
belum putri quen en bertanya akan darah, pangeran Lee segera keluar Tampa kata sedikit pun.
membuat putri quen en mengerutkan keningnya bingung.
"kenapa di langsung pergi"?tanya quen en terhadap Zhuang.
"nona siapa anda sebenarnya"tanya Zhuang penasaran serta terlihat jelas keterjuta di matanya.
putri quen en memiringkan kepalanya menatapnya Zhuang.
siapa dirinya tentu saja dia quen .
"Zhuang siapa aku bukan kah kamu sudah mengetahui dari awal ,aku bulankan orang yang berasal dari tempat ini"
"bukan Nona maksud senior ini silsilah keluarga anda?
"entahlah aku bingung menjelaskan kamu bertanya tentang aku sebenarnya atau pemilik tubuh ini"?
"anda sebenarnya"?
putri quen en dia tersenyum terlihat ke sedihnya "aku adalah seorang wanita pembunuh bayaran di besarnya di panti asuhan siapa orang tua ku mana aku tau ?jawab putri quen en dengan enteng namun sebenarnya dia begitu sedih mengingat kehidupan sebelumnya .
"izinkan senior ini menyelidiki nona"
mendengarkan itu putri quen en terkejut dan berkata "jika kau ingin menyelidik apa artinya kamu akan ke zaman modern"tanya putri quen en.
Zhuang mengangguk Kepala .
seketika putri quen en berbinar bahagia.
"jika seperti itu bawa aku pergi ,aku ingin kembali"
"nona anda tidak bisa ,"
putri quen en tercengang diam sejenak .
"kenapa tidak"
"bukan kah tubuh anda sudah hancur jatuh dari atas tebing bagaimana anda akan kembali"
lagi lagi perkataan Zhuang membuat quen en terpaku.
"apakah tidak ada cara lain?tanya quen en memastikan.
"ada"
"apa itu "
"nona muda hal ini bisa Zhuang jelaskan nanti tapi bukan kah lebih baik anda mengejar pangeran Lee apa yang terjadi dengan nya"Zhuang mengingatkan.
"baik lah ,dan setelah ini kamu harus menjelaskan semua kepada ku cara kembali kepada asalku" putri quen en dengan antusias.
"baik nona"
putri quen en dia segera turun dari atas ranjang tubuh benar benar terasa ringan saat dia melompat pun seakan dia terbang sedikit.
krett....
pintu di buka.
yang ternyata semua pelayan berada di luar.
melihat sosok putri quen en keluar dengan tiba tiba membuat mereka terkejut.
segera memberi salam hormat kepada putri quen en.
"hormat hamba yang mulia"
"di mana pangeran Lee"tanya quen en.
semua pelayan melihat satu sama lain .
siapa pangeran Lee.
"mohon maaf yang mulia , tidak ada di sini bernama Lee.
"pria yang barusan keluar dari kamar ini"putri quen en dengan kesel di buat nya
yang keluar adalah tuan mereka bukan.
para pelayan ingin menjawab namun sosok pangeran Lee muncul.
hingga para pelayan langsung mundur memberi jalan.
melihat pangeran Lee datang putri quen en dia segera menghampiri dan memeluk tubuh pangeran Lee namun tubuh itu terasa dingin.
dingin hingga rasanya quen en mejadi beku.
"Lee ada apa dengan mu"tanya quen en mendongkan wajahnya melihat arah pangeran Lee.
"aku baik baik saja"pangeran Lee mengusap dengan lembut rambut quen en.
"tapi badanmu begitu dingin seperti es"
"hehe ini adalah hal bisa ,saat salju turun tubuh ku juga akan menjadi dingin sedingin es"
turun salju?
putri quen en tidak tau jika di luar sedang turun salju.
"tentu saja"
pangeran Lee pun membawa putri quen en keluar untuk ke halaman villa ,dan benar saja jika sudah turun hujan , pohon pohon sudah berwarna putih di tutupi oleh salju.
"ini luar biasa"putri quen en dengan terkagum.
"apakah putri suka salju"tanya pangeran Lee.
putri quen en dengan semangat mengangukan kepala dengan senyum lebar di bibir namun tidak lama hingga tiba tiba senyum itu hilang.
sebuah ingatan terlintas .
antar nya dan yu an Tian.
bukan awal pertemuan awalnya dengan yu an Tian adalah saat turun salju dan perpisahan nya dengan Lee kekasihnya di zaman modern saat turun salju.
"kenapa melamun"tanya pangeran Lee yang sudah memeluk tubuh quen en dari belakang deru nafas terasa di telinga quen en.
"karena aku bahagia,saat ini sudah bersamamu"kata putri quen en.
"begitu dengan ku , tidak ada hal yang membuat ku bahagia selain bersama mu"bisik pangeran Lee dengan suara serak.
putri quen en dia tersenyum hati merasa hangat .
pangeran Lee membalikkan tubuh putri quen en,pria itu sudah mendekatkan wajahnya, bibirnya hampir menempel dengan bibir putri quen en.
tapi mata merah itu menatap dengan dingin arah quen en.
hingga Tampa sadar quen en mendorong pangeran Lee.
sadar akan tindakan salah putri quen en segera meminta maaf"
"maaf aku belum siap"putri quen en beralasan.
"aku mengerti"pangeran Lee dengan kecewa.
"kenapa setelah bersama pangeran Lee aku seperti seorang istri yang berkhianat terhadap suaminya"batin quen en.
"ayo makan malam ,kamu pasti lapar,saat putri sakit tidak makan dan minum sedikit pun"?
"benar kah pantas saja perut ku terasa perih"putri quen en dengan terkikik geli.
mendengar itu membuat Pangeran Lee ikut tertawa"jika seperti ini biarlah aku menyuapimu putri" goda pangeran Lee.
"tidak!!!kau pikir aku anak kecil?"
"bukan tapi ibu yang akan melahirkan anak anak ku kelak"
"terlalu percaya diri"ejek putri quen en.
"apa kah putri tidak mau melahirkan anak kita nanti"
tentu pertanyaan pangeran lee membuat wajah quen en Langsung merah.
"sudahlah kau terus mengajak bicara lalu kapan aku akan makan"
"maaf maaf ,"
setibanya di ruang makan.
pangeran Lee menarik kursi untuk quen en.
dan mengambil piring menaru nasi dan lauk Pauk di atas piring.
semua pelayan yang berada di sana ingin pingsan.
seorang raja melayani wanita yang benar saja hal seperti ini seakan menjatuhkan martabat raja seakan status wanita itu lebih tinggi dan mulia dari pada raja mereka.
mereka tidak pernah melihat tang si fan tersenyum apa lagi bercanda namun mereka melihat secara langsung .
tang si fan berkali kali tersenyum bahkan bercanda hal ini tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
"yang mulia"
semua pelayan pun langsung bersujud.
hingga terdengar suara gemuruh di lantai.
mereka berkali kali bersujud di lantai.
melihat ke anehnya dari bawahan membuat tang si fan marah .
dia ingin makan bersama pujaan hati nya namun puluhan bawahanya berlutut membuat acara makan terganggu .
dia sangat marah.
dia adalah pria yang dingin dan kejam .
hanya lembut terhadap quen en seorang.
namun entah kenapa bawahanya hari ini membuat ulah apa lagi perkataan bawahnya menusuk hati nya.
"hamba hanya khawatir jika anda terkena sihir"
jendral Ming yang menjaga di luar segera menarik pedangnya mendengar ke ributkan di dalam.