Quen En

Quen En
chapter 133



semua orang di aula mulai membicarakannya Yue Yue .


"dasar wanita murahan tidak dapat putra mahkota malah menggoda pangeran kedua"


"seharusnya dia bersukur akan di nikahin oleh jendral Seon tapi dia malah ingin memanjat dengan tinggi "


"bahkan lari dari pernikahan dan menyerahkan tubuhnya dengan pria lain ,dia lebih rendahan dari seekor keledai"


suara gunjingan itu terdengar di telinga Yue Yue namun apa lah daya dia adalah seorang wanita rendahan di sini apakah pantas dia mengeluarkan suara?


mata Yue Yue sudah membendung air mata namun dia mengepalkan tangannya berusaha agar air mata tidak jatuh menetes.


di dalam diam tertunduk, dia melihat cincin indah melingkar di jari manis membuat dia sedikit merasa legah.


"aku harus kuat"kata Yue Yue kepada dirinya sendiri.


kaisar langit dia langsung keluar dari aula Karena banyak urusan.


saat kaisar langit lewat Yue Yue langsung bersujud .


tidak sedikit pun kaisar langit melirik ya dia melewati Yue Yue seakan gadis itu adalah sampah yang tak berharga.


"pangeran Yan ,hari ini aku bertemu dengan kaisar ayah mu dia baik kepada ku"kata Yue Yue dalam hati .


ya dia adalah Yue Yue seorang gadis yang tidak pernah berpikir buruk terhadap orang lain walaupun orang itu kejam terhadap nya.


"ya dia baik karena tidak jadi menghukum mati ku , tapi kaisar salah sangka terhadap ku tapi sudah "batin Yue Yue lagi.


"sampai kapan kau akan berlutut di situ"tegur Cheng Zheng yang sudah berdiri di hadapan Yue Yue.


Yue Yue dia mendongakkan wajahnya dan tersenyum "apa sudah selesai tuan"


melihat senyum tulus dari Yue Yue kayak anak kecil yang tak berdosa membuat Cheng Zheng merasa bersalah melibatkan Yue Yue dalam pertarungan dengan Yan jin .


Yue Yue dia langsung berdiri dan menepuk pakainya dengan pelan seakan takut pakaian itu rusak.


pakaian yang di berikan Cheng Zheng ini adalah pakaian termahal yang paling bagus seumur hidup di pakai jadi sangat takut rusak karena tidak akan memiliki uang untuk menganti jika rusak .


melihat itu Cheng Zheng menyatukan alis bingung namun dia hanya diam.


"yang mulia pangeran ,ayo silahkan makan ini sudah waktunya makan siang"ajak mereka para kerabat istana.


namun Cheng Zheng dia mengabaikan itu semua .


"kamu sebaiknya kembali ke kamar mu biarkan pelayan mengantar mu"kata Cheng Zheng terhadap Yue Yue.


"baik , tapi aku minta maaf pangeran"


"soal apa kau meminta maaf"?tanya Cheng Zheng.


"karena kedatangan ku di sini , pangeran terkena masalah bahkan di fitnah ,aku tidak tau kenapa orang tadi berkata jika pangeran mabuk dan aku mengoda pangeran , padahl hal sebenarnya terjadi bukan seperti itu,jadi aku minta maaf pangeran membuat anda dalam kesulitan"kata Yue Yue dengan lirih merasa bersalah.


mendengar kata itu sungguh membuat hati Cheng Zheng terpukul bagaikan terhantam batu besar bagaimana bisa wanita di hadapan ini begitu polos dan begitu suci fikiranya di mata yang biru laut itu seakan tidak terlihat sedikit pun dendam hanya terlihat kesedihan .


"tidak perlu kau pikirkan itu,hal ini biar aku yang mengurusnya, kamu tidak perlu merasa bersalah"


"baik pangeran"ucap Yue Yue .


melihat Yue Yue pergi dengan pelayan nya .


tatapan Cheng Zheng tidak bisa lepas akan sosok Yue Yue seorang gadis memiliki fikiran positif layaknya seorang gadis kecil yang belum mengetahui kejamnya dunia yang masih senang bermain main.


Zhuang melihat itu dari kejauhan hanya diam merasa iba dengan Yue Yue kepolosan gadis itu di permainan oleh orang jahat seperti Cheng Zheng.


______________________________


Yue Yue di dalam kamar megah itu dia duduk sendirian.


menahan rasa perih dan lapar di perutnya tenggorokan juga terasa kering.


hari sudah larut malam Namun tidak seorang pun datang mengantar makanan untuk nya


"apa mereka lupa ya ada ku di sini"gumam Yue Yue.


"sudahlah lebih baik tidur siap tau rasa lapar ini hilang"


Yue Yue pun mengeratkan ikatan kain yang di ikat di Perutnya yang selalu di gunakan saat dia kelaparan namun tidak ada untuk di makan.


hal seperti ini sudah sering Yue Yue alami namun dia tidak pernah datang mengeluh keadaan kepada Yan jin dia selalu bersikap ceria seakan tidak memiliki beban di hidupnya.


untuk membasahi tenggorokan yang terasa begitu kering dia ke kamar mandi dan meminum sedikit air di bak mandi itu.


Yue Yue masih ingat perkataan pelayan jika kasur besar itu tidak pantas untuknya yang jauh lebih berharga kasur itu dari pada nyawanya.


dan para dayang itu berkata jika Yue tidur di tempat tidur akan menyusahkan pelayan untuk membersihkan bekas kuman yang menempel di tubuh Yue Yue di tempat tidur nanti.


Namun Yue Yue dia tidak merasa sedih atau keberatan dia masih bersukur masih bisa tidur tanpa kehujanan .


di saat tidur Yue Yue meringkuk kedinginan hingga dia meringkuk seperti seekor kucing.


Zhuang melihat idari celah kecil dalam kamar itu hingga dengan jelas melihat.


jika Yan jin tau jika gadisnya di perlakukan seperti di pastikan dia akan mengamuk .


namun biarlah jalan cinta Yan jin dan Yue Yue biarkan takdir untuk menyatukan mereka.


__________________________________


katakan pada tabib saat melakukan pemeriksaan nanti untuk mengatakan jika Yue Yue hamil"? perintah Cheng Zheng.


"baik yang mulia"


"bagaimana caranya lakukan sesuatu agar Yan jin terpancing hingga dia keluar dari kuil dewa itu sebelum bulan purnama "kata Cheng Zheng lagi.


"hamba mengerti yang mulia"


bawahan itu pun dia langsung menghilangkan di hadapan Cheng Zheng.


Cheng Zheng dia segera menuju ke kamar Yue Yue untuk memastikan .


para pelayan melihat kehadiran pangeran ke dua langsung ketakutan.


tidak biasanya pangeran akan berkeliaran tengah malam apa lagi menuju kamar seseorang hal ini begitu langka.


"hormat kami pangeran"bungkuk pelayan itu seraya dengan takut membuka pintu kamar yang di tempati Yue Yue.


ketika Cheng Zheng masuk dia tidak sosok Yue Yue tidur di tempat tidur.


saat dia berjalan mencari sosok Yue kakinya tersandung .


dia melebarkan matanya saat melihat Yue Yue tidur di lantai seakan wanita itu menggigil kedinginan.


Cheng Zheng dia merasakan sedih dan sakit di hatinya saat melihat keadaan Yue Yue saat ini.


hingga dia mengangkat tubuh Yue Yue ke atas tempat tidur.


Yue Yue mengeliat.


saat mengangkat tubuh gadis itu yang terasa begitu ringan.


meletakan di atas tempat tidur .


Cheng Zheng merasakan aneh di tubuh Yue Yue hingga dia penasaran.


dan membuka sedikit pakaian Yue di bagian perut.


dan ternyata di sana sebuah kain panjang melilit dengan kuat perut wanita itu.


"kenapa dia melakukan ini"tanya Cheng Zheng .


tidak lama Cheng Zheng paham kenapa Yue Yue melakukan ini .


menahan lapar.


hingga dia mengepalkan tangannya .


entah bagaimana emosi dalam tubuh seakan menguasai dirinya hingga dia keluar dari kamar Yue.


saat keluar terlihat beberapa pelayan wanita tampak bersujud di depan pintu .


"maafkan kami yang mulia,"


tidak ada jawaban dari Cheng Zheng dia melewati para pelayan itu dengan langah angkuh.


"aku ingin tubuh semua pelayan itu di cincang dan lepar untuk makanan anjing"ucap Cheng Zheng terhadap bawahan.


semua pelayan itu langsung menjerit ketakutan dan menyesali perbuatannya .


mereka tidak menyaka jika Cheng Zheng akan marah sebesar ini hanya karena mereka mengerjai Yue Yue tidak mengirim makanan malam ini.