
quen en berjalan di koridor yang pajang menuju paviliunnya .
di iringi dari belakang beberapa pelayan ikut serta dengannya.
"setibanya di paviliunnya pelayan zi datang menghampiri membantu putri quen en melepaskan pakaian menuju ruang pemandian.
"putri Tampak nya dalam Susana bahagia ya"tanya pelayan zi.
"kenapa kau bisa mengatakan itu"selidik putri quen en.
"hehehe tentu saja Nubi tau putri di lihat dari raut wajah putri terlihat begitu bahagia sehingga saat masuk kamar pun senyum senyum sendiri"pelayan zi.
"benar kah ,ya ampun aku sampai tidak sadar jika seperti itu"putri quen en.
"tentu saja , sebab putri sedang jatuh cinta ya"tebak pelayan zi.
putri quen en dia hanya tersenyum kecil seraya berkata "mungkin seperti itu"?
"mungkin ?apa putri masih ragu dengan perasaan putri saat ini"?tanya pelayan zi.
putri quen en tidak menjawab pertanyaan pelayan zi dia Hanya berkata kepada pelayan yang lainya yang berdiri di sisi putri quen en untuk keluar.
semua pelayan pun keluar Tampa kecuali pelayan zi pelayan pribadi yang masih di dalam membantu putri quen en melepaskan pakaian yang begitu merepotkan bagi quen en.
sedangkan pelayan zi pun tidak berani lagi untuk bertanya dia hanya fokus membantu quen en melepaskan pakaian nya dan mengiringi putri quen en masuk kedalam ruang pemandian.
"sudahlah kau lebih baik keluar aku bisa mandi sendiri "putri quen.
"baik putri"
pelayan zi pun keluar dari kamar pemandian.
sedangkan putri quen en dia masuk kedalam bak pemandian yang telah di penuhi kelopok bunga bunga di dalam bak tersebut.
dia menggosok tubuhnya dengan pelan dengan bunga bunga tersebut berbagai pengganti sabun.
sungguh di dalam pikiran putri quen en dia merindukan mandi di bak mandi di apartemen nya di Dunia modran.
teringat perkataan kaisar yu an Tian malam ini agar bersiap untuk menyambut kedatangan nya.
mengingat hal itu membuat wajah Putri quen en bersemu merah "apakah aku benar benar harus menyerahkannya dan melayani nya"?tanya putri quen en kepada diriku sendiri.
"aku sudah menikah hampir lima bulan lamanya namun masih belum melakukan hal itu"putri quen en.
"tapi entah kenapa aku merasakan ketidak nyakinan namun aku juga tidak bisa menolak lagi bagaimana pun ini adalah tugas istri yang seharusnya dari awal aku melayani nya"
"argh..... memikirkan hal itu saja kenapa aku jadi gugup dan takut seperti ini bagaimana pun ini bukan hal pertama bagi ku ,"gumam putri quen en bingung memikirkannya hal yang akan terjadi malam ini.
"namun ini tetap jadi hal pertama bagi tubuh yang ku tempati ini ,dan bagaimana tubuh ini masih gadis murni"
putri quen en hanya bisa menghela nafas berat .
cukup lama quen en berada di kamar mandi hingga dia keluar dari bak tersebut dan mengambil handuk.
melihat kehadiran putri quen en datang pelayan zi datang menghampiri membawakan pakai tidur yang berwarna putih.
"putri tadi Kasim Han datang mengatakan jika malam ini yang mulia akan datang"pelayan zi.
"ya "Jawab putri quen en singkat namun terlihat jelas jika putri quen en gugup .
"putri yang mulia akan datang , tapi putri sudah gugup seperti ini bukan kah baru beberapa jam yang lalu putri bertemu dengan yang mulia namun kenapa? namun seakan pertama kali akan bertemu"goda pelayan zi.
"ini karena "putri quen en ingin memberikan tau namun ragu di takut kan pelayan zi akan menertawakan nya dan hal tentu akan sangat memalukan jika di katakan.
"karena apa, putri"?tanya pelayan zi penasaran.
"karena ,kau dari tadi banyak bertanya membuat ku pusing"putri quen en.
"heheh jika seperti itu Nubi minta maaf putri ini karena Nubi begitu penasaran apa kah malam ini yang mulia akannnn"pelayan zi ingin mengatakan namun melihat putri quen en melotot marah kepada nya.
membuat mulut pelayan zi di tutup rapat rapat menahan tawa.
"dasar pelayan nakal"putri quen en seraya berjalan ke arah cermin.
pelayan zi pun langsung menyisirkan rambut panjang putri quen en.
setelah itu pelayan zi berpamitan pergi.
setelah kepergian pelayan zi membuat putri quen en seperti ke bingungan tidak ada teman Ngobrol membuat dia berjalan kesana kemarin "kenapa aku seperti ini,sial aku jdi gugup seperti ini"
putri quen en membuka pintu jendela kamar.
merasakan hembusan hembusan angin malam masuk kedalam kamarnya membuat rambut panjang lurus menari nari dengan lembut .
terlihat bintang bintang menghiasai Langit malam.
putri quen en tersenyum "di kehidupan ku dulu aku sangat jarang melihat bintang namun saat ini aku lebih sering melihat nya"gumam putri quen en.
tiba tiba sebuah ingatan terlintas di benak nya jika dulu saat putri quen en sedih setelah di bully oleh saudara nya sang putri duduk di bawah pohon melihat bintang bintang dengan deraian air mata seakan sedang curhat kepada bintang akan kesediaannya.
mengingat itu sungguh membuat quen en sedih .
"ah kenapa aku lupa seperti ini bukan kah kaisar Yung en mengirim surat untuk ku "putri quen en sambil memukul jidat nya.
"walaupun kaisar Yung en tidak memperdulikan putri quen en tapi tidak bisa di pungkiri jika dia adalah ayah dari tubuh ini dan di dalam hati putri quen en dia juga sangat menyayangi kaisar Yung en dan berharap jika suatu saat kaisar Yung en akan memperhatikan ya ,"
"sudah lebih baik aku pergi ke istana en "
putri quen en pun menunggu kaisar yu an Tian untuk meminta izin akan keberangkatan nya ke istana en namun yang di tunggu tak kunjung datang.
"sebenarnya si kaisar dingin itu jadi apa tidak sih kesini hari sudah malam ini tak kunjung datang ,"putri quen en dengan kesel.
asap hitam datang tepat di hadapan putri quen en.
melihat itu putri quen en mundur beberapa langkah dengan segera mengambil pedang nya.
sosok wanita tubuh nya tinggi langsing dan kulit terlihat sangat putih seperti kapas namun wanita itu mengunakan pakaian hitam dan penutup kepala hingga tidak menampakkan wajah yang terlihat bibirnya yang berwarna merah darah.
"apa kabar putri quen en"tanya wanita itu.
suara ini terasa tidak asing bagi putri quen en pernah di dengar nya namun lupa entah di mana dan siapa?
"seperti yang kau lihat"Jawab putri quen en dingin.
"kenapa apa kah kau seperti mengingat sesuatu setelah melihat ku?
"untuk apa aku ini tidak penting bagi ku untuk mengingatnya "jawab putri quen en.
terlihat jelas di balik tudung hitam ,wanita itu tersenyum jahat "kedatangan ku ke untuk memberikan pertunjukan "
"cihh ,aku tidak berminat dengan pertunjukan mu"putri quen en.
"namun aku akan memaksa nya"
"benarkah jika seperti itu maka aku tidak akan sungkan membunuh iblis yang datang tidak di undang"putri quen en menyalurkan kekuatan api nya melaluinya pedang nya.
sedangkan wanita itu tersenyum "kau mengunakan kekuatan yang salah?
putri quen en tidak menghiraukan perkataan wanita itu dia datang langsung berlari menyerang wanita itu sedangkan wanita itu dia hanya diam di tempat menunggu serangan putri quen en.
pah...
saat pedang itu mengenai tubuh wanita itu terlihat tiada ada luka sedikitpun "hahhhahaa .
semakin wanita itu tertawa membuat putri quen en muak .
serangan datang dari belakang namun dengan cepat putri quen en menghindar nyam
bruk.....
serang yang tiba tiba itu membuat tubuh putri quen en masuk kedalam sebuah kotak besar karena menghindar .
kotak peti itu pun langsung tertutup rapat.
ketiga wanita iblis itu langsung berbungkuk hormat di bawah kaki wanita yang bertudung hitam itu.
"hormat hamba ratu rencana sudah berhasil"
"yaa kerja yang bagus "
"lalu wanita ini apakah akan di kirim ke lautan agar segera mati di sana ratu?
"tidak biarkan dia sini "
ketiga wanita itu seperti paham akan maksud tuan mereka hingga mereka bertiga mengangguk kepala membacakan sebuah mantra entah apa itu hingga peti itu pun tak terlihat lagi.
sedangkan putri quen en memberontak keluar.
tampak peti itu sengaja di bikin lubang kecil hingga dapat melihat apa yang terjadi di luar.
"lepaskan wanita iblis sialan"teriak putri quen en.
wanita itu berjalan menghampiri kotak peti itu seraya berkata "simpan saja suara mu setelah melihat pertunjukan yang ku berikan khusus untuk mu"
"sialan apa rencana mu hah"
"kau akan melihat sendiri.
wanita itu pun langsung merubah tampilan dengan wujud putri quen en.
Sekarang putri quen en mengerti siapa yang menyamar menjadi dirinyaa di sekte naga langit.
pintu pun di buka terlihat sosok kaisar yu an Tian datang berjalan dengan gagah menuju putri quen en atau yang lebih tepatnya wanita iblis yang menyamar .
"maaf membuat mu menunggu"kaisar yu an Tian.
"tidak apa ,aku mengerti pasti banyak tugas kerajaan yang belum kau selesai kan "
"iya kau benar"kaisar yu an Tian.
"duduklah aku akan membuat minuman itu mu"
kaisar yu an Tian menurut dia memilih duduk di tempat tidur .
"tunggu sebentar ya"
namun kaisar menarik pergelangan tangan Putri quen en palsu hingga membuat terduduk di atas pangkuan kaisar yu an Tian"tidak usah lebih baik kau disini saja temani aku , apakah kau tau aku sudah berusah payah dengan cepat menyelesaikan tugas kerajaan agar bisa cepat bersama mu"
"sebentar saja ,aku sudah menyiapkan ini dari tadi , apa kah tega membiarkan perjuangan ku sia sia"
mendengar putri quen palsu merengek manja seperti itu membuat kaisar yu an Tian gemes dan mencubit hidung nya"baik lah , ambilkan minuman yang telah disiapkan permaisuriku ini"
"baik lah kau tunggu disini"
wanita itu pun langsung beranjak dari pangkuan kaisar Yu an Tian namun dia terlihat tersenyum sinis ter arah kotak peti itu.
sial nya lubang peti itu terarah ke tempat tidur hal ini seperti di rencana begitu matang oleh iblis iblis itu.
sedangkan putri quen en berteriak namun sepertinya kaisar yu an Tian tidak mendengar Kanya.
wanita itu menuangkan arak berkualitas tinggi namun tidak lupa di taburi sebuah bubuk halus kedalam minuman kaisar yu an Tian.
wanita itu pun kembali "ini minum lah ini adalah arak spesial untuk mu ,"
"terima kasih dan kau malam ini terlihat begitu lembut dari sikap mu yang bisa nya"kaisar yu an Tian.
"itu karena kau memperlakukan ku dengan baik akhir akhir ini , tentunya aku juga harus melakukan hal yang serupa "putri quen en.
"jika seperti itu aku bahagia mendengar kan,dan mau kah putri bersulang untuk malam pertama kita ini"
pluss..
wajah putri quen en palsu Langsung bersemu merah.
tring...
mereka pun langsung bersulang meminum habis arak itu.
kaisar Yu an Tian meletakan gelas itu di atas meja .
dan menarik putri quen en dalam pelukan nya.
"apakah kau sudah siap"
"hmm"jawab putri quen en malu malu.
kaisar yu an Tian dia memegangi pinggang putri quen en mengelusnya dengan lembut.
menciumi leher jenjang putri quen en namun dengan pelan turun ke bawah.
dadanya masih tertutup dengan pakaian tidur tipis .
kaisar yu langsung menarik tali pakai tidur itu sekali tarik langsung terbuka.
sedangkan putri quen en di dalam peti mengamuk di dalam peti .
dia sudah berusaha mencium kalung dewa namun tidak berhasil.
rasa panas membakar hatinya
jika peti itu bisa di buka ingin rasanya mencakar cakar wajah wanita itu tampa ampun.
terlihat jika kaisar yu an Tian sudah berada di atas wanita itu.
mendekat.
dekat ingin mencium bibir wanita itu.
"yu an Tian sadar lah dia bukan aku ,yu an Tian apakah kau mendengar kan aku atau tidak"?teriak putri quen en di balik peti.
teriakan putri quen en seperti tidak didengar oleh kaisar yu an Tian.
hati putri quen en ingin hancur saat bibir itu sebentar lagi akan bersentuhan.
"hah benar ini adalah kekuatan iblis tentunya jika sama iblis akan"?
putri quen en memejamkan matanya tidak sanggup melihat apa di hadapan.
dengan berteriak"
Cheng Zheng......
kau selalu menyebut dirimu hebat sekarang jika kau benar-benar hebat datang lah lawan segel itu ......
Cheng Zheng jangan sebut dirimu iblis jika hal seperti ini kau tidak bisa"......
terdengar suara desahan sungguh saat ini putri quen en tidak sanggup untuk melihatnya.
.______________________________________________
jangan lupa dukungan nya dengan men vote yaaa.