
kaisar yu an Tian kembali ke ruang kerjanya mendapati para menteri istana.
sebagai mereka merasa tersinggung dengan sikap kaisar yang meninggalkan acara begitu saja .
padahal jelas acara itu di adakan untuk kaisar mendapatkan dukungan dari kerajaan lain dengan mengangkat beberapa selir di istana nya .
"yang mulia...."tanya Kasim yang merasa khawatir akan sikap kaisar yu an Tian.
kaisar yu an Tian.
"Zhen tidak akan mengambil selir "ucap kaisar yu an Tian dengan tegas.
semua menjadi terkejut .
"yang mulia mohon pertimbangkan bagaimana pun tidak ada kerajaan yang tidak memiliki selir hal ini juga demi kejayaan kerajaan menjalani ikatan dalam pernikahan dengan negara lain" ucap penasehat Istana.
"kau fikir selama ini kerajaan phonex lemah hingga Zhen harus menikah dengan kerajaan lain itu maksud mu"
"bukan seperti itu yang mulia " ucap gugup penasehat karena takut.
"mohon maaf yang mulia istana membutuhkan seorang putra mahkota sedangkan permaisuri hingga kini belum melahirkan keturunan " ucap menteri .
bruk...
kaisar yu an tian memukul meja hingga semua orang bergetar takut keringat dingin mulai keluar semua diam tidak berani bicara lagi .
"tidak ada yang di izinkan membatah ucapan ku "ucap kaisar yu an Tian dengan dingin.
ruangan itu pun menjadi sunyi mereka tidak berani mengeluarkan pendapat lagi.
bahkan para penjabat negara tetangga mereka tidak berani bicara .
"kerajaan Phoenix dapat meruntuhkan kerajaan mana pun yang berani melawan Tampa di perkuat dalam pernikahan negara negara tetangga"ucap tang yu an Tian.
"membicarakan soal keturunan bukan kan secara tidak langsung kau menuduh ku lemah hingga sulit menghasilkan anak"ucap kaisar yu an tian.seraya melihat mentarinya yang sudah bergetar.
"mohon ampun yang mulia"menteri itu langsung menjatuhkan kepalanya ke lantai.
sedangkan di luar para putri bangsawan sudah berkumpul mereka tidak sabar di pilih oleh kaisar .
mereka sudah berdandan dengan tampilan terbaik mereka.
walaupun acara tadi malam adalah pemilihan namun karena kaisar pergi begitu saja hingga mereka pun berinisiatif menunggu kaisar memilih di siang ini.
mereka sudah berdiri berjam jam di Heram namun kaisar yu an Tian belum menampakkan diri.
terdengar langkah kaki seketika ruangan itu menjadi sunyi senyap bahkan terasa membekukan hati.
padahal ini di ruang terbuka.
"hormat kami yang mulia kaisar". mereka dengan kompak membungkuk hormat.
mereka pun mengangkat kepala namun tidak berani menatap langsung ke arah kaisar.
mereka hanya curi curi pandang semua sudah terkesima melihat ketampanan kaisar yu an Tian.
kaisar yang sudah mengemparkan dunia.
"semua bubar Kembali ke rumah kalian masing masing karena Zhen tidak akan pernah mengambil selir"ucap kaisar yang membuat patah hati.
"yang mulia mohon pertimbanganya "jawab mereka dengan kompak.
melihat kekerasan hati para wanita di hadapannya kaisar yu an Tian tersenyum licik.
"kalian urus mereka"ucap kaisar yu an Tian kepada dua abdi nya.
"baik yang mulia"jawab mereka berdua dengan kompak.
"kalian segera tinggalkan tempat ini jika tidak kalian akan tau akibatnya" ...
"tidak bisa,kami sudah datang jauh kami adalah seorang bangsawan bagaimana bisa di perlakukan serendah ini"ucap salah satu perempuan.
dan semua mulai meng iya kan.
sedangkan putri quen en melihat kerumunan gadis gadis itu .
kaisar yang kembali ke kamar mendapati putri quen en sedang berdiri dekat jendela melihat arah yang di lihat putri quen en.
ia melingkari tangan di pinggang istri nya yang sangat di rindukan nya.
mencium leher putih putri quen en wangi tubuh quen en membuat ia candu.
"Cheng Zhang"panggil putri quen en.
"iya istri ku"...
"apakah kamu tidak ingin hidup normal"?
"maksudnya "tanya yu an bingung.
"Cheng Zhang jujur aku ingin menjelajahi dunia menikmati hidup seperti yang ku inginkan"
"jadi Putri ingin jalan jalan itu maksud nya"tanya yu an Tian memastikan.
putri quen en membalikan badan seraya mencium kening kaisar yu an.
mendapatkan perlakuan seperti itu hati Cheng Zhang menjadi tidak karuan.
seakan ingin melahap bibir gadis di depannya.
"tinggalkan istana ini"ucap putri quen en kemudian.