Quen En

Quen En
chapter 98



gadis gadis dari negara Gu di keluarkan dari kandang.


di kumpulkan di sebuah tempat yang lebih tepat nya di tengah lapangan.


tubuh mereka terlihat lemas tak berdaya karena selama perjalanan tidak di beri makan dan minum belum lagi banyak diantara mereka menjadi pelampiasan nafsu dari tentara tentara perang kerajaan zommen.


mereka yang tidak menurut ingin melawan pasukan zommen mendapatkan sebuah pecutan agar ikut berkumpul dengan yang lainnya.


semua itu tidak luput dari penglihatan quen en dia mengepalkan tangannya ketidak adilan dan perikemanusiaan terlihat jelas di hadapan tentu hal ini semua di bawah kendali oleh pemimpin negara zommen yang memiliki hati yang kejam .


"seperti di zaman ini semua pemimpin memiliki hati iblis"gumam quen en.


tentu perkataan quen en bisa di dengar oleh Ling Ling yang berada di sebelah nya"benar yang quen katakan kita yang lemah seperti tidak berharga bagikan sayuran busuk yang tidak harganya"Ling Ling.


"hmm tapi jangan pernah menyerah dengan keadaan selagi apa yang kita ingin benar lebih baik mati dengan terhomat dari pada hidup dengan hina"quen en.


"perkataanmu seperti seorang ksatria yang sering Kakek ku dulu menceritakan sebelum tidur"ujar Ling Ling dengan deraian air mata mengingat kakek yang tua di bantai habis habisan oleh pasukan zommen.


"kenapa menangis itu hanya membuat kita terlihat lemah apa kah kau tau ?sampai kau nangis darah pun mereka tidak akan kasian lalu melepaskan mu begitu saja"quen en.


"kau benar "Ling Ling dengan segera menghapus air matanya.


berdiri dengan benar"bentak pasukan zommen kepada gadis gadis muda yang terlihat lemah tidak berdaya.


namun gadis itu terlihat begitu lemah dan tak berdaya hingga tubuh yang kurus jatuh ketanah .


bruk...


"dasar tidak berguna"prajurit itu menendang tubuh gadis yang pingsan itu.


"siram gadis lemah ini "


byurrr...


tubuh langsung basah kuyup membuat kesadaran kembali dia Yang masih lemah dengan pelan membuka mata dengan suara bergetar seakan tidak sanggup untuk berkata kata lagi namun masih berusaha untuk berbicara"mati...


setelah berkata itu prajurit itu langsung menginjak ijak wajah gadis itu hingga darahnya mencurat keluar bola mata seakan ingin lepas wajah yang tadi pucat kini sudah berlumuran darah .


tidak tahan lagi akan penyiksaan itu quen en langsung melepaskan Pedangnya membuat prajurit yang tidak memiliki perasaan itu langsung terputus kepala.


buk ..


buk ..


bukk...


sekitar tiga belas prajurit Langsung mengelilingi quen en mereka mengeluarkan goloknya di arahkan ke quen en.


sudut quen en terukir di balik cadarnya berwarna putih.


"Ling Ling lebih baik kau Mundur"


Ling Ling dengan segera mundur .


kini terlihat jika quen en di kelilingi oleh prajurit jika gadis bisa pasti akan gemetaran ketakutan namun tidak dengan quen yang sering berada situasi seperti ini .


panglima Zheng dia berjalan dengan angkuh di hadapan quen en"tindakan mu sungguh luar biasa melawan prajurit zommen di depan mataku kau pikir dirimu siapa ? pahlawan"?


"cihh pasukan tidak berperasaan seperti kalian pantas mendapatkannya yaitu mati"ejek quen en.


"budak sialan.... walau pun kau bisa bela diri kau pikir bisa melawan ribuan pasukan zommen dengan sendiri di sini"


"seperti yang kau ketahui jika aku adalah malaikat kematian mu"quen en .


"kurang ajar , kalian habis kan budak ini"Sheng memerintah terhadap pasukan.


putri quen en mengambil pedang menatap dengan tajam di balik cadarnya bagaikan seekor serigala yang siap menerkam mangsanya jika datang menyerangnya.


hiyaaa....


mereka dengan serempak menyerang quen .


Trang...


tring...


zep...


zep.


pah


pah.


tiga belas pasukan itu mati dengan cepat di hadapan Sheng .


"kurang ajar ,"Sheng marah.


dia turun dari atas kuda melihat dengan teliti gadis di hadapannya "seperti dia pantas menjadi budak di istana dia gadis kuat dan pintar dalam bela diri kerajaan zommen Sangat membutuhkan gadis memiliki keterampilan seperti dia"


mendengar itu hati quen en ingin batuk darah jadi budak, di kerajaan zommen yang benar saja .


namun ini adalah kesempatan untuk menghancurkan kerajaan zommen dari dalam sekaligus menunggu bulan purnama untuk menyegel Cheng Zheng kembali.


"tuan Ming dia adalah pemberotak dan lihat saja dia membunuh prajurit ini dengan mudahnya bisa saja kebenaran akan di istana akan membahayakan kaisar"


"dia hanya budak rendahan bagaimana bisa membunuh Kaisar yang bahkan tidak akan pernah budak ini temui"Ming.


"terserah kau saja namun jika dia membuat masalah dengan kerajaan jangan salahkan aku"


"serahkan ini kepadaku sisanya segera cari biar ku membawanya ke istana"ke jendral Ming.


"sudahlah aku tidak tau dengan jalan pikiran mu" kata Sheng marah.


jendral Ming hanya diam dia langsung memerintahkan anak buah untuk membawa quen en ke istana.


putri quen en dia menuruti perkataan Jendral Ming.


sebelum quen en pergi dia menoleh ke arah Ling Ling dan adiknya yang hanya di balas senyum oleh Ling Ling dari jauh.


dari sorot tatapan quen en seakan mengatakan jika dia akan menolong Ling Ling dan adiknya agar bisa keluar dari negara zommen dia sudah memikirkan jika akan membawa Ling Ling dan adiknya ke sekte naga langit.


"tunggu "quen en terhadap jendral Ming.


"ada apa"?


"bisakah teman ku ikut ke istana?


"aku tidak bisa menjanjikan jika teman mu bisa melewati ujian fisik mungkin bisa bergabung dengan mu di istana"Jendral Ming .


"sudahlah nanti aku akan mencari dimana keberadaan mereka"batin quen en.


"tapi tunggu kenapa jendral ini malah memilihku padahal kelas tadi aku melawan dan membunuh pasukan zommen ini sangat mencurigakan"quen en ragu akan sikap jendr Ming.


putri quen pun di minta untuk menunggu di dalam kereta yang sederhana menunggu budak lainnya yang lolos masuk kedalam istana .


cukup lama menunggu membuat quen jenuh di dalam kereta ,tiba tiba asap hitam itu muncul di sisi kereta .


putri quen en melihat itu dia langsung menunduk kan kepala bersembunyi di dalam kereta menunduk agar tidak ketahuan jika di dalam kereta ada orang.


"Cheng Zheng sudah memerintah pasukan untuk mencari kebenaran ku, aku harus bersembunyi saat ini untuk belajar kekuatan api dan kalung ini lebih dalam lagi agar bisa mengalahkan Cheng Zheng"gumam quen en.


"lihat batu ini gemetar itu menandakan jika putri quen en di sini"pasukan Phoenix .


"ya jika seperti itu selusuri semua kereta di sini pasti putri quen en bersembunyi di salah satu kereta di sini"


"ahhhh sial mereka memiliki pendeksi keberadaan ku"quen en mengerutu.


dia Langsung mencium kalungnya dan berkata" bawa aku ke tampat yang jauh dari sini"


Ting ..


cahaya biru itu langsung menyelimuti tubuh quen en membuat dia menghilang.


saat muncul dia sudah berada di sebuah tempat pemandian yang terlihat begitu megah dengan banyak barang barang antik berada di tambah sebuah bak besar yang kebetulan sekali ada seseorang yang sedang berendam di sana.


putri quen en dengan pelan berjalan keluar agar tidak di ketahui seseorang yang sedang mandi tersebut.


"siapa kau"seorang pelayan memergoki quen en yang tampak berjalan mengendap ngedap.


dengan cepat quen en mentotok pelayan itu hingga jatuh pingsan.


"pelayan....


panggil orang di dalam bak tersebut


terdengar suara langkah kaki dari pintu .


putri quen en segera menyeret pelayan yang pinsan itu dan menukar pakaianya.


"kirim pelayan ini ke kerata". quen quen dengan mencium Kalung tersebut membuat Langsung menghilang.


"hei kau apa yang kau lakukan disini , segera kesana berikan handuk ini kepada yang mulia jika tidak cepat nyawa kita akan jadi taruhannya"


"baik"


putri quen en segera mengambil handuk tersebut dan berjalan maju ke arah bak .


ehh tunggu, tadi wanita tua itu berkata yang mulia yang artinya pria yang mandi ini adalah seorang pangeran atau kaisar"?


_____________________________________________


jangan lupa dukungannya dengan men vote ya .