Quen En

Quen En
chapter 167



kebisingan terdengar jelas di luar gerbang .


suara deringan pedang .


putri quen en yang tertidur segera membuka matanya berajak dari kursi menuju jendela melihat apanya yang terjadi.


go Jia ia langsung masuk dan membungkuk hormat "senior Qu di luar pasukan yi tiba tiba menyerang.


"apa yang mereka inginkan hingga langsung menyerang,"?


"putra mahkota feng yi ia ingin menemui namun melihat sikapnya ia tidak hanya ingin menemui senior Qu seperti ia berniat membunuh senior "


"sekte naga langit ini baru saja di bangun jangan membuat keributan biarkan putra mahkota masuk menemui ku".


"baik senior"


go Jia ia segera keluar.


____________________________


Feng yi masuk ke dalam sebuah ruangan di sana terlihat seorang wanita dengan cadarnya Tampak membaca buku dengan sinar lilin membuat gadis itu terlihat elegan .


gadis itu terlihat tenang bahkan saat Feng yi ada di hadapannya wanita itu tidak berdiri memberi hormat.


sungguh tidak pernah patuh aturan .


wanita itu hanya diam ia fakus dengan buku di tangannya.


"kau bisa membaca"tanya Feng terkejut melihat seorang wanita dapat membaca.


"iya"Jawab putri quen en singkat.


"kenapa kau merusak wajah ku"tanya Feng yi dengan geram.


"merusak wajah kapan aku melakukannya?"


"waktu itu jelas jelas kau memegang wajah ku setelah aku kembali wajahku terasa panas terbakar, ini pasti ulah mu kan"


"kau menuduh ku"tanya putri quen en datar.


melihat tatapan mata putri quen en membuat perasaan Feng yi tidak menentu.


"si..si apa lagi jika kau bukan kamu, kau pasti ingin balas dendam karena dulu aku menolakmu" Feng yi tergagap tidak tahan akan tatapan mata quen en yang membuat dirinya seakan lupa kemarahan di hati nya.


"balas dendam karena penolak kan "? putri quen en mengulas perkata Feng yi dengan menyeringai.


"yaa kau pasti menyesal tidak bisa bersamaku"


"Feng yi fikiran mu terlalu jauh ,aku sedikit pun tidak merasa menyesal,kau tindak pantas bersama ku" ceomoh putri quen en.


"tidak pantas? , ribuan wanita di luar sana merangkak hanya ingin menjilat air Serma ku bahkan dari mereka menjilat kaki ku hanya untuk naik ke atas ranjang ku sedangkan kamu, kini hanya sampah dari kerajaan EN bahkan seorang janda berstatus tidak jelas tapi walau pun kau merusak wajahku karena aku kasian dengan kegilaan mu terhadap ku, merangkak lah maka aku akan berbaik hati menjadikan mu selir"


putri quen en hanya tertawa .


"menjadi selir mu ? benar kah ucapan mu itu?


"tentu saja ,maka merangkak lah"


sekali lagi putri quen en menyeringai licik.


"ciuhhhh "putri quen en meludah di hadapan Feng yi.


"menikah dengan mu jika seperti itu apa bedanya aku menikahi 🐷"


"sial kau menyamai ku Dengan 🐷 babi , prajurit tahan wanita ini ,ia sudah lancang merendahkan ku"


sekitar dua puluh orang masuk mengelilingi putri quen en.


sedangkan putri quen en ia masih terlihat tenang di kursinya seraya melanjutkan aktivitas membacanya.


melihat ketenangan dari putri quen en membuat prajurit prajurit itu ketakutan.


kehebatan dan kekejaman senior Qu sudah tersebar luar di penjuru negeri , melihat putri quen en tenang malah membuat mereka gentar.


"cepat tangkap wanita ini."peritah Feng yi.


bruk...


pintu di banting para murid sakte datang dengan sejata di tangan mereka masing masing.


"hormat kami guru" mereka memberi hormat terhadap quen en.


"putri quen en lihat semua murid mu adalah wanita yang melarikan diri dari negara mereka, apakah mereka datang untuk melayani prajurit ku memuaskan nafsu"Feng yi.


para prajurit mendengar penuturan putra mahkota mereka menjadi semangat di tambah wanita wanita di sakte ini cantik cantik dan muda mereka layaknya wanita bangsawan dengan pakai merah mereka dan ada lambang sekte rata rata pakaian yang di kenakan murid sekte kelas atas.


putri quen en menutup buku nya dan menatap murid murid nya seraya berkata"ini misi bagi kalian ,jika kalian mampu bertahan maka kalian akan naik level "


semua murid sekte berbinar bahagia naik level itu artinya mereka akan di ajarkan jurus baru dan banyak hadiah lainnya.


"baik ketua"jawab mereka serempak.


"jangan pandang kami wanita lemah"ucap salah satu murid kepada prajurit Yi.


menyisahkan Feng yi dan putri quen en di Rungan itu.


"Feng yi aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu ,?kau tau aku bukan lah putri quen en yang kau kenal dulu,mungkin dulu putri quen bodoh pernah mencintai pria seperti mu namun aku ingin mengucapkan terima kasih karena berkat pengkhianat mu aku bisa ada di dunia ini"


Feng yi yang tidak mengerti dengan perkataan putri quen en hanya mampu menyengitkan alisnya"apa maksud dari perkataan mu"


putri quen en ia tidak menjawab dia kembali membaca bukunya kembali.


melihat putri quen en mengabaikan bahkan dia tidak terlihat bersalah sedikitpun telah merusak wajah tampan nya yang membutuhkan berbulan bulan untuk mengobati iritasi di wajah Feng yi.


wanita itu tidak pernah takut ancaman bahaya .


"putri Quen" bentak murka Feng yi.


"hmm"jawab putri quen santai.


"kau" Feng yi sangat geram dengan kelakuan putri quen, wanita itu benar-benar seperti tidak memiliki perasaan ketakutan sedikit pun.


"apa sudah selesai urusan mu ?jika iya maka keluar lah suara gonggong mu itu sangat menggangu ku"


"suara gonggong an , apakan kau anggap aku seekor anjing"


"aku tidak mengatakan kamu anjing ?kau sendiri yang menyebut dirimu anjing"ejek quen.


brak....


Feng yi ia mengebrak meja dengan keras


"putri quen kamu pikir aku takut dengan mu "?tanya Feng yi dengan nada merehkan.


"mungkin"jawab putri quen en singkat.


sejujurnya Feng yi begitu tertarik akan sikap tegas dan arogan putri quen en ini


pertama kalinya melihat seorang wanita bertingkah seperti ini membuat tantangan sendiri bagi Feng yi untuk mendapatkan putri quen.


Feng yi ia berjalan mendekati putri quen en mengangkat dagu putri quen en akan wanita itu menatapnya.


ia mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka beberapa sentimeter.


Feng yi tidak dapat melihat wajah quen namun ia dapat melihat pupil mata biru quen en yang menatapnya dengan tajam ke arahnya.


"aku tidak keberatan menikmati tubuh mu sesuatu kehormatan bagi ku menikmati tubuh seorang permaisuri Phoenix"


putri quen en ia masih tidak bergeming walaupun sudah begitu dekat jarak antara ia dan Feng yi .


putri quen en melihat tanda hitam di leher Feng yi.


tentu putri quen en tau apa yang terjadi terhadap Feng yi apa lagi tentang tanda hitam leher pria itu yang sebelumnya pelajari tentang kitab dewa .


"keluar "usir putri dengan dingin.


Feng yi seakan tidak perduli , putri quen en mengusirnya ,,ia malah mendekatkan wajah nya berniat ingin mencium putri quen en.


bibir Feng yi sedikit lagi menyetuh bibir quen en di balik cadar .


"kau melampaui batas" ucap quen en seraya menendang Feng yi menjauh membuat pria itu terpental.


"sialan....!!!! maki Feng yi.


secepat kilat quen en menyeret Feng yi keluar .


"Zhuang.."


cahaya putih itu langsung datang.


"senior datang menghadap Nona"


"bereskan semua ini ,aku tidak ingin sekte ini hancur akan hal seperti ini"


"baik nona"


bruk ..


putri quen en Langsung melempar Feng yi seperti seekor anjing.


"putri quen aku akan membuat mu bertekuk lutut di hadapan ku suatu saat" tantang Feng yi.


zep...


putri quen en langsung Melayangkan jarum emasnya yang tepat di bola mata Feng yi.


"arrrrggggggggg.......


putri quen en pun ia segera kembali ke Rungan nya.


seseorang yang melihat tindakan putri quen ia hanya tersenyum jahat.


"wanita sombong"