
istana berada di dataran tinggi hingga setiap orang orang yang lewat dapat melihat keindahan bangunan istana tersebut yang menjulang tinggi di ukir dengan sedemikian rupa.
namun yang tidak henti henti terkagum adalah patung besar raksasa yang berbentuk burung Phoenix yang menyilaukan mata saat cahaya matahari terbantul di patung tersebut .
mereka seakan menganggap patung itu adalah keajaiban dunia ,keindahanya begitu megah dengan berlapis emas seluruh nya dan di mata burung Phoenix tersebut adalah batu berlian berwarna hitam .
namun keindahan itu hanya bisa di nikmati dari kejauhan seluruh istana itu di batasi oleh pagar beton yang tinggi dengan di jaga ribuan prajurit di dalamnya.
apalagi sang kaisar yang terkenal dengan hati dingin tidak ada satupun yang berani membantah keinginan nya namun pesona ketampanan membuat para gadis garis muda mengkhayal tinggi ingin berada di sisinya walaupun sekedar menjadi seorang budak.
beberapa bulan ini di bawah kolong langit terguncang heboh seorang wanita yang berada di istana Phoenix sang permaisuri kehebatan dalam politik dan kecerdasan langsung tersebar luas dari mulut ke mulutnya bahkan saat kaisar sakit beberapa waktu lalu sang permaisuri Dengan cekatannya begitu mudah mengendalikan politik di dalam Istana.
keretamegah dengan ribuan pasukan beriringan masuk ke kota Phoenix seluruh masyarakat kepinggir memberikan jalan mereka semua berjusud tidak berani sedikit pun mengangkat kepala.
hingga kereta itu hilang tidak terlihat masuk kedalam pagar tinggi menyisakan prajurit prajurit yang berjalan yang begitu panjangnya.
karpet merah sudah terbentang di jalan menuju istana.
kereta berhenti tirai kereta di angkat oleh Kasim .
sosok kaisar keluar dengan agung berjalan angkuh.
pelayan wanita itu segera berlari ke kereta itu dan membungkuk di bawah kereta.
dia menjadi tempat pijakan kaisar saat turun dari kereta.
putri quen en melihat itu dia ingin menangis akan kehidupan kerajaan jaman ini terlalu kejam dan tak berperasaan.
pelayan wanita itu masih tetap membungkuk di bawah kereta untuk menjadi tangga Menunggu sang permaisuri keluar.
berdiri lah "ucap putri quen en dari dalam kereta suara lembut penuh ketenangan hingga menyejukkan hati pelayan tersebut.
namun pelayan itu tidak berani beranjak pergi jika dia pergi lalu permaisuri bagaimana turun nya .
quen en seakan mengerti apa yang dipikirkan oleh pelayan wanita tersebut di berkata"tidak apa aku bisa turun sendiri jika kau membantah maka aku akan marah.
mendengar perkataan putri quen seperti ancaman pelayan itu dengan cepat langsung berdiri .
tirai di buka putri quen en dia langsung kebawah ternyata begitu tinggi jika dia melompat dengan pakaian yang di gunakannya maka bisa jadi dia akan jatuh cungkir balik .
dia berdiri di kereta itu ingin turut mengunakan kekuatan anginya dia turun dengan pelan seperti melayang layaknya bidadari turun dari langit ke bumi .
mulut terbuka lebar seakan satu telur pun masuk kedalam mulut para menteri menteri istana melihat itu menjadi tercekat ingin berteriak kaget namun suaranya mati Matian di pendam dalam hati yang begitu dalam.
sang kaisar yang penuh misteri sudah sangat mengerikan di tambah saat ini permaisuri yang terlihat menakjubkan apakah suatu saat dunia akan tahluk di bawah kaki kerajaan Phoenix.
"berhentil memamerkan kekuatan atau suatu saat kau akan menyesalinya"teguh Cheng Zheng dengan dingin.
"suatu saat ?bukan kah saat ini aku sudah dalam kesulitan berada di dekat iblis seperti mu"putri quen en.
"aku hanya memperingati mu tidak ingin nama kerajaan ku tercorek dengan kelakuan aneh mu"Cheng Zheng.
"kerajaan mu yang benar saja kau hanya menumpang di sini tuan dan mencuri tubuh suamiku"putri quen en dengan nada mengejek.
Cheng Zheng dia langsung berbalik dan narik putri quen en ke sesuatu Rungan.
bruk....
pintu itu langsung di tutup dengan kasar.
pelayan dan Kasim yang mengikuti mereka dari belakang semua hanya diam tanpa suara namun nafas mereka terlihat turun naik keringat mulai membanjiri tubuh mereka seakan takut yang menjalar kehati setiap orang.
apa mereka tidak salah mendengar tubuh kaisar di curi iblis?
Cheng Zheng dia mencekik leher putri quen en berkata dengan nada dingin "tampaknya mulut mu terlalu berani berkata kata ,kau di sini hanya akan merepotkan ku"
"le.lepaskan"putri quen en dengan terbantah bantah.
"lebih ku kirim kau keneraka"Cheng Zheng dia langsung memperkuat cengkraman lehernya.
tubuh putri quen en langsung menegang lehernya seakan remuk di tangan sang kaisar dengan sekuat tenaga dia melakukan perlawanan tenaga pria itu seakan begitu besar membuat dia sebagai wanita Tampak lemah saat ini.
"mohon ampun yang mulai"wajah putih itu sudah merah dia sudah merasakan kesulitan bernafas.
dia langsung melepaskan cengkraman di leher itu "bagus jika kau sungguh sungguh ingin memohon ampun kepada ku berlutut di bawah kakiku"
berlutut lebih baik mati dari pada harus berlutut .mati jauh lebih terhormat dari pada menyembah Manusia memohon ampun tidak akan pernah dia melakukan itu.
melihat putri quen en Hanya diam di tempat namun tatapan dengan tajam melihat kearah Cheng Zheng.
tubuh tiba tiba merasakan sakit lambang itu di punggung nya mulai terasa panas terasa membakar kulit hidup hidup.
"hahaha "tawa Cheng Zheng bergema di ruang itu para pelayan dan penjaga di luar merinding ketakutan seakan ingin mencari lubang untuk bersembunyi.
"jangan pernah lupa , tidak menuruti perintah ku tubuhmu akan sakit dan akan amat sakit dan jika kau berpikir itu akan membunuhmu semua itu salah kau tidak akan mati namun akan menderita melebihi kematian mu"Cheng Zheng.
"tidak aku tidak mau "putri quen en dia menahan rasa sakit nya.
namun itu begitu sakit seakan ada api membakar kulit wajah sudah mulai merah namun masih dengan keras kepala putri quen en hanya mengepalkan tangannya menutup bibir rapat rapat hingga bibir berdarah.
Cheng Zheng dia duduk menatap begitu keras kepala putri quen en tidak ada yang berani menantang seperti ini hal ini tentu menjadi hal menarik bagi Cheng Zheng.
wanita di hadapan ini tidak tertarik dengan rupa yang begitu tampan malah sebaliknya wanita di hadapan ini terlihat membencinya namun tatapan akan lembut saat tubuh tersegel menjadi kaisar yu an Tian.
apa sebenarnya mau gadis ini?batin Cheng Zheng.
"jangan keras kepala lebih baik berlutut di kakiku maka rasa sakit yang kau rasakan akan hilang"Cheng Zheng.
tubuhnya terasa tidak tahan lagi rasa sakit itu masih menjalar di tubuh putri quen en dia memegangi sebuah tiang di dalam Rungan itu tidak ini jatuh tersimpuh di bawah kaki Cheng Zheng.
namun itu tidak bertahan lama tubuh langsung jatuh melorot di bawah kaki Cheng Zheng.
bruk ...
sudut bibir Cheng Zheng pun terukir penuh kepuasan akhirnya wanita angkuh keras kepala itu berlutut di bawah kakinya.
"seharus dari awal kau seperti ini hingga tidak perlu menanggung sakit yang begitu lama.
"kau pria biadab biadab selama aku akan membenci mu Cheng Zheng "putri quen en dengan berlinang air mata atas kekalahan terhadap iblis di hadapan.
Cheng Zheng dia berjongkok dan membersihkan air mata putri quen en dengan kain putih bersih di tangan di membersihkan air mata itu dengan pelan dan lembut namun perkataan penuh kekejaman hingga membekukan hati"aku tidak pernah meminta mu untuk mencintaiku jika kau membenciku tentu aku akan senang dengan begitu aku akan membuat hidup mu lebih menderita lagi"
plak...
putri quen en menepis tangan itu hingga kain putih itu pun jatuh ke lantai "suatu saat aku akan membuat jauh lebih menderita sakit rasa sakit yang tidak pernah ada di dalam benak mu"putri quen en tidak kalah dinginnya.
"maka segera tunjukan kepada ku sekarang cepat ikut dengan ku banyak pekerjaan menunggu mu"Cheng Zheng dia langsung beranjak pergi keluar dari ruangan itu.
saat pintu di buka putri quen en dengan cepat berdiri membersihkan bekas air mata jangan sampai penyiksaan dan kesediaan ini di ketahui oleh pelayan atau penjaga lain tentu hal ini akan menjadi bahan olokan di masa depan oleh para pelayan.
putri quen en dia pun keluar dengan tatapan datarnya tidak tersenyum atau pun marah terlihat di wajah penuh ketenangan memandang dunia seakan biasa biasa saja .
sungguh dia begitu pintar berakting jika dia bermain film akan menjadi artis nomor satu akan aktingnya .
pangeran Lee melihat itu dari kejauhan bersembunyi di sudut ruangan hati sakit dan hancur sebagai pria yang mencintai wanita nya dia tidak dapat melakukan apa pun untuk menolong wanita yang berada di hatinya.
sedangkan Cheng Zheng dia tau jika pangeran Lee ada di ruangan itu dan bersembunyi ini adalah rencana awal untuk menyingkirkan pangeran Lee melewati penyiksaan terhadap wanita yang di cintainya.
Cheng Zheng masuk kedalam ruangan "Liu yang berada di belakang harus berhenti menunggu di luar.
tiba tiba muncul dua sosok berpakaian hitam menutupi kepala mereka dengan topeng iblis yang menjulur lidahnya mereka langsung membungkuk hormat kepada kaisar.
"hormat kami yang mulia"
Cheng Zheng dia tampak menulis sesuatu di atas kertas dan kemudian dia mengulung kertas itu dan langsung memasang segel pelekat kekaisaran.
"serahkan langsung ini kepada kaisar tang si fan"
"baik yang mulia"
kedua pria itu membungkuk dan menghilang.
_____________________________________________
jangan lupa vote ya ....