The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Arwah Penghuni Hutan



Tak terasa waktu kembali berlalu dengan cepat sudah sebulan lebih sejak Lily berhasil menjadi phoenix seutuhnya, dan selama sebulan ini pula Shin mengajarkan Lily bagaimana cara mengontrol kekuatannya.


Begitu juga dengan Alisha dia belajar dengan giat, bahkan sekarang dia sudah bisa menggunakan kekuatan api suci dengan leluasa, hanya saja ia masih belum bisa menumbuhkan sayap aura karena kekuatannya yang masih sangat rendah.


Hari ini adalah hari dimana Shin akan pergi untuk mencari cara agar bisa memberikan kekuatan api abadi dan api suci kepada pasukannya, kepergiannya kali ini juga bertujuan untuk meningkatkan lagi kekuatannya, karena setelah ia mendapatkan ingatan raja phoenix terdahulu ia akhirnya memahami satu hal yaitu, jika kekuatan Azazel sepenuhnya pulih maka dia yang saat ini bukanlah tandingannya.


"Ayah berapa lama ayah akan pergi?" tanya Alisha.


"Entahlah nak, ayah juga tidak tau" jawab Shin.


"Kalian semua dengarkan pesanku, kalian harus saling menjaga satu sama lain, jangan biarkan orang luar mengusik ketenangan kerajaan kita ini, jika ada yang mengganggu maka habisi mereka, dan jika ada yang ingin berperang jangan segan-segan untuk mengeluarkan kekuatan penuh kalian, ingat satu hal sejak terciptanya Blue Lightning persaudaraan dan kekeluargaan adalah dua hal yang paling penting daripada kekuatan, jika kita saling menjaga maka tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita" kata Shin tegas.


"Baik yang mulia" jawab mereka semua serempak.


"Ryuzen, Leo dan Lina, kalian bertiga adalah orang kepercayaanku dan juga sahabatku, jadi sekali lagi aku mohon untuk menjaga keluargaku" ucap Shin.


"Tenang saja kapten selama ada kami semuanya akan baik-baik saja" ujar Ryuzen.


"Lily, maaf aku harus meninggalkanmu sekali lagi" kata Shin sambil memeluk Lily.


"Tidak apa-apa aku mengerti beban yang kau tanggung" jawab Lily.


"Baiklah aku akan pergi sekarang, Alisha belajarlah dengan rajin" ucap Shin, kemudian memeluk Alisha sebelum ia pergi.


Setelah beberapa saat Shin kemudian melepaskan pelukannya dan lansung terbang secara perlahan meninggalkan kota Angin, seluruh penduduk berkumpul di tengah-tengah kota untuk mengantarkan kepergian raja mereka.


Shin berhenti sejenak di atas kerumunan para penduduk, dia kemudian melambaikan tangannya kepada para penduduk kota yang ada di bawahnya setelah itu Shin melesat terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan kerajaan kecilnya.


Kepergian Shin kali ini akan mengungkap jati dirinya, siapa sebenarnya dia dan apa takdir yang telah menunggunya?, pertanyaan ini selalu terlintas dalam pikirannya sejak pertama kali ia tau bahwa ia adalah dewa phoenix namun ia tidak terlalu menghiraukannya bahkan sempat ia lupakan.


Namun setelah ia bertemu dengan ratu Aurora dan mendapatkan ingatan tentang ribuan tahun yang lalu pertanyaan tersebut kembali muncul dalam pikirannya bahkan bertambah banyak pertanyaan yang masih harus ia cari jawabannya.


Apakah ia memang raja phoenix di masa lalu yang telah bereinkarnasi, atau dia hanya manusia biasa yang mendapatkan takdir menjadi seorang raja dari bangsa phoenix, untuk menjawab pertanyaan itulah Shin melakukan perjalanannya kali ini, dan juga ia ingin menjadi lebih kuat lagi agar tidak akan ada lagi yang harus ia korbankan.


***


Shin terbang dengan kecepatan tinggi selama berhari-hari tanpa henti, dia tidak tau arah tujuannya kemana namun satu hal yang pasti entah kenapa dalam dirinya ia sangat tertarik untuk terbang ke arah timur, dan seakan-akan ada sesuatu yang menariknya untuk pergi ke sana.


"Semoga saja perjalananku ini membuahkan hasil" gumam Shin pelan.


Hari sudah semakin gelap namun Shin masih belum juga menemukan adanya tanda-tanda akan sampai di sebuah kerajaan ataupun kota, bahkan ia tidak menemukan adanya desa-desa terpencil, yang ia temukan hanyalah hutan belantara yang mengingatkannya pada saat pertama kali ia mencari keberadaan Lily.


Shin memutuskan untuk turun dan beristirahat di dalam hutan, karena ia sudah merasa lelah terbang selama berhari-hari sekaligus untuk mengisi kembali tenaganya, dia turun dan duduk di sebuah dahan pohon yang sangat besar ia kemudian mengambil beberapa roti dan juga sebotol dari dalam ruang penyimpanannya.


Setelah selesai makan roti Shin bersandar di batang pohon sambil menikmati arak yang ada di tangannya, namun ia tiba-tiba merasakan sesuatu yang sedang bergerak cepat menuju ke arahnya, Shin menyimpan kembali araknya dan melompat keatas dahan pohon yang lebih tinggi, setelah itu dia menyembunyikan aura keberadaannya.


Beberapa saat kemudian di bawahnya lewat seorang wanita dengan pakaian berwarna biru serta rambut panjang yang diikat yang juga berwarna biru, dan di belakang perempuan tersebut terlihat sepuluh orang laki-laki dengan pakaian serba hitam serta penutup wajah dan senjata di tangan mereka nampak sedang berusaha untuk menangkap perempuan tersebut.


"Sepertinya menarik, sebaiknya aku ikuti mereka lebih dulu" gumam Shin pelan, kemudian ia mengikuti mereka dari atas pohon.


Setengah jam telah berlalu namun mereka masih tetap kejar-kejaran seperti tidak merasa lelah sama sekali termasuk wanita tersebut, bahkan Shin di buat takjub oleh stamina yang ia miliki.


"Jika Lily punya stamina seperti dia aku rasa akan bagus juga" gumam Shin pelan.


Kejar-kejaran tersebut terus berlanjut hingga akhirnya wanita tersebut tersandung oleh akan dan akhirnya terjatuh, kesepuluh pria berbaju hitam tersebut segera mengelilingi wanita itu dan tatapan mereka nampak ganas dan penuh nafsu.


"Hahahaha akhirnya tertangkap juga kau Elf sialan, kami akui staminamu sangat tinggi saat berlari, tapi apa kau juga akan kuat saat bermain dengan kami" kata salah satu dari mereka.


"Jadi wanita itu Elf, tunggu apa Elf juga ada di sini?" gumam Shin.


"Jangan dekati aku dasar manusia rendahan" kata gadis Elf tersebut.


"Hahaha kau sangat kasar gadis muda, tapi itu bagus karena kami suka yang kasar-kasar sepertimu, hahaha" kata salah satu pria itu tertawa lepas


"Sudah cukup basa-basinya aku sudah tidak tahan lagi" ucap yang lainnya.


"Wah, wah, kalian tidak takut ya malam-malam begini main di hutan" ujar Shin.


"Si-siapa itu!!!" ucap salah satu pria itu.


"Hahahaha aku adalah arwah penghuni hutan ini, segera tinggalkan hutan ini atau kalian akan tau akibatnya" kata Shin.


"Sialan kau jangan menakut-nakuti kami, jika kau punya nyali keluar dan hadapi kami" kata yang lainnya.


"Hahahaha baiklah jika itu yang kalian inginkan" ujar Shin.


Udara dingin di dalam hutan seketika menjadi sangat panas, kegelapan hutan yang hanya di sinari oleh remang-remang cahaya bulan tiba-tiba menjadi sangat terang, mereka kemudian mendongak ke atas ketika merasakan aura panas terasa sangat kuat di atas mereka.


Mereka semua bergidik ketakutan ketika melihat sebuah gumpalan api yang sangat besar namun berwarna ungu berada di atas mereka, jantung mereka berdetak cepat ketika melihat gumpalan api tersebut semakin membesar, hingga beberapa saat kemudian mereka semua telah berlari ketakutan dengan celana yang basah.


Shin tertawa terbahak-bahak ketika melihat mereka semua berlari ketakutan.


"Hahahaha dasar manusia-manusia bodoh, sudah tau takut tapi malah sok jagoan hahaha.."