
Keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan saat matahari sudah mulai terbit, Garda kembali melesat terbang membawa Shin dan Lily menuju kearah barat.
Setelah melakukan perjalanan yang memakan waktu hampir satu bulan,akhirnya mereka sampai di kaki gunung Lava, sesuai dengan namanya gunung itu selalu mengeluarkan lava dari puncaknya.
"Baiklah sekarang kita harus segera beristirahat karena jika kita naik sekarang aku rasa itu tidak akan menguntungkan kita" kata Shin, entah mengapa sedari tadi dia merasakan perasaan yang tidak enak.
Mereka bertiga kemudian memilih untuk beristirahat di dalam hutan di kaki gunung Lava yang sangat besar itu.
"Yang mulia kenapa kita tidak lansung naik ke atas" tanya Garda.
"Iya, itu benar kenapa kita malah berhenti di sini dan tidak lansung naik ke atas" Lily menambahkan.
"Bukannya tidak mau, aku merasakan perasaan yang tidak enak, dan entah mengapa aku merasa sangat familiar dengan hal ini" jawab Shin.
"Apa itu yang mulia" tanya Garda lagi.
"Entahlah Garda aku merasakan perasaan yang sama saat aku melawan Aldeous dulu" jawab Shin.
"Apa!!!, jadi maksudmu kau merasakan kedatangan iblis itu" tanya Lily sedikit takut.
"Kau benar Lily namun aku tidak terlalu yakin" jawab Shin.
"Ini gawat yang mulia, jika benar maka sudah pasti mereka juga mengincar inti api" kata Garda.
"Ya, aku dari awal juga memikirkan hal itu, makanya aku memilih untuk menunggu di sini" jawab Shin.
Mereka bertiga memilih untuk menunggu di bawah kaki gunung Lava, karena bisa gawat jika saat mereka di atas dan tiba-tiba pasukan iblis menyerang.
Matahari perlahan-lahan tenggelam dan hari semakin gelap namun mereka sama sekali belum melihat tanda-tanda akan datangnya pasukan iblis.
Awalnya Garda sempat ragu namun, dia juga memikirkan hal yang sama jika tiba-tiba pasukan iblis menyerang.
Saat mereka tengah beristirahat dan menunggu kedatangan pasukan iblis, tiba-tiba Shin merasakan tekanan aura yang sangat kuat, dia kemudian menatap ke langit dan seketika tubuhnya bergetar hebat, wajahnya menjadi pucat dan mengeluarkan keringat dingin
"Shin apa yang terjadi" tanya Lily saat melihat wajah Shin yang menjadi pucat.
Lily tidak bisa merasakan tekanan dari para iblis karena bisa di bilang hanya mereka yang telah memiliki level tertentu yang bisa merasakan keberadaan iblis.
"It....itu!!!" ucap Shin terbata-bata menunjuk ke langit.
Lily kemudian melihat kearah yang Shin tunjuk, seketika tubuhnya jatuh dan terduduk pandangannya kosong seakan tak percaya dengan yang ia Lihat saat ini.
"Yang mulia bagaimana ini, jika sebanyak ini maka akan mustahil untuk melawan mereka bahkan jika aku dan Cronos bekerja sama" Kata Garda.
Ucapan Garda tersebut membuat Shin tersentak dan lansung memikirkan cara bagaimana untuk melawan mereka, jika ia memanggil pasukannya maka akan butuh beberapa hari untuk sampai, dan ia sangat tidak yakin akan bisa bertahan selama sehari saja mengingat jumlah pasukan iblis yang datang.
"Shin apa yang harus kita lakukan" tanya Lily.
"Aku tidak tau Lily, aku juga sedang bingung" jawab Shin.
Lalu tiba-tiba terlintas sesuatu dipikirannya.
"Garda apa kau bisa meyakinkan Cronos untuk membantumu" tanya Shin.
"Tentu saja yang mulia meskipun kami jarang bertemu namun kami masihlah sahabat baik, aku akan segera menemuinya" jawab Garda.
"Bagus aku ingin kau menemuinya dan mengatakan bahwa pasukan iblis akan menyerang, sementara itu aku dan Lily akan menyusup untuk mengambil inti api" jelas Shin.
"Baiklah, yang mulia hamba akan bertahan sampai yang mulia berhasil mendapatkan inti api dan menyerapnya" jawab Garda.
Kemudian mereka berdua naik ke punggung Garda lalu melesat naik keatas gunung, beberapa saat kemudian mereka sudah hampir sampai di puncak, Shin meminta diturunkan sebelum mencapai puncak dan lebih memilih berjalan.
Setelah menurunkan Shin dan Lily Garda kemudian melesat naik ke puncak gunung lava, di puncak gunung yang besar itu nampak seperti danau lava yang sangat luas, dan di tengahnya ada sebuah pulau yang cukup luas, lalu di atas pulau itu ada seekor naga yang tengah berbaring menjaga sebuah goa yang terhubung dengan pulau itu.
"Cronos pasukan iblis ingin menyerang mu dan kau masih bisa tidur dengan santai" kata Garda.
Cronos tersentak dan lansung bangun melihat kedatangan sahabat lamanya.
"Apa maksudmu Garda?" Jawab Cronos.
"Kesini dan lihatlah, sendiri" ucap Garda.
Cronos lalu bangkit dan terbang kearah Garda dia terkejut melihat ribuan pasukan iblis sedang terbang kearahnya.
****Halo semua yang masih setia sama karya author sampai saat ini, jangan lupa like, komen, vote dan rate 5 ya ...!
Terimakasih
baca juga karya pertama author judulnya THE DRAGON WARIOR***