
Setelah cahaya misterius yang menyinari Lily dan yang lainnya menghilang kini Azazel tidak lagi merasakan adanya kekuatan dari api suci di kerajaan Phoenix, bahkan dalam jangkauan energinya yang bisa mencapai puluhan kilo meter ia masih tidak bisa menemukan aura dari kekuatan api suci, yang artinya api suci sudah tidak berada di sana lagi.
"Hahahaha bagus aku sudah tidak merasakan lagi keberadaan api suci di sini, yang artinya tidak akan ada lagi yang bisa menghalangiku" kata Azazel sambil tertawa senang.
"Dengarkan semuanya, kalian harus menghancurkan dan membunuh semua rakyat kerajaan ini tanpa tersisa" kata Azazel memberi perintah.
Seluruh pasukan bangsa iblis menjadi sangat bersemangat ketika mendengar perintah dari rajanya, mereka semua kemudian lansung mengangkat senjata masing-masing dan menyerang pasukan kerajaan Phoenix.
Karena pasukan Blue Lightning sudah tidak ada lagi di medan perang jadi pasukan iblis dengan mudah menembus pertahanan pasukan kerajaan Phoenix, meskipun begitu dengan di bantu oleh dua jendral yang tersisa yaitu Rayzen dan juga Zarga pasukan kerajaan Phoenix tetap memberikan perlawanan yang sengit.
"Raiga, Zuryu apa kalian siap melanjutkan pertempuran ini?" tanya Shin.
"Kami siap mengorbankan nyawa yang mulia" jawab mereka berdua serempak.
"Kami juga siap yang mulia" ujar Garda dan Rayzer
"Baiklah kalau begitu mari kita habisi mereka semua" kata Shin kemudian melesat terbang dengan kecepatan tinggi menuju kearah raja iblis.
Raiga dan Zuryu mengikuti Shin dari belakang sementara Garda dan Rayzer mereka berdua mencoba untuk menyerang raja iblis.
"Hahahaha dasar binatang hina, berani kalian menyerang ku" kata Azazel tertawa.
Garda dan Rayzer tidak menjawab mereka berdua kemudian menyerang Azazel dengan kekuatan penuh yang mereka miliki, Garda menyerang dengan kekuatan petir yang ia miliki sementara Rayzer menyerang dengan kekuatan esnya.
Jika saja yang menerima serangan mereka berdua adalah jendral iblis maka sudah di pastikan bahwa yang menerima serangan itu akan mati dalam sekejap, bagaimana tidak kombinasi serangan antara mereka berdua sangat baik, Rayzer akan membekukan tubuh musuhnya menjadi balok Es dan Garda akan menyerang balok es tersebut dengan kekuatan petir.
Namun karena yang menjadi lawan mereka saat ini adalah raja iblis, jadi serangan mereka berdua bukan hanya tidak berdampak pada raja iblis bahkan tidak menggoresnya sedikitpun.
"Hahahaha apakah ini yang lain sebut serangan" kata Azazel mengejek.
Garda dan Rayzer menjadi sangat kesal karena ucapan Azazel mereka berdua terus saja menyerang Azazel dengan segenap kekutan mereka meskipun hasilnya tetap sama.
Lebih dari setengah jam mereka berdua menyerang Azazel dengan kekuatan penuhnya namun masih saja Azazel tetap tak bergeming dari tempatnya bahkan dia hanya tertawa lantang ketika setiap serangan mengenai tubuhnya.
"Baiklah aku sudah muak dengan kalian berdua" kata Azazel.
Kemudian sebuah aura yang sangat besar keluar dari tubuhnya dan dengan secepat kilat dia menghilang dari pandangan dan lansung muncul di hadapan Garda dan Rayzer, Azazel lansung menyerang keduanya dengan kekuatan api kegelapan yang ia miliki.
Garda dan juga Rayzer berteriak kesakitan sehingga membuat Shin kehilangan fokusnya, dia lansung menoleh kearah Garda dan Rayzer yang sedang tergelak di tanah, seketika Shin lansung melesat dengan kecepatan penuhnya dan turun di dekat mereka berdua, Shin mencoba untuk memadamkan api yang membakar mereka berdua namun hasilnya sia-sia.
"Hahahaha dewa Phoenix apa yang kau lakukan, tanpa api suci kau tidak akan bisa memadamkan api kegelapan, jadi nikmatilah akhir dari hidup mereka berdua hahaha" kata Azazel.
Api kegelapan sendiri memiliki sifat yang hampir sama dengan api abadi hanya saja, mereka sama-sama tidak bisa di padamkan dan api kegelapan tidaklah seganas api abadi dan kekuatannya juga dibawah api abadi, api kegelapan juga akan menjadi sangat lemah ketika berhadapan dengan api suci (api biru), sementara api abadi akan menjadi berkali-kali lipat lebih kuat jika disandingkan dengan api suci.
Begitu juga sebaliknya kekuatan api suci akan menjadi berkali-kali lipat lebih kuat jika di sandingkan dengan api abadi, dan jika keduanya terpisah maka kekuatan kedua api tersebut juga akan menurun, jadi merupakan kesalahan terbesar Shin karena telah memisahkan kedua api tersebut, namun tetap saja dia tidak menyesalinya karena yang ia lakukan adalah untuk menyelamatkan istri dan calon anaknya.
"Ya-yang mulia, ma-maafkan kami tidak bisa mendampingi anda lebih lama lagi" kata Rayzer sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dan tubuhnya habis di lahap oleh api kegelapan.
"Yang mulia, aku senang bisa menjadi tunggangan anda untuk beberapa waktu ini, maafkan aku karena tidak bisa menemani anda lagi, jangan bersedih atas kematianku yang mulia karena aku mati ketika bertarung bersama yang mulia dan itu adalah hal yang membanggakan bagiku" ucap Garda.
"Tidak, Garda kau harus bertahan" kata Shin sambil terus mencoba untuk mematikan api yang terus melahap tubuh Garda.
"Selamat tinggal yang mulia" ucap Garda sambil menutup kedua matanya.
"Tidak, kau tidak boleh mati Garda, aku tidak mengizinkanmu untuk mati, bangun Garda, bangun!!!" Shin terus saja mencoba untuk mematikan api tersebut namun usahanya tetap sia-sia.
Garda menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan dengan api gelap yang terus membakar tubuhnya sampai tidak tersisa, Shin hanya bisa terduduk diam menyaksikan tubuh Garda habis di lahap oleh api tersebut, saat ini dalam hatinya hanya ada penyesalan dan juga kesedihan yang mendalam karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan Garda.
"Hahahaha apa kau sedih dewa Phoenix, kalau begitu lawan aku dan balaskan dendam mereka berdua" kata Azazel.
Shin kemudian berdiri lalu menghapus air matanya, dia melihat keatas kearah Azazel dengan tatapan dingin yang penuh dengan kebencian, amarah dan juga dendam, aura merah yang sangat panas terpancar dari tubuhnya, bahkan membuat benda-benda yang ada di sekitarnya menjadi meleleh.
"Kau, tidak akan aku maafkan" kata Shin pelan.
Dalam sekejap mata Shin sudah tiba di depan Azazel, aura panas dari tubuh Shin bahkan sampai membuat Azazel harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan panas tersebut.
"Apa ini, bukankah api suci tidak ada di sini lalu kenapa api abadi bisa memiliki panas yang sangat kuat" gumam Azazel.
Shin kemudian menyerang Azazel dengan pedangnya, serangan demi serangan terus di lancarkan oleh Shin namun tetap saja masih belum bisa melukai Azazel, dan seiring berjalannya pertempuran mereka berdua aura panas dari tubuh Shin juga perlahan-lahan menurun.
Meskipun begitu Shin masih tetap tidak peduli dan masih menyerang Azazel dengan membabi buta, yang ia rasakan saat ini hanyalah kebencian dan dendam yang harus ia balas atas kematian Garda.