
kereta kerajaan phonix kini sudah memasuki sebuah hutan terdengar suara langkah kaki kuda begitu banyak membuat burung burung terbang mengepakan sayapnya dan hewan hewan di hutan itu tampak berlari kesana kemari melihat pasukan kerajaan phonix.
kaisar yu an tian dia berada di dalam kereta tampak duduk dengan tenang.
tapi tiba tiba kereta berhenti sosok berpakaian merah dia tampak berdiri di depan membuat pasukan kerajaan phonix berhanti seketika.
tidak terlihat jelas wajah orang tersebut wajahnya di tutupi dengan sebuah masker hitam pakaian merahnya tampak menari nari di tengah angin yang terlihat kencang rambutnya di kuncir kuda terlihat melambai lambai dengan indah dia terlihat seperti seorang pemuda yang tampan dan terlihat keren walau pun wajah di sembunyikan.
"he pemuda kenapa kau menghalangi perjalan kami tidak tau kau kau siapa yang sedang kau hadang"
putri quen en dia menoleh sambil melipat kedua tanganya menatap orang orang dengan datar dia tidak tampak takut melihat ratusan prajurit.
"bukan kah itu adalah setan merah"?
"setan merah aku baru mendengarnya?
"dia baru baru ini menjadi terkenal di kota karena kemurahn hatinya dan dia menahlukan para penjahat di kota namun banyak di katakan setan merah lebih suka menolong wanita yang tertindas tidak itu saja dia juga sering membagi bagikan uang terhadap orang miskin tapi ketika dia membunuh dia terlihat mengerikan seperti seorang setan dengan cepat lawan mati dengan sekali gerakan benar benar mengerikan"
"dia tampak terlihat seperti seorang pemuda bagaimna bisa dia sehebat itu"?
"tapi kenapa dia menghalangi perjalanan kaisar, apa kah bocah ini merasa hebat hingga berani bertindak seperti ini"
"sungguh akan tamat riwayat setan merah jika berhadapan dengan yang mulia kaisar"
putri quen en hanya trs tersenyum sinis di balik maskernya"mohon maaf aku tidak sengaja lewat sini jika seperti itu silahkan lanjutkan perjalanan tuan"
"iya, ayo jalan kembali" liu.
namun suara dingin terdengar di balik kereta megah"dia sudah memperlambat perjalanan zhen kalian lebih baik bunuh dia"kaisar yu an tian.
mendengarkan perintah itu seperti perintah mutlak bagi para pasukan phonix terlihat beberapa pasukan mengelilingi putri quen en" pemuda lebih baik anda berdoa memohon ampun karena sebentar lagi anda akan berada di alam bangka.
"baik jika seperti itu aku akan berdoa agar dewa menyelamatkan ku karena kalian sudah ingin membunuhku padahal aku tidak melakukan kesalahan"
"jika seperti itu berdoa lah"salah satu prajurit langsung mengeluarkan pedangnya menyerang putri quen en.
"saatnya pertunjukan" putri quen en.
putri quen en langsung menangkis serangan itu dengan sebuah tongkot dengan gerakan gesit dia memukul prajurit itu hingga dia prajurit itu terpental.
BOOOMM....
sebuah ledakan membuat asap tebal mereka tidak dapat melihat putri quen en.
saat asap semakin menipis putri quen en menghilang membuat para prajurit terkejut "di mana dia"?
"ini jebakan....."
"kebakaran kebakaran kereta barang kebakaran"
para prajurit langsung bertindak dengan cepat ingin memadamkan api yang terlihat berkobar dengan besar saat api mati terlihat jika kereta barang itu tidak dapat di selamatkan terlihat gosong meninggalkan puing puing kayu berserta barang di dalam kereta menjadi abu.
kaisar yu an tian turun dari keretanya dia terlihat begitu dingin "benar benar bodoh untuk membunuh satu orang kalian tidak bisa bahkan dia berhasil membakar kereta barang"
"yang mulia barang lamaran untuk putri keenam kerajaan awan putih sudah hangus terbakar, apakah perjalan akan tetap di lanjutkan"?
"iya,zhen memiliki sesuatu di kereta untuk putri keenam"
"baik yang mulia"
kaisar pun kembali kedalam keretanya.
putri quen en yang berada di atas pohon dia hanya diam melihat pasukan phonix melanjutkan perjalanan "tampaknya kaisar dia begitu serius ingin menikah putri keenam apa kah kaisar memiliki perasaan hingga dia menyiapkan hal lain di dalam keretanya jika seperti itu lebih baik aku pergi, di kehidupan ini aku tidak ingin menjadi orang jahat jika mereka saling cinta lebih baik aku segerah pergi bukan kah jauh menyenangkan jika aku menjelajahi dunia ini"
putri quen en juga tidak ingin memaksa kaisar yu jika kaisar yu an tian mencintai putri ke enam dia tidak ingin menjadi penghalang.
putri quen en pun langsung kembali kekediamanya dia langsung berada dalam kamarnya.
putri quen en dengan cepat mengganti pakaiannya namun terdengar keributan di luar paviliunnya.
putri quen en langsung keluar dari kamarnya dia menuju pintu gerbang terlihat seorang pemuda tampan dia melambaikan tangan ke putri quen en melihat itu putri quen en hanya mengerutkan keningnya "siapa dia aku tidak mengenalnya namun dia terlihat seperti mengenalku"?
"ada apa ribut ribut disini"putri quen en.
"yang mulia permaisuri, pangeran ketiga ingin masuk kedalam paviliun ini dan ingin berjumpa dengan anda namun kaisar yu an tian melarang siapa pun masuk kesini sampai kaisar yu an tian tiba kembali"
saat penjaga itu menyebut nama kaisar yu an tian entah kenapa dia merasa sedih hati terasa sakit apa lagi mengingat kaisar yu an tian akan menikah lagi membuat hati putri quen en terasa sedih.
"kenapa dengan perasaan ini tiba tiba seperti ini apakah ini perasaan putri quen en jika benar ini akan membuat ku kesulitan hati putri quen en begitu lembut dan gampang tersentuh" batin quen en.
"hallo kakak ipar, aku adalah adik ketiga kedatangan ku hanya ingin kenal dengan kakak ipar apa kah boleh aku masuk kedalam"? pangeran ketiga.
"apa kah kau tidak mendengarkan perkataan penjaga jika kaisar melarang siapa pun masuk kesini" putri quen en.
"benar tapi jika kakak ipar mengizinkan itu tidak akan jadi masalah"
"lebih baik kau pergi lagi pula aku tidak ingin kenal dengan bocah tengik seperti mu"putri quen en pun langsung pergi saat ini hatinya seperti tidak dalam suasana baik.
"dia mengatakan ku bocah tengik, dasar gadis sombong pangeran ketiga mengepalkan tangannya.
____________________
bulan persinar terang di bawah rembulan putri quen en dia terlihat duduk di gazebo taman teratai dia melemparkan makanan di kolam ikan.
benar benar membosankan, ah aku ingat pangeran lee kenapa aku tidak kesana saja"
putri quen en pun langsung membali kekamar dia menutup kembali pintu kamar dengan rapat.
lalu dia mencium kalung dan berkata"bawa aku ke pangeran lee.
"sebenarnya ini di mana ya kenapa selalu dalam kedalam gelap" putri quen en pun langsung menyalakan obor yang di bawahnya dia menyelusuri lorong yang panjang hingga terlihat di sebuah ruangan namun dijaga oleh dua orang prajurit.
tidak jauh di sana putri quen en meniup sebuah serbuk hingga tidak lama kedua penjaga itu jatuh pingsan "tidak sia sia aku membuat serbuk bius ini.
putri quen en langsung membuka pintu besar itu hingga terlihat pangeran lee dengan keadaan sama seperti sebelumnya tangannya di ikat dengan rantai besar begitu dengan kakinya"hai kenapa kau bisa tahan dalam keadaan seperti ini apa tidak lelah"?
pangeran lee mendongkakan wajah menatap putri quen en dengan tatapan mendalam "kau membohongi ku"!!!
"kau perkata jika aku kesepian aku bisa memanggil mu dan kau akan datang tapi nyatanya aku sudah memanggil mu ribuan kali kau tidak kunjung datang"
putri quen en melebarkan mulut dia tidak percaya jika pangeran lee benar akan melakukan itu padahal waktu itu dia hanya bercanda "baik lah aku minta maaf waktu itu hanya bercanda kau jangan memasuki kedalam hati ya"
pangeran lee dia hanya diam namun matanya terus menatap putri quen en.
"sudahlah aku kesini hanya ingin bertanya dengan mu, siapa sebenarnya kau kenapa bisa berada di sini lalu kenapa tubuh mu di ikat dengan rantai ini"putri quen en.
pangeran lee tetap diam.
hingga terasa keheningan di dalam ruangan itu.
"kenapa kau tidak menjawab"?
terlihat pangeran lee tersenyum namun senyum itu penuh arti"aku akan menjawab asal kau mendekat lalu menciumku" pangeran lee.
putri quen en dia hanya tersenyum licik "kau pikir ciuman ku ini murah dan mudah jika kau bisa kemari lah untuk mendapatkan ciuman ku kau harus berjuang" putri quen en langsung membalikan tubuhnya pergi.
terdengar jelas suara detingan keras di dalam ruangan itu membuat ruangan itu bergema.
putri quen en membalikan tubuhnya untuk melihat apa yang terjadi namun saat yang sama pangeran lee memeluknya dan menciumi bibir membuat putri quen en melebarkan matanya.
putri quen en dengan sekuat tenaga mendorong pria itu yang tampak kerasukan menciuminya hingga terasa bibir putri quen en terasa kebas.
tidak lama ciuman itu di lepaskan putri quen en langsung mendorong pangeran lee dan mengelap bibir yang berdarah.
"kenapa kau bisa lepas bahkan menghancurkan rantai besar itu dan kau kurang ajar sekali menciumiku dengan cara seperti ini"putri quen en geram.
"bibir mu begitu manis, aku menyukainya"pangeran lee.
"kau" putri quen en mengepalkan tangannya.
"kenapa kau terlihat marah terhadap ku bukan kah tadi kau yang mengatakan jika aku bisa mencium mu jika aku bisa mendekat" pangeran lee.
"benar juga tapi aku berkata seperti itu karena melihat dia terikat dengan rantai besar tiba mungkin biaa lepas tapi siapa sangka rantai itu lepas, apa rantai ini sudah karatan hingga mudah putus tapi apakah itu mungkin" batin putri quen en.
"baiklah kali ini kau beruntung mendapatkan ciuman ku dan aku hanya menganggap ciuman tadi di gigit anjing"
"baik tidak masalah bagaimna kau menganggap ku seperti apa"
"ya sudah tapi kenapa bisa kau lepas dari rantai itu jika itu bisa kenapa kau tidak melakukan dari dulu untuk kabur dari sini"putri quen en.
"karena aku tidak menginginkannya saja"
"ck dasar aneh"
"ayo ikut dengan ku"? pangeran lee.
"kemana"?
"tadi kau bertanya siapa aku bukan maka dari itu aku akan memberitahu mu"
"benar juga, tapi kita akan kemana"?
"ke kamar ku"
"apa"!!!
"kenapa"?
"aku terkejut teryata kau memiliki kamar di sini tapi kenapa kau malah terikat di ruang itu"
"nanti kau akan mengetahuinya"
putri quen en langsung terdiam sepertinya sedang mengingat sesuatu.
waktu itu liu mengatakan kepada para pelayan agar dia tidak bertemu dengan pangeran lee dan liu mengatakan jika tidak boleh putri quen en mencari sesuatu hal tentang pangeran lee karena itu akan membahayakan nyawanya.
tidak tau jelas siapa yang di maksud dengan orang itu namun putri quen en begitu yakin jika orang yang bicarakan liu adalah pangeran lee pasti ada sesuatu kenapa liu meminta pelayan itu tidak membocorkan informasi apa pun terhadapnya.
di dalam perjalanan seluruh tempat ini bergitu gelap namun pangeran lee seperti begitu hafal di tempat ini tidak sedikit pun menabrak.
"pria ini begitu aneh aku harus berhati hati dia tidak terlihat lemah tapi kenapa dia diam saja saat penjaga itu menyiksa bahkan menghinanya"batin putri quen en.
hingga terlihat pintu besar namun putri quen en berkata" tiba tiba aku tidak enak badan jadi lain kali saja aku tau akan siapa diri mu"
"kenapa kau hanya perlu masuk maka kau akan tau semua jawabannya"
"hahahha kurasa tidak perlu itu urusan mu aku tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain melihat kau bebas seperti ini itu sudah cukup"?
"apa kau merasa kasian melihat mereka memperlakuan ku seperti itu"?
"hmmm tidak juga"?
"lalu kenapa kau datang kembali kesini dan menemui ku"pangeran lee.
"sudahlah kau terlalu banyak bertanya, aku akan pergi sebenar lagi pengawal itu akan sadar dari pingsanya jika mereka melihat ku di sini itu akan sangat merepotkan"?
"jika kau mau aku bisa membuat mereka tidak sadar selamanya"?
"apakah kau ingin membunuh mereka"?
"kenapa tidak asal kau lebih lama di sini bersama ku"
"lebih baik aku pergi"
putri quen en langsung pergi namun di kegelapan dia begitu bingung jalan keluar jika dia mengunakan kalung itu pergi takut akan di ketahui oleh pangeran lee.
putri quen en langsung berlari merasa sudah jauh tidak melihat pangeran lee tidak melihatnya kembali putri quen en dengan cepat mencium kalung itu dan menghilang.
di gelapnya pangeran lee mengikuti putri quen en melihat putri quen en langsung menghilang begitu saja terlihat senyum penuh arti pangeran lee.
"teryata kau memiliki kalung dewa"