The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
PELATIHAN ¹



Keesokan harinya, Shin dan Garda tengah berbincang-bincang mengenai sesuatu.


"Garda apa kau bisa melatih pasukan manusia milikku" ucap Shin


"Dengan senang hati yang mulia" jawab garda


"Tapi mereka juga menggunakan panah dan sihir, apa kau yakin bisa melatih mereka semua" tanya Shin.


"Untuk melatih pasukan pemanah yang mulia bisa minta raja Elf dia sangat hebat dalam memanah, sedangkan untuk sihir para manusia Griffin adalah ahlinya" jawab garda.


"Lalu bagaimana cara aku memanggil mereka berdua" tanya Shin.


"Yang mulia bisa melakukannya lewat panggilan batin" jawab garda


"Ah ya kau benar juga kenapa aku tidak memikirkannya" gumam Shin.


"Raiga, Zuryu, datanglah kemari aku ada tugas untuk kalian" ucap Shin melalui batinnya


"Baik yang mulia" jawab mereka serentak


"Anu... yang mulia apa hamba boleh mengajak istri hamba" ucap Zuryu.


"Terserah kalian saja" jawab Shin dengan nada sedikit kesal


"Ryuzen, kumpulkan semua anggota di lapangan hari ini kita akan latihan keras" ucap Shin memanggil Ryuzen lewat batinnya.


Beberapa saat kemudian semua anggota guild sudah berkumpul di lapangan sesuai perintah Shin mereka berempat juga berkumpul.


Saat Shin melihat Ryuzen ia teringat akan satu hal


"Raiga, apa kau memiliki kesatria dengan dua pedang" ucap Shin dalam hatinya.


"Ada yang mulia, dia adalah jendral pasukan kami" jawab Raiga


"Bagus ajak dia kesini" jawab Shin.


"Siap yang mulia" ucap Raiga.


"Baiklah semuanya mulai hari ini kita akan melakukan latihan yang keras, dan aku sudah menyiapkan guru yang terbaik untuk kalian" ucap Shin sedikit berteriak.


"Selanjutnya bentuk barisan sesuai kemampuan kalian masing-masing" ujar Shin, seketika seluruh pasukan segera berpecah menjadi tiga barisan, barisan pertama ahli pedang di pimpin oleh Ryuzen, barisan kedua, ahli memanah di pimpin oleh Leo, barisan ketiga ahli sihir di pimpin oleh Lina.


"Lily kau sebaiknya berlatih denganku saja" ucap Shin saat melihat Lily ingin bergabung dalam barisan.


"Yang mulia apa dia adalah wanita yang membuat yang mulia menangis waktu itu" tanya Garda saat melihat Lily.


"HEY SIALAN KENAPA KAU MALAH MENGUNGKIT HAL ITU!!!" Shin berteriak kesal kepada Garda


Seluruh pasukan tertawa melihat tingkah Shin, sementara Lily dia tersentak saat mendengar ucapan Garda dia tidak menyangka Shin akan memikirkannya seperti ia memikirkan Shin.


Beberapa saat kemudian Raiga dan rombongannya datang, seluruh anggota Guild sedikit terkejut dan merasa takut karena merasakan tekanan yang sangat kuat datang dari mereka, namun saat mereka menunduk pada Shin semua kekhawatiran itu menghilang.


"Baiklah terimakasih telah datang, aku memiliki tugas untuk kalian, Raiga aku ingin kau melatih pasukan memanah, Zuryu aku ingin kau melatih pasukan Sihir, dan.." ucapan Shin terhenti saat memandang jendral itu.


"Salam hormat yang mulia hamba adalah Rayzen Jendral pasukan Elf" ucap jendral tersebut.


"Kenapa namanya sangat mirip dengan Ryuzen gayanya juga sama" gumam Shin.


"Baiklah dan kau Rayzen latihlah pasukan berperang" ucap Shin.


"Ah... apa ini perempuan yang membuat hati yang mulia sedih" ucap Leshena saat melihat Lily.


"KENAPA KALIAN MASIH MEMBAHAS ITU" Shin berteriak dengan kesal.


"Jadi kalau begitu.... SALAM HORMAT YANG MULIA RATU" ucap mereka serentak dan menunduk pada Lily


"Ehhhhhh" Lily hanya terkejut melihat apa yang mereka lakukan mukanya memerah dan tak tau harus berbuat apa.


"Hey berhenti menggodanya dan lakukan tugas kalian masing-masing" ujar Shin tegas.


"Laksanakan yang mulia" mereka menjawab serentak.


Setelah itu mereka melatih pasukan yang nampak telah siap dari tadi seperti yang di perintahkan oleh Shin.


"Hey namamu Rayzen kan, perkenalkan namaku Ryuzen, aku rasa kita akan menjadi teman akrab" ucap Ryuzen.


"Ya mungkin bisa begitu, aku merasakan perasaan akrab dalam dirimu" ucap Rayzen.


"Kau yang di depan, berapa banyak panah yang bisa kau lepaskan dalam sekali tarikan busur" tanya Raiga pada Leo.


"Saat ini saya hanya bisa melepaskan tiga panah tuan" Jawab Leo dengan sopan.


"Hah... kalian masih sangat lemah, aku akan mengajarkan kalian sampai kalian bisa melesatkan ratusan anak panah dalam sekali tarikan busur" ujar Raiga.


Leo dan yang lainnya terkejut bukan main, bagaimana bisa dalam sekali tarikan busur bisa melesatkan ratusan anak panah.


"baiklah nona seberapa banyak elemen yang kau kuasai" tanya Zuryu.


"Saya bisa menguasai semua elemen tuan" jawab Lina.


"Lalu apa kau bisa melepaskan semuanya secara bersamaan" Zuryu bertanya.


"It..itu tidak mungkin tuan" jawab Lina gugup.


"Tidak ada yang tidak mungkin, aku akan melatih kalian sampai kalian bisa melepaskan semua elemen yang kalian kuasai, dan tentu saja latihan ini sangat keras, apa kalian siap" tanya Zuryu.


"Kami sudah Siap tuan" jawab mereka serentak.


"Baiklah semuanya berlatihlah dengan keras, mereka bertiga adalah yang terhebat dalam bidangnya, dia adalah jendral pasukan Elf Rayzen, dia adalah raja para Elf Raiga, dan dia adalah raja manusia Griffin Zuryu, mereka datang kesini khusus untuk melatih kalian menjadi pasukan yang kuat, jadi berlatihlah dengan keras" ucap Shin memperkenalkan mereka bertiga.


"SIAP MASTER" jawab mereka serentak.