Quen En

Quen En
chapter 153



tentu saja dia tau karena cincin yang di berikan kepadanya Mirip dengan cincin yang di kenakan oleh Yue Yue sebelumnya.


"yaaa aku mengetahui nya "


putri quen en mengulurkan tangannya hingga keluar sebuah buku yang sedikit kumuh dan usang.


"aku mengetahui ini dari jurnal milik mu ".


pangeran Lee dia langsung memperdalam pelukannya "istri ku terima masih mengingat ku ".


suara ini berbeda.


walaupun putri quen en sudah lama tidak bertemu namun dia masih mengingat suara pangeran Lee.


putri quen en dengan kasar melepaskan pelukan itu sepihak menatap pangeran Lee dengan waspada.


"siapa kau"tanya putri quen en dengan Dingin .


pangeran Lee terdiam namun kemudian memperlihatkan senyum miring dan penampilan tadi yang sangat mirip dengan pangeran Lee tergantikan dengan wujud aslinya.


Cheng Zheng.


mata putri quen en terbelalak kaget , melototi dengan marah pria di hadapan.


dia di tipu.


lengan putri quen en terluka tentu aroma darah itu membuat Cheng Zheng mengila.


ingin segera melahap habis wanita di depannya ini.


Rungan itu seketika menjadi mengerikan aura kejam terpacar dan bercampurnya dengan aura dingin membekukan jiwa milik putri quen en.


mereka berdua adalah musuh yang tidak pernah akur.


swittt....


bola api itu muncul di tangan quen en.


"ayo kita bertarung?


dia tidak ingin lari lagi hingga saat ini memutuskan bertarung ,mati atau hidup itu bukan hal yang harus di Takutan .


"bertarung dengan ku ?,quen aku tidak ingin bertarung dengan mu aku hanya ingin memberi penawaran yang baik antara kau dan aku"


"Cheng Zheng apa pun penawaran mu aku tidak sudih"


"apa kau nyakin?"tanya Cheng Zheng .


"cihhh "quen berdecit tidak suka.


"aku bisa mengirim di mana sebenarnya kau berada ".


mendengar kan itu putri quen en mengerut kan keningnya .


di mana dia seharusnya berada tentu adalah zaman modern.


apakah itu maksud Cheng Zheng.


"apa maksud berkata mu"tanya putri quen en.


Cheng Zheng tersenyum dan hal itu membuat putri quen en muak.


pria itu tampan namun pada saat ini dia sudah tidak memberi kesan baik untuk Cheng Zheng .


"aku tidak bisa mengatakan karena tadi kamu berkata tidak berminat "?


"baik jika kau tidak ingin mengatakan ,hal itu tidak terlalu penting bagi ku", putri quen en .


bagi quen en jika kembali di kehidupan selanjutnya tidak tau apa yang harus di lakukan bukan kah tubuh hancur ketika jatuh ke jurang ,jika dia kembali itu tidak akan mungkin.


putri quen terlalu muak dengan pria di hadapan ini hingga dia berlari menyerahkan mengunakan api di tangan.


"hap...


api itu di arahkan ke leher Cheng Zheng ,tetapi pria itu memiringkan tubuhnya hingga lolos dengan mudahnya, detik kemudian sebelah tangan Cheng Zheng memegangi pergelangan tangan Queen dengan erat.


Queen menjadi sangat marah karena tangannya ditahan, tatapannya terhadap Cheng Zheng semakin sadis, quen en adalah pembunuh paling hebat di abad ke-21 tidak disangka dia akan ditahan pria ini dengan gampang.


tapi quen memiliki sebuah keinginan yang pantang menyerah,detik kemudian dia langsung mengangkat kaki dan menendang ke titik paling lemah pria.


Cheng Zheng Ling lung sebenar quen ingin membuat nya tidak memiliki keturunan.


quen mengeluarkan belati kecil dia langsung menyerang Kembali Cheng Zheng dan melukai bagian dada Cheng Zheng.


settt....


bagaikan angin berhembus dengan cepat Cheng Zheng datang menghampiri Queen dengan cepat .


Cheng Zheng memegangi lengan putri quen en yang terluka ,menekannya dengan kuat.


hingga putri quen en berteriak sakit.


"ahhhhrgggg....


wajah putri quen en kesakitan dan mulai pucat karena banyak mengeluarkan darah di tambah sakit yang di rasakan .


seakan tidak puas Cheng Zheng ingin melihat wajah kesakitan putri quen en hingga dia menarik cadar putih.


mata biru itu hanya menatap Cheng Zheng dengan dengan sadis.


Cheng Zheng terpaku sebentar wanita di hadapan ini begitu mirip wanita yang di cintainya Yue Yue tapi bagaimana bisa?


pegangan sedikit longgar ini adalah kesempatan nya.


putri quen en mengeluarkan jarum emas di balik lengan bajunya.


dan cap.


putri quen en menacapkan jarum itu tempat di mata Cheng Zheng .


Cheng Zheng mengerang kesakitan.


ini adalah kesempatan untuk balas dendam.


dia mengambil jarum lagi dan ingin menusuk kembali mata Cheng Zheng yang satunya.


tapi kedua prajurit Cheng Zheng datang mengunakan kekuatan hitam di arahkan putri quen en.


dengan cepat putri quen en menghindarinya .


putri quen en melirik sebentar melihat wajah Cheng Zheng berkumuran darah hatinya puas.


putri quen en menciumi kalungnya dan menghilang.


____________________________


putri quen en tidak bisa pergi jauh karena luka di lengannya hingga dia hanya bisa keluar dari pintu gerbang istana Phoenix.


mata berkunang-kunang dia banyak kehabisan darah .


namun putri quen en menahan kesedarannya tetap terjaga, setidaknya dia keluar dari wilayah Phoenix.


tang si fan mengangkat tangannya meminta pasukan untuk berhenti.


dia melihat seorang wanita berjalan dengan susah payahnya tampaknya wanita itu dalam keadaan lemah.


tang si fan memerhatikan namun detik kemudian dia sadar ,jika itu adalah putri quen en.


hingga dengan segera melompat turun dari atas kereta.


tapi di hadang oleh kedua abdinya"yang mulia mohon anda di dalam jika anda keluar itu akan membahaya anda , biarkan hamba yang membantu wanita itu."


kedua bawahanya itu tidak tau jika wanita itu adalah putri quen en mereka mengira jika kaisar tang si fan bersimpati terhadap wanita itu yang terlihat berlumuran darah di pakai nya.


tang si fan dia langsung mencekik bawahanya dengan kejam "kau berani menghalangi ku ,bahkan aku tidak ragu lagi membunuh mu di sini".


"mohon ampun yang mulia , hamba hanya mengkhawatirkan keadaan. anda"


ahhh....


bruk...


kaisar tang si fan dia melempar tubuh bawahanya itu dengan keras.


dan menghampiri putri quen en yang hampir tumbang.


pah...


tubuh putri quen en hampir terjatuh ke tanah jika tidak kaisar tang si fan datang tepat waktu.


kaisar tang si mengangat tubuh putri quen en dalam gendongan.


semua prajurit menundukan Kepala mereka.


pelayan membuka tirai kereta untuk kaisar tang si fan masuk .


namun kaisar tang si fan tidak naik kereta dia lebih memilih menunggangi kuda yang berwarna hitam.


meletakan tubuh putri quen en yang tidak sadarkan diri di depan.


"segera kembali ke istana"ucap kaisar tang si fan.


dia langsung memacu kudanya dengan cepat.


mengeluarkan pedangan dari sarungnya.


tidak lama terdengar suara gong di pukul beberapa kali di istana .


suara itu begitu nyaring hingga terdengar di seluruh penjuru Phoenix.


suara gong itu di pukul dua 2 kali menandakan pintu gerbang wilayah Phoenix harus di tutup.


kaisar tang si yang berada di depan melihat pintu gerbang akan di tutup dia memerintahkan prajuritnya untuk memanah prajurit Phoenix yang berjaga di pintu gerbang.


sett...


sett...


ratusan anak panah itu terbang mengarah prajurit Phoenix.


prajurit Phoenix mati.


dan pasukan zommen pun keluar dari pintu gerbang besar itu.


"bagi dua pasukan , prajurit Phoenix pasti akan datang mengejar"perintah kaisar tang si fan.


"baik yang mulia"


______________________________________________


tandu yang membawa Lou zyou memasuki kediaman kaisar yu an Tian.


hati Lou zyou begitu bahagia, dia rela menjadi putri quen en selama nya asal bersama kaisar yu an Tian.


"permasuri masuk ke dalam Heram"beritahu Kasim dengan suara lantang.


Cheng Zheng yang sedang di obati oleh tabib mengerutkan keningnya namun dia juga tersenyum iblis .


tabib istana melihat itu dia menjadi takut.


"teryata ada iblis yang ini menipu ku "kata Cheng Zheng dengan senang namun penuh penekanan.


mata satunya rusak oleh jarum milik putri quen en , hingga dia membutuhkan mata pengganti.


ketiak Lou zyou masuk dengan malu malu , Cheng Zheng dari jauh sudah mencium aroma tubuh iblis.