Quen En

Quen En
chapter 99



ini yang mulia"quen en memberikan handuk itu namun kepalanya masih menunduk tanda seorang pelayan segan dan hormat kepada tuannya.


"panggil ketua pelayan Chon agar memberikan hukuman pelayan lambat seperti mu"pria itu dengan dingin.


"baik yang mulia"putri quen en langsung berbalik pergi namun langkahnya berhenti saat pria itu bertanya kepadanya.


"tunggu,kenapa wajahmu di tutup dengan kain seperti itu ,apa kau seorang pelayan berpenyakit an "?


"tidak yang mulia ,hamba begitu cantik di khawatir kan kecantikan hamba membawa petaka setiap yang melihat nya"quen en menjawab dengan malas keluar begitu saja dari mulut nya.


kaisar tang si fan mendengar itu seakan ini tersedak darah namun ini bertanya lagi pelayan itu sudah pergi.


"tidak biasa aku bisa berbicara panjang lebar dengan seorang pelayan ,dan apa pelayan itu katakan , benar benar terlalu percaya diri ,yang benar saja kecantikan yang akan membawa petaka"mengingat perkataan pelayan itu membuat kaisar tang si fan Tampa sadar tersenyum.


kaisar tang si fan segera keluar dan mengenakan pakaian .


setelah keluar pelayan pelayan datang menyiapkan pakaian kaisar tang.


satu pelayan laki laki membantu kaisar tang mengenakan pakaiannya .


setelah perpenampilan rapi dengan pakaian berwarna merah dengan sulam emas di pinggir nya dan terukir naga di dada pakai kaisar tersebut.


"hamba datang menghadap yang mulia"pelayan Chon.


"mana pelayan yang bercadar itu"kaisar tang si fan.


"hamba sudah memerintah pelayan lainya untuk menghukum nya dengan cambukan 50 kali yang mulia ,atas tindakan nya yang begitu lambat menjalankan tugas"


"jika kau tidak bisa mendidik pelayan dengan benar maka jabatan mu sebagai ketua akan Zhen cabut "ancam kaisar tang si fan.


"ba... baik yang mulia hal ini tidak akan ulangi lagi"pelayan Chon dengan takut.


kaisar tang si pun mengibaskan tangannya meminta pelayan tua itu segera keluar dari kamarnya.


_____________________________________________


semua pelayan gemetaran ketakutan akan sosok wanita di hadapan bagaimana tidak saat mereka ingin melayangkan sebuah cambukan ke tubuh quen en malah cambuk itu di tarik dan malah cambuk itu di ambil balik mencambuk tubuh pelayan pelayan membuat mereka merosot ketakutan .


"maafkan kami jangan pukuli lagi ,kami hanya menjalankan tugas dari ketua chon.


"ya ya ya aku tau itu , sekarang kalian Ambil aku makan,aku lapar"? perintah quen en.


"ya... tunggu lah di sini biar aku mengambil nya"seorang pelayan langsung berlari kedapur dan kembali dengan sepiring makanan dan air minum.


"kalian bisa memanggilku quen"


"ba...ba..ik nona quuuenn"mereka dengan takut.


"satu lagi jika ketua pelayan bertanya atas hukuman ku kalian katakan saja sudah melaksanakan nya apa kalian mengerti"


"yaa kami mengerti nona quen"


"bagus bagus, sekarang kalian keluar ,aku tidak bisa makan jika di lihat seperti ini,jika kalian lapar bisa langsung makan di dapur sana"


"ya ,kami pergi"


setelah berkata itu pelayan pelayan itu langsung berlari pergi seakan kabur dari seekor serigala.


putri quen en Langsung menyantap makanannya dengan lahap.


"akhirnya bisa makan dengan tenang"


"andai aku punya pelayan yang bisa menghilangkan seperti bawahnya kaisar yu an Tian mungkin aku bisa sedikit tenang dan santai bisa ku suruh kesana kemarin dengan cepat"


dengan segera putri quen en melahap makanannya hingga kenyang.


tidak lama pun putri quen en menguap ngantuk "seperti aku butuh tidur apa lagi badan pegal pegal semua setelah beberapa hari hanya tidur duduk di kereta penjara itu "


"kalung dewa aku mohon kali ini bawa aku ke tempat yang benar benar tenang untuk beristirahat "setelah berkata quen en menciumi kalung itu dan menghilang.


ia sekarang berada di sebuah taman berbagai tanaman cantik tertanam di sana ada sebuah gazebo kecil yang dekat dengan danau kecil di taman tersebut.


"seperti bisa istirahat di sana" quen en berlari kecil ke arah gazebo tersebut.


putri quen en dia membaringkan tubuhnya di sana saat ini dia begitu Lelah istirahat walaupun sejenak.


langit bergemuruh angin bersepoi dengan kencang membuat cuaca begitu dingin.


pakaian yang di kenakan quen en tidak cukup tebal hingga dia merasakan dingin menusuk tulang tulangnya.


"ekhem"quen en terperanjat kaget dia bangkit dari tidur dan melihat siapa yang datang.


"ke... kenapa kau di sini? quen en dengan kaget.


______________________________________________jjangan lupa dukungan nya dengan like dan menvote ya