
Beberapa tahun telah berlalu dengan sangat cepat dan hingga saat ini Shin masih belum diketahui ada dimana, hal ini menyisakan kesedihan dihati Lily, apalagi saat ia melahirkan anak pertama mereka yang mana saat itu ia sangat membutuhkan keberadaan Shin, namun Shin masih tidak tau dimana keberadaannya.
Hanya satu hal yang membuat Lily bisa bertahan selama ini, yaitu ia masih merasakan keberadaan api abadi yang artinya Shin masih hidup.
"Ibu, apa ibu memikirkan ayah lagi?"
Seorang gadis muda yang sangat cantik menghampiri Lily hingga membangunkan Lily dari lamunannya, gadis tersebut adalah anaknya yang ia lahirkan sepuluh tahun lalu dan sekarang telah menjadi gadis yang sangat cantik dan juga kuat.
Didalam tubuhnya mengalir darah murni keturunan bangsa Phoenix dan juga sejak lahir ia sudah memiliki kekuatan api yang sama seperti Lily yaitu api suci, dan nama gadis tersebut adalah Alisha nama yang diberikan oleh Lily kepada putrinya karena nama tersebut juga merupakan namanya ibunya yang telah tiada.
"Ah, Alisha apa latihanmu telah selesai?" tanya Lily.
"Ibu, jawab dulu pertanyaanku" kata Alisha
"Hahaha, memang siapa lagi yang bisa ibu fikirkan" jawab Lily.
"Ibu, sebenarnya ayah kenapa?, dan apa yang membuat kalian berpisah?" tanya Alisha.
Selama ini Lily sama sekali tidak menceritakan pada Alisha bahwa mereka dulu memiliki kerajaan dan merupakan bangsa Phoenix, Lily hanya menceritakan pada Alisha bahwa mereka merupakan anggota guild dengan Shin sebagai ketuanya.
"Kan sudah ibu bilang, ayah dan ibu terpisah saat kami melawan ratusan ribu monster tingkat tinggi, ayahmu menyelamatkan kami semua dengan melawan monster-monster itu sendirian" jawab Lily.
"Kalau begitu ayah pasti sangat kuat" ujar Alisha.
"Sudah tentu, dan jika ayahmu memberikan perintah tidak seorangpun berani membantahnya" kata Lily.
"Aku jadi sangat penasaran dengan ayah, jika saja dia ada di sini" kata Alisha pelan.
Lily mengerti dengan kesedihan Alisha sudah sejak kecil ia sama sekali belum pernah bertemu dengan sosok ayahnya, namun apa daya dia bahkan masih belum mengetahui dimana Shin saat ini.
"Putriku, sekarang tahapan Energimu sudah sampai mana?" tanya Lily mengalihkan pembicaraan.
"Sudah sampai Energi tahap menengah tingkat 5 bu, dan satu minggu lagi aku sudah bisa masuk akademi" jawab Alisha.
"Bagus nak, teruslah berlatih dengan paman dan bibimu" kata Lily
**
Delapan tahun lalu datang seorang penyihir tingkat tinggi yang dijuluki penyihir putih dirinya mengaku berasal dari daratan suci yang sangat jauh dan membangun sebuah akademi di daerah kerajaan Light Born yang telah hancur setelah peperangan.
Rencana dari penyihir putih tersebut di setujui oleh ketiga raja kerajaan besar saat mereka mengadakan pertemuan di tempat tersebut, dan sejak saat itu pula tingkatan energi dalam tubuh seseorang dapat diukur menggunakan sebuah batu kristal raksasa yang ia bawa, penyihir tersebut juga membagikan kristal-kristal kecil yang memiliki kegunaan yang sama pada tiap kerajaan
Dengan di bangunnya sebuah akademi di sana yang di sebut dengan 'Light Academic' dan kota yang awalnya adalah kerajaan Light Born berubah nama menjadi Kota cahaya ketiga kerajaan besar yang tersisa juga mulai membangun akademi di kerajaan masing-masing, dan untuk tingkatan Energi dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu.
Energi dasar, Energi tahap awal, Energi tahap menengah, Energi tahap akhir, Energi raja, Energi langit, Expert dan saint, dan setiap energi di bagi menjadi sembilan tahapan kecuali untuk Energi tahap Expert dan Saint yang hanya memiliki lima tingkatan.
Selain itu ada beberapa tingkatan lagi yang jauh lebih tinggi lagi setelah melewati tahap Saint, yaitu Emperor, mortal, immortal, dan terakhir Dewa, dan untuk keempat kekuatan energi ini hanya bisa diukir oleh batu kristal raksasa yang ada di Light Academic.
Sejak berdirinya akademi tersebut sudah banyak siswa yang mendaftar ke sana dan hanya anak-anak yang berbakat saja yang akan diterima oleh Light Academic untuk belajar di sana.
Bahkan seleksi untuk masuk ke akademi tersebut sangatlah sulit, setidaknya yang ingin masuk haruslah berada di tahap Energi menengah tingkat 7, selain itu mereka juga harus melalui tes yang sangat berat.
**
Setelah selesai mengobrol dengan ibunya Alisha kemudian pergi untuk menemui Ryuzen karena ingin belajar teknik pedang, meskipun bisa dikatakan seluruh teknik yang diajarkan oleh Ryuzen telah ia kuasai namun ia tetap saja tidak ingin berhenti untuk belajar, selain teknik pedang Alisha juga belajar menggunakan senjata lain, seperti panah, tombak, dan yang lainnya sehingga ia bisa menguasai semua senjata.
"Halo paman, halo kak Diego!" sapa Alisha ketika.
"Ada apa Alisha?" tanya Ryuzen.
"Paman apa hari ini ada teknik baru untukku?" ujar Alisha.
"Sebaiknya kau tanya pada Diego saja" jawab Ryuzen malas.
"Maaf Alisha kakak juga tidak punya teknik baru" ujar Diego.
"Hah,... sudahlah padahal aku sangat berharap ada teknik baru" jawab Alisha.
Diego sendiri sekarang telah menjadi seorang kesatria yang hebat, setelah lima tahun belajar di bawah bimbingan Ryuzen ia menjadi pangeran yang sangat kuat serta murah hati, raja bahkan dibuat takjub dan bangga dengan perubahan putranya tersebut.
"Alisha kapan kau akan ke istana? di sana ada adikku yang bernama George, aku yakin kalian akan menjadi sahabat baik" kata Diego.
"Mungkin lain kali pangeran" jawab Alisha.
"Baiklah, tapi aku harap nanti kalian akan bisa berteman, karena dia juga akan masuk akademi" ucap Diego lagi.
Alisha tidak menjawab melainkan hanya mengangguk pelan dan tersenyum, Alisha memang sedikit berbeda dengan Shin dan Lily yang mana kedua orang tuanya sangat ramah namun sikap Alisha bisa dibilang dingin dan acuh namun sangat manja jika bersama Lily.
***
Di sebuah bukit yang terletak di pulau penyu laut, seorang pria dengan rambut panjang serta tubuh yang sangat kekar dan bagus berjalan keluar gua sambil meregangkan seluruh otot-ototnya yang terasa kaku.
"Huuuhhh...Akhirnya setelah sepuluh hari menyerap inti api ungu aku bisa keluar juga" katanya pelan.
Dia adalah Shin yang baru saja menyelesaikan penyerapan inti api ungu dan sekarang dia telah kembali dengan kekuatan baru dan berkali-kali lipat lebih kuat.
"Sebentar kenapa rambutku sangat panjang, dan warnanya juga berubah, apa sepuluh hari bisa membuat rambutku sepanjang ini?" gumam Shin pelan.
"Eh... wajahku juga tumbuh kumis dan janggut, ini sangat aneh" gumamnya lagi.
Shin kemudian terbang ke udara dan menuju ke desa Aurora, sekarang dirinya sudah bisa terbang tanpa menggunakan sayap karena kekuatannya yang sudah berlipat ganda, saat sampai di desa Aurora Shin kaget ketika melihat tempat yang dulunya adalah sebuah desa sekarang hanya tinggal puing-puing bangunan yang telah hancur.
**HALO SEMUA, DI EPISODE INI SENGAJA AUTHOR SKIP KE SEPULUH TAHUN BERIKUTNYA KARENA AUTHOR GK MAU ADA YANG KOMEN KALO CERITANYA TERLALU LAMBAN, DAN JUGA AUTHOR GK MAU SI 'MC' TERLALU LAMA HILANG MAKANYA AUTHOR SKIP CERITANYA.
DAN YA BISA DI BILANG SEBENARNYA SIH INI TUH UDAH SEASON KE 2, NAMUN AUTHOR GABUNGIN AJA BIAR GK RIBET.
SEKIAN DULU YA, SEMOGA PARA PEMBACA SEKALIAN SENANG DENGAN CERITANYA DAN TETAP SETIA MEMBACA NOVEL INI
JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN YA, TERIMAKASIH
#GRACIAS