Quen En

Quen En
episode 184



hidup dalam istana terlalu banyak delema seakan tiada ke damaian hingga kekacauan ke jadian membuat putri quen en tidak menginginkan kehidupan kemewahan di dalam istana.


yu an Tian sudah mempertimbangkan permintaan putri quen en yang ingin hidup sederhana tidak ingin menjadi ikatan dalam kerajaan.


hingga memutuskan mengikuti ke inginan istrinya.


tahta kerajaan ia menggunakan boneka jiwa nya hingga tentu tetap di kendalinya.


semua orang tidak tau terkecuali putri quen en.


walaupun awalnya quen en menolak namun dengan penjelasan kaisar yu an Tian jika kerajaan Phoenix kehilangan kaisar tiba tiba maka akan mengacaukan dunia untuk merebutkan tahta istana Phoenix.


tentu penjuru dunia tidak akan ada kedamaian melainkan ke kacau an untuk memperebutkan tahta yang sudah mendunia ini.


kaisar yu an Tian tidak bisa membiarkan kerajaan begitu saja bagaimana ini adalah tanggung jawabnya .


walaupun sebenarnya ia juga bosan kehidupan istana yang terlalu banyak peraturan.


memikirkan berkelana dengan pujaan hati membuat kaisar yu an Tian bersemangat.


namun itu tidak berlaku lama sebab jika putri quen en hamil mereka tetap harus kembali ke istana.


orang2 dlu dan kedua abdi setia nya sudah tewas dalam pertempuran melawan pasukan kaisar tang si fan


hingga banyak orang baru yang di angkat.


namun siapa yang tidak tau kejamnya kaisar yu an Tian dan hebatnya putri quen en.


apa lagi kesetian kaisar terhadap yang tidak ingin mengambil selir hal itu langsung tersebar bagaikan hembusan angin..


__________________________


tak...


tak...


tak...


derapan langka kuda terdengar di dalam hutan.


yu an Tian dan putri quen en saling melemparkan senyuman.


ini adalah perjalanan mereka pertama menjadi rakyat biasa .


tujuan mereka hanya ingin mencari kedamaian dengan menjelajahi dunia menikmati indahnya penjuru dunia.


"iya, mari kita ke wilayah zi timur"ucap putri quen en.


"zi timur apa putri quen yakin"? tanyanya memastikan.


"iya" jawab putri quen en dengan yakin .


"baiklah"


mereka pun memacu kudanya ke bagian timur. tujuan mereka ke sana adalah kota di yg terkenal dengan makanan dari laut karena sebagian wilayah timur adalah orang nelayan.


putri quen en memiliki kalung dewa jika ia menginginkan maka dengan mudah akan sampai ke tempat tujuan.


namun ia tidak ingin menggunakan kalung itu ia takut akan masa lalu tentang kalung dewa yang membuat hatinya terluka sekian lamanya.


di dalam perjalanan memasuki kawasan hutan.


kaisar yu an Tian memutuskan istirahat sejenak ia tidak Ingin wanitanya kelelahan apa lagi ini jam makan siang.


"istriku.. kamu duduk sini biarkan aku mencarikan rusa untuk mu"ucap kaisar yu an.


"baik lah namun ingat jangan menggunakan kekuatan "peringati putri quen en.


"ya ,istriku tidak perlu khawatir mencari rusa seperti menjentikkan jari mana mungkin hal kecil seperti ini mengunakan kekuatan" kaisar yu an Tian dengan percaya diri.


"baik lah jika seperti ini"ucap putri quen en yakin.


melihat kepercayaan istrinya membuat yu an Tian tambah semangat.


ia pun pergi dengan busur panahnya.


sedangkan putri quen en mengumpulkan kayu bakar untuk membakar rusa jika yu an Tian mendapatkan nya.


tidak lama kaisar datang membawa dua ekor rusa di tangannya.


melihat itu putri quen en bertepuk tangan dengan semangat.


"wah rupanya suamiku hebat"puji quen .


tentu hal itu membuat bibir yu an Tian mengembangkan senang.


"jangan kan menangkap rusa ini menangkap hati mu pun sanggup"goda kaisar yu an Tian.


"tidak perlu menangkap hatiku Cheng Zhang karena aku sudah terjerat oleh mu"balas quen en.