempuan, Sesekali Shin menatap kearah Lily yang sedang tidur, wajahnya terlihat sangat cantik di bawah Sinaran rembulan.
"Aku akan menjaga senyuman itu, dan tak akan aku biarkan siapapun menyakitimu Lily" gumam Shin.
"Yang mulia sangat mirip dengan dewa Phoenix, dulu beliau juga mengagumi seorang wanita hingga setiap hari yang mulia selalu mengunjungi dunia manusia hanya untuk bertemu dengannya" Kata Garda.
"Lalu apa yang terjadi dengan mereka" tanya Shin sedikit penasaran.
"Hubungan mereka berdua sangat baik, dan yang mulia selalu terlihat bahagia, hingga suatu hari wanita itu di bunuh oleh bangsa Orc dan membuat yang mulia dewa Phoenix murka, hingga menghapuskan semua ras mereka" Jawab Garda.
"Itu adalah hal wajar, aku pun akan melakukan hal yang sama jika ada yang berani menyentuh Lily" Jawab Shin dengan tegas.