Quen En

Quen En
chapter 35



quen en merubah penampilan sebagai seorang pria dia keluar dari kerajaan karena sudah lama tidak menculkan dirinya di kota saat ini dia membutuhkan tubuhan obat untuk mengobati luka kutukan kaisar yu an tian walau pun tidak begitu nyakin namun putri quen en harus mencobanya.


namun di tengah perjalanan dia sekilas mendengarkan suara jeritan ketakutan diri seorang wanita dengan cepat quen en menghilang menuju tempat tersebut.


terlihat tiga orang pria dengan tubuh yang besar memegangi sebuah kampak dengan seorang wanita di hadapannya tertunduk ketakutan.


tak....


salah satu pria itu mengayunkan pedangnya ingin memotong wanita di hadapannya dengan cepat pula putri quen en mengayunkan pedang hingga membuat tangan pria itu terputus darahnya meluncur seperti air terjun mengenai dinding dekatnya.


AAARRGGG.....


pria itu mengerang kesakitan "siapa kauuuu " pria itu meringis kesakitan.


quen en di balik maskernya dia hanya tersenyum licik menatap ketiga pria di hadapanya dengan tatapan angkuh"tidak tau malu berani sekali mengeroyok seorang wanita"


"ciuhhh....


jangan ikut campur tapi karena kau telah memotong tangan saudara ketiga aku akan membunuh mu"


"silahkan kalian, hanya tikus curut sekali jentik pun akan mati"


"tutup mulutmu kita lihat dan buktikan"


hiyaaa.......


kedua pria itu langsung menyerang quen en.


quen en menghindari serangan itu mengayunkan pedangnya secepat kilat melewati lawan.


"hahahh bodoh pedang mu tidak sedikit pun mengenai kami....


"kakak pertama....Aaarrggg...." salah satu di antara mereka tiba tiba kedua tanganya terputus membuat pria yang menertawakan putri quen en menatap quen en dengan tajam.


"bagaimna bisa kamu melukai adikku"


"sudah ku katakan menghabiskan kalian begitu mudah bagi ku"quen en.


melihat pemuda berpakaian merah di hadapannya membuat ketiga pria takut mereka sadar jika mereka bertiga bukan lawannya pemuda di hadapannya hingga membuat mereka langsung lari meninggalkan tempat itu.


"dasar begitu saja langsung pergi"quen en.


"terima kasih tuan berkat anda hamba selamat" pelayan itu bersujud sukur.


"kenapa mereka ingin membunuh mu"?


"karena aku tidak sengaja mendengarkan pembicaraan seseorang di dalam tuan"pelayan itu dengan takut.


"hal apa sehingga membuat mereka ingin menghabisi mu"


"mohon ampun tuan ini adalah rahasia istana hamba tidak berani mengatakannya"


"hmm baik lah jika seperti itu aku tidak akan menolongmu lagi dan aku yakin mereka pasti akan terus mengincar nyawamu"


mendengarkan itu membuat pelayan itu terlihat begitu ketakutan "tuan tolong hamba,setidaknya tolong keluarga hamba mereka akan mengincar nyawa anak anak hamba tuan"


"aku tidak mau, kau saja tidak ingin mengatakannya hal apa yang kau dengar hingga membuat mereka ingin membunuh mu bisa saja kamu melakukan kesalahan hingga mereka ingin membunuh mu tidak mungkin bukan jika orang tidak salah akan mendapatkan hukuman"


"tuannn mohon ini di rahasiakan dari siapa pun dan mohon tuan selamatkan anak anak hamba,"


"baik lah, katakan apa yang kau dengar"?


"hamba mendengar pelayan zi pelayan pribadi permaisuri quen en mereka mengatakan membawa pelayan zi ke gurun di mana para budak di sana akan mati mengenaskan"


"oh jadi seperti itu, pantas saja pelayan zi tidak ada di penjara jadi mereka membawanya tampa sepengetahui kaisar yu" batin putri quen en.


"pergi lah ke perbatasan kota tunggu lah aku di sana aku akan membawa anak anak mu kamu lebih baik meninggalkan wilayah ini" putri quen en


terlihat jika pelayan itu ragu namun meninggalkan kerajaan phonix itu artinya meninggalkan pekerjaannya namun anak anaknya jauh lebih berarti dari sebuah pekerjaan hingga membuat pelayan itu mengangguk kepalanya dengan pelan.


setelah mengatakan alamat rumah pelayan itu quen en langsung menghilang menunju perdesaan.


___________________________


terjadi sebuah keributan di desa di mana anak pelayan itu berada namun kedatangan quen en membuat orang orang di sana mundur ketakutan siapa yang tidak kenal dengan dia saat ini.


"setan merah datang setan merah datang" penduduk desa mereka menyingkir memberi jalan untuk quen en.


"akhirnya pahlawan datang setan merah bantu lah kami mereka sudah datang beberapa hari dan memaksa kami untuk memberi mereka anak gadis kami"wanita tua yang sedang memengai seorang gadia keci berusia tiga belas tahunan.


putri quen en memang sering membantu seperti orang yang teraniyaya dan di tindas dan tidak itu juga dia juga sering membagi bagikan uang dan sembako untuk penduduk miskin namun sudah beberapa hari ini dia tidak muncul membuat para penjahat berdatangan.


"ohh jadi kamu setan merah, kau hanya seorang bocah bagaimna bisa melawan kami yang bertubuh kekar seperti ini"penjahat.


"aku tidak butuh otot besar seperti kalian namun aku memiliki otak" putri quen en.


"hai bocah jangan banyak bicara lebih baik kau pergi, aku merasa kasian saja jika kamu mati di tangan kami setelah mereka penduduk desa memuja muja mu itu akan membuat hati mereka kecewa jika kau mati di tangan kami"


"mari kita bukti lebih kuat mana otak apa otot"putri quen en.


"kau hbiskan bocah tengik itu"


hiyaaa..


tringgg...


suara pedang berantakan membuat suara detingan yang begitu nyaring.


pah.....


pedang quen en tembus ke jantung salah satu dari mereka.


tidak itu saja quen en dengan cepat berlari kesalah satu di antara mereka dengan cepat pula hingga penjahat itu tidak bisa melakukan penyerangan balik tubuh sudah serpotong menjadi dua.


"apaaa" ketua penjahat itu terlihat begitu terkejut.


putri quen en hanya tersenyum licik "bagaimna karya ku bagus bukan"


"kau kau adalah orang terhebat yang pernah aku liat dan gerakan mu baru pertama kali aku melihat gerakan ini" ketua penjahat itu.


"tidak perlu memujiku, aku akan mendapatkan giliran kematian"


ketua penjahat itu dia langsung berlutut di hadapan putri quen en "tolong jadikan aku murid mu"


hal itu membuat anak buahnya ikut terkejut "ketua kenapa kamu harus berlutut di hadapan pemuda ini"


"tutup mulutmu cepat lebih baik kau tunduk kita bukan tandinganya"ke tua penjahat itu marah terhadap anak buahnya.


dengan terpaksa anak buah penjahat itu ikut berlutut di hadapan quen en.


terdengar suara sorak sorak bahagia dari penduduk desa mereka bahagia karena penjahat yang membantai desanya beberapa hari ini mereka tampak tidak berdaya di bawah kaki setan merah.


melihat sikap tunduk ketua penjahat itu putri quen en memasukan kembali pedangnya ke dalam sarungnya"lebih baik kalian pergi jangan pernah mengganggu ke amanan warga di sini"


"mohon jadikan aku sebagai muridmu"


"aku tidak ingin meangkat seorang murid cepat pergi atau aku akan memotong lidahmu agar kamu berhenti berbicara" ancam putri quen en.


hal itu membuat ketua penjahat itu menunduk hormat lalu pergi "mohon aku pamit guru,suatu saat ku harap guru mau mejadikan ku murid mu"


putri quen en mengibaskan tanganya menandakan jika mereka harus pergi di hadapannya.


semua penduduk bersorak gembira.


"terima kasih banyak setan merah kehadiran anda adalah berkah bagi kami anda benar benar seorang pahlawan"


"sudahlah lebih baik kalian masuk kermh masing masing"


"baik"


mereka pun meninggalkan putri quen en.


putri quen en langsung melanjutkan perjalanan menuju tempat dimana anak anak pelayan itu beradah.


hufff seperti mencari obat untuk kaisar yu harus di tunda, "gumam putri quen en.


di tempat lain.


anak buahnya penjahat itu mereka semua bingung melihat sikap ketuanya yang berubah dan menyerang begitu saja di hadapannya seorang bocah.


"ketua kenapa kamu malah berlutut di hadapan bocah itu orang kampung tidak akan takut lagi terhadap kita dan iku akan sulit untuk kita mencari para gadis dan merampok harta mereka"


"diam apa kalian tuli jika dia bukan tandingan kita dan aku harus menjadi dia sebagai guruku apa pun yang terjadi aku harus berusaha agar setan merah mau mengangkat seorang murid"


"tapi ketua ini begitu aneh, bagaimna bisa anda yang hebat harus berguru dengan seorang bocah"


"sekali lagi kau berkata seperti itu kan ku robek mulut mu,apa kau tidak melihat setan merah itu dia mengenakan kalung itu"


"kalung aku melihatnya tapi kenapa dengan kalung itu"?


ketua penjahat itu mengeluarkan sebuah gulungan kumuh di balik bajunya dia langsung membuka gulungan itu "buku ini selalu aku bawa kemana pun aku pergi ini adalah harta berharga milik kakek ku"


"di dalam gulungan ini sama persis dengan kalung yang di kenakan setan merah jika kalung itu adalah kalung dewa yang melegendaris tidak itu saja dia juga mengenakan cincin api bahkan gelang pusaran angin dia adalah orang hebat dia harus menjadi guru ku bagaimna pun itu"


"apa ketua yakin tidak salah melihat"?


"aku sudah mencari seseorang yang mengenakan kalung itu dan aku sudah belajar banyak hal untuk mengetahui kalung cincin dan gelang hebat itu setiap hari bagaimna bisa aku salah"


"jika seperti itu aku juga ingin menjadi murid setan merah"


"kau benar suatu saat dia akan menjadi orang hebat di dunia kita harus menjadi pasukan terkuatnya agar dunia memandang kita suatu saat"


"hmm kau benar"


"ayo lebih baik kita ikutin setan merah mana tau di perjalanan dia membutuhkan bantuan tenaga kita"


"iya ayo.


________________________________________


vote donk


jangan pelit ya😛😉