Quen En

Quen En
chapter 24



kenapa tubuh ku terasa kaku tidak bisa di gerakan"batin kaisar yu an tian.


melihat raut wajah kaisar yu an tian tampak terlihat bingung membuat putri quen en tertawa di dalam hatinya dia merasa sangat beruntung ketika masuk kedunia ini apa yang dia impian semuanya terjadi seperti memiliki kalung ajaib ini apa pun yang di inginkan dapat terwujud.


"ada apa"?putri quen en.


"tidak ada, sana pergi aku ingin tidur" usir kaisar yu an tian.


"huh dasar menyebalkan"putri quen en pun langsung beranjak pergi.


tapi saat ingin keluar dari kamar kaisar di depan pintu terlihat liu dan tiga tabib lainyan"hormat hamba yang mulia permaisuri" mereka serempak.


"iya"


"bukan kah yang mulia permaisuri sedang sakit kenapa permaisuri ingin keluar dari kamar yang mulia kaisar" liu.


"iya bener itu tadi namun saat ini aku sudah baikan jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku"


"baik yang mulia namun jika ada sesuatu hal segerah panggil kami"mereka pun membungkuk hormat lalu pergi.


liu ada sesuatu ingin ku tanyakan terhadap mu"putri quen en.


"hal apa yang mulia" liu.


"ikut aku"


putri quen en pun langsung pergi meninggalkan kediaman kaisar yu an tian menuju kediamannya dia pergi dia ke taman di paviliun teratai.


sedangkan liu mengikuti dari belakangnya.


mereka pun sampai di sebuah taman teratai.


"liu apa kah kau tau pangeran lee" putri quen en.


sontak itu membuat liu terkejut dan tegang namun kemudian dia terlihat tenang kembali "iya yang mulia permaisuri, namun kenapa yang mulia permaisuri bertanya soal ini"?


"ah tidak ada apa apa hanya saja sekilas tadi pelayan menyebutkan nama itu dan membuat ku penasaran saja"


"baik yang mulia permaisuri, namun pesan hamba tolong jangan pernah mencari tau tentang dia apa lagi anda bertemu dengan nya karena itu akan membayakan nyawa anda"liu memberi peringatan.


"kau tenang saja aku tidak terlalu perduli soal itu tapi benar kah besok yang mulia kaisar akan pergi ke kerajaan awan putih" putri quen en.


"benar yang mulia permaisuri bahkan keberangkatan akan di lakukan saat subuh nanti"


"hahhah rupanya kaisar sudah tidak sabar untuk menikahi selirnya putri ke enam dari kerajaan putih"


liu dia diam di dalam hati liu kenapa putri quen en tidak terlihat sedih sedikit pun apa kah putri quen en tidak memiliki rasa cinta terhadap kaisar yu an tian.


"liu apa kah kau tau di mana pangeran lee saat ini"?tanya putri quen en sekali lagi.


"mohon maaf yang mulia permaisuri soal ini hamba tidak bisa mengatakannya karena ini sangat di larang di kerajaan ini"


"baik lah jika seperti itu kau boleh pergi"


"terima kasih banyak yang mulia permaisuri" liu membungkuk hormat lalu pergi.


putri quen en kembali kediamanya.


tuan putri akhirnya anda kembali dengan selamat nubi sangat khawatir saat berpisah dengan anda di festival itu"pelayan zi dengan raut wajah khawatir.


"aku yang mengkhawatirkan mu apa kau baik baik saja kau baru sembuh dari sakit"?


"nubi baik baik aja putri para memberontak itu mereka mengejar anda tentunya yang menjadi incaran mereka adalah tuan putri"


"hmm kau benar, sepertinya semakin hari semakin banyak yang menginginkan nyawaku" putri quen en tertawa getir.


"anda tidak perlu khawatir putri selagi putri berada di dalam istana ini mungkin masih dalam keadaan aman putri"


"kau tidak tau justru malah sebaliknya setiap detik nyawa ku di ambang kematian salah sedikit saja maka aku akan mati"putri quen en.


"kenapa putri berkata seperti itu"?


"kau bawakan bunga itu"


pelayan zi mengambil vas bunga yang di letakan di sisi meja tempat tidur"ini putri"


putri quen en mengambil kain putih basah dan di letakan di atas meja dan mengambil vas bunga itu bunga mawar itu pun langsung di tiup hingga keluar seperti serbuk berwarna merah tua.


"ke...kenapa ada serbuk seperti ini"


"bukan cuma itu saja serbuk ini adalah racun dari seranga merah beracun bisa membunuh dengan waktu tiga jam mangsa akan mati dengan gejala sesak nafas"


"hah mohon ampun putri,nubi tidak melakukan itu semua nubi hanya menjalakan perintah anda untuk mengambil bunga di taman dan meletakan di meja ini agar ruangan selalu wangi" pelayan zi langsung bersujud takut.


"bangun lah pelayan zi,aku tau bukan kau yang melakuakan ini tapi yang jelas mereka selalu berkeliaran di istana ini"


"terima kasih banyak putri" pelayan zi bangun.


"maka dari itu kau juga harus berhati hati walau pun setiap detik mereka menginginkan nyawaku namun kau harus berhati hati siapa pun yang kau temui di istana ini harus waspada dengan mereka"


"baik putri"


"keluar lah dan istrahat"


"baik putri" pelayan zi keluar sambil membawa vas bunga itu namun di hentikan oleh putri quen en.


"pelayan zi letakan saja di meja itu"?


"tapi putri jika ini di biarkan anda akan keracunan karena serbuk ini akan terus bertebangan saat anda bernafas"


"aku miliki penangkalnya jika kau membawa itu keluar mereka akan curiga jika rencana jahat mereka gagal dan di ketahui saat ini aku masih ingat bermain main dengan mereka hingga mereka merasa lelah" kata putri quen en.


mendengarkan kalimat itu membuat pelayan zi menelan air liur takut sambil berjalan meletakan vas bunga tersebut di lalu dia pergi.


putri quen en dia menuju tempat pemandian karena merasa badanya lengket.


"benar benar melelahkan festival yang ku harap berjalan dengan lancar hancur gara gara sebuah gaun seandainya aku kesana perpenampilan sederhana tentunya akan para pemberontak itu tidak akan mengetahui jika aku adalah permaisuri" gumam putri quen en.


"tapi siapa sangka kaisar jahat itu mengirim ku sebuah gaun sialan itu bukan cuma itu saja gara gara pakaian itu aku hampir saja mati konyol"


"apa kah kaisar itu tau jika akan ada pemberontak jadi dia sengaja ingin aku memakai pakaian kerajaan secara tidak langsung dia juga ingin membunuh ku ck benar benar suami yang kejam"


di saat putri quen en merasa kesal mengingat kejahatan kaisar yu an tian membuat hatinya mendidih.


BRAK.......


pintu itu tiba tiba di buka membuat putri quen en terkejut hingga dia menutup dadanya dengan tangannya"kenapa kau masuk kesini"?


"tubuh ku terasa sakit dan perih aku butuh berendam" kaisar yu an tian.


dia membuka pakaiannya satu persatu hingga menyisahkan kain tipis dan dia masuk begitu saja kedalam bak mandi membuat putri quen en menjerit


AAAAAAA.......


KELUAR KELUAR DASAR CABUL KELUAR..........!!!!!


"diam kah kau berisik sekali aku hanya ingin berendam di sini apa masalahnya"kaisar yu an tian.


"apa kau bilang apa masalahnya kau itu pria sedangkan aku wanita tentu saja itu akan menjadi masalah"


"kita sudah suami istri hal ini wajar"kaisar yu an tian menatap dada putri quen en membuat wajah quen en merah.


"berani sekali kau melihat ku seperti itu"putri quen en geram.


"kenapa tidak aku bisa melihat burung melihat langit melihat bulan kenapa melihat mu tidak boleh"?


"benar benar menyebalkan" putri quen en langsung menyembur air kewajah kaisar yu an tian membuat kaisar yu an memejamkan mata karena karena terkena percikan air.


"dasar wanita sialan ber.."belum selesai kaisar yu an tian berkata dia melihat putri quen en sudah tidak berada di depannya.


namun tiba tiba rasa sakit menjalar di tubuh membuat kaisar yu an tian kesakitan dia merendamkan tubuh ke air hangat hal itu meringankan rasa sakitnya"kenapa sakit itu tiba tiba kambuh bukan kah seharusnya satu minggu lagi tapi ini terjadi begitu awal"


_____________


kaisar yu an tian keluar dia mengenakan pakaiannya melihat putri quen en sudah berpakaian tidurnya menatap kaisar yu an tian dengan tatapan tajam.


"kenapa kau bisa bisanya menerobos masuk kedalam pemandian wanita apa kau seorang maniak"?


"kenapa hal kecil selalu kau permasalahkan tidak bisa kah sebagai seorang wanita kau lembut sedikit" kaisar yu an tian.


"tidak untuk laki laki seperti mu"


"sudahlah aku hanya aku ingin bersiap pergi"


"terserah kau saja kau ke neraka sekalinya pun itu bukan urusan ku"putri quen en.


"sebentar lagi sudah pagi jadi aku akan pergi dan kau tidak di izinkan keluar dari kerajaan ini hingga kedatangan ku kembali"


putri quen en hanya tersenyum sambil melipat tanganya kaisar berkata sampai dia kembali dengan artian kembali membawa seorang istri walau pun seorang selir namun tetap saja bagi putri quen en wanita itu akan menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya.


tidak ada cinta di hati putri quen en namun dia paling benci jika harus di hianati hal itu membuat dia mengingat kejadian di kehidupan moderan dimna dia mati di tangan kekasihnya dan sahabatnya hal itu membuat putri quen en tersenyum getir.


"lebih baik kau simpan kata kata mu jika kau kembali hanya ingin membawa wanita lain maka pada saat itu kau harus merelakan kehilangan ku"putri quen en.


"hahahha apa saat ini permaisuri sedang cemburu ?


"tidak aku hanya merasa kasian dengan putri keenam kerajaan awan putih kehadiran dia kesini hanya akan mengantar nyawanya saja"putri quen en.


"kenapa kau berkata seperti itu apa kau ingin membunuhnya karena keegoisan mu"


"aku tidak perlu repot repot untuk membunuhnya itu membuat tangan ku kotor namun yang mulia pasti tau setiap pendamping anda akan mati cepat atau lambat bukan bahkan saat aku belum di sini, bagaimna bisa seorang kaisar menuduhku seperti itu seperti kaisar yang tidak berotak"


"kurang ajar mulut mu terlalu lancang,selama ini aku baik bahkan tidak menghukummu namun semakin hari kau besar kepala karena kemurahn hati ku"


"lalu kau ingin apa"?


terlihat jika kaisar yu an tian tersenyum licik dia keluar dari kamar putri quen en dan berkata kepada para penjaga "kalian tambah penjagaan di kediaman teratai jangan izinkan permaisuri keluar namun jika permaisuri masih memaksa kalian bisa mematahkan kakinya"


"babb....baik yang mulia kaisar".


pintu kamar putri quen en pun langsung di tutup.


"benar benar dia datang bagaikan jalangkung tiba tiba datang bahkan mengurung ku di sini, lihat saja aku akan memberimu pelajaran kaisar yu an tian suatu hal yang tidak akan kau lupakan seumur hidup mu"putri quen en.


putri quen en langsung menggati pakaiannya seperti seorang laki laki yang saat ini terkenal di kota dengan julukan setan merah.


dia mengunakan kekuatan kalung itu agar dirinya menjadi trasparan tidak terlihat membuat putri quen en keluar dengan leluasa.


"jika ada di antara dari kalian membicarakan dia lagi aku tidak akan segan untuk menghukum kalian"


"jika suatu saat permaisuri bertanya tentangnya kalian hanya bisa menutup mulut kalian rapat rapat"


"dengarkan itu dan selama kaisar pergi kalian pantau permaisuri jangan biarkan dia keluar dari paviliunnya apa lagi masuk ke tempat itu jika hal itu terjadi nyawa kalian menjadi taruhan


liu pun langsung pergi.


"kenapa pengawal liu itu dia terlihat sangat marah dan dia siapa yang dia maksud tapi ini bertepatkan dengan aku bertanya soal pangeran lee apa ini ada hubungan dengan itu"?


"tempat itu apa yang di maksud adalah sebuah tempat di mana pangeran lee berada kurasa itu berada di bagian barat di istana ini"?


"kenapa terlihat jika liu begitu marah dan tadi kaisar tiba tiba datang dan mengurungku dikediaman ini seperti sangat mencurigakan mereka seperti ketakutan jika aku bertemu dengan pangeran lee"?


"apa yang sebenarnya terjadi siapa sebenarnya pangeran lee"?


________________________________________


vote donk ya jika berada di rengking 50 aja nanti langsung tiga episode sekaligus


jangan lupa like and komen.