
hutan yang tenang dan gelap tiba tiba bergetar dengan angin kuat karena munculnya tiba tiba pangeran lee dan putri quen en hingga binatang di dalam hutan berlari ketakutan kedatangan sosok manusia yang tiba tiba.
pangeran lee dia melihat luka lebar di sisi dada putri quen en terlihat penuh darah keluar menodai pakaiannya.
"istri ku bertahan lah, kita akan mencari tabib untuk mengobati lukamu"lee khawatir melihat raut wajah putri quen en yang tampak pucat
yang sanggup mengagukan kepala dengan pelan.
lee mengangkat putri quen en dengan gaya ala bridal style membuat putri quen en terkejut dengan apa yang di lakukan lee"lebih baik turunkan aku karena aku berat"putri quen en.
"siapa bilang kau berat kau tidak lebih seperti sekarung beras"pangeran lee.
"kau menyamaiku dengan karung besar hmm"putri quen en.
pangeran lee dia hanya tersenyum dan berkata" tidak sayang ku itu hanya peumpamaan saja"
putri quen en dia hanya tersenyum kecil.
putri quen en dia melihat langit yang terdapat bulan bersinar terang "aku tidak sadar jika malam ini adalah malam purnama hingga tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi iblis itu" putri quen en.
"bagaimna bisa kau sadar satu malam dan seharian penuh kau tidak keluar dari kamar mu bersama kaisar yu an tian" pangeran lee dengan raut wajah cemburu.
"Apaa itu tidak mungkin,"?
"apanya yang tidak mungkin, apa saja yang kau lakukan di dalam kamar hingga begitu betah di dalam sana dan tidak sadar jika malam ini malam purnama"
"aku harus tidur tidak ada hal lain yang ku lakukan" putri quen en.
pangeran lee dia menghentikan langkahnya dan memandangi wajah putri quen en dengan lekat "tidur seperti apa yang kau maksud" pangeran lee saat ini terlihat lebih tajam dan ketus.
akhhhhh...
putri quen en dia meringis kesakitan karena luka di tubuh dan kepalanya juga terasa pusing karena banyak darah yang keluar.
pangeran lee dia langsung terlihat panik meletakan putri quen en di tanah dan.
prakk....
merobek pakaian putri quen en dan melihat luka di dadanya yang terus mengeluarkan darah.
pangeran lee dia merobek pakaian sendri untuk membuat perban di luka putri quen en.
namun saat ingin memasangkan robekan kain itu pangeran lee dia terdiam seperti sedang berpikir.
dia melihat kesekeliling hutan untuk mencari tananaman obat hingga tidak jauh di sana dia menemukan tumbuhan yang menjalar di batang pohon yang besar.
pangeran lee segerah kesana dan mengambil daun itu
tidak pikir panjang lagi dia mengunyah daun itu untuk menghancurkannya dan setelah itu meletakan di robekan kain itu "istri ku, aku minta maaf harus membuka pakaian mu untuk memasang perban ini untuk sementara" pangeran lee menunggu persetujuan putri quen en.
putri quen en dia melihat sorot mata pangeran lee mencari sesuatu yang membuat hatinya mempercayai jika pangeran lee tidak akan melakukan hal yang tidak di inginkan jika harus melihat setengah tubuhnya polos tampa apa pun.
"bagaimna apa boleh, jika di biarkan saja kau akan kehabisan darah sebelum kita ke tabib berbatasan hutan ini"pangeran lee.
putri quen en dengan terpaksa dia mengiyakan.
pangeran lee dengan tangan bergemetar membuka pakaian putri quen en dengan pelan sampai batas pusar.
dia melihat dua gundukan besar yang di tutupi kain tipis berwarna hitam di sana seakan gundukan itu ingin meloncat keluar karena sesak di dalam kain hitam itu (bra)
membuat pangeran lee dia menelan air liur yang sebentar lagi akan jatuh menetes.
namun dia berusaha menjaga kendalain dalam tubuhnya dia meletakan daun daun itu di atas gundukan itu pangeran lee meletakan dengan pelan agar tanganya tidak menyentuh atau menyenggol sedikit gundukan gunung itu jika tidak dia tidak tau apa yang terjadi walau pun sebenarnya di dalam hati pangeran lee dia begitu ingin meremas gunung itu karena membuat dia geregetan.
"iii..istri ku kurasaa kainn hitam ini harus diii buka kkkkrena membuat sulit untuk mengobati luuuka mu dann memperbaanya"pangeran lee dengan gugup.
tidak ada jawaban sedikit pun dari putri quen en membuat pangeran lee melihat wajah putri quen en walau pun pangeran lee begitu malu jika putri quen en harus melihat wajahnya yang terbakar panas hingga merah.
namun pangeran lee hanya terkejut tanya putri quen en pingsan tidak sadarkan diri.
kesempatan...
benar di dalam hati pangeran lee bersorak gembira ini adalah kesempatan baginyaa yang tidak datang dua kali.
bruk...
pangeran lee membenturkan kepalanya ke batang pohon" apa yang kau pikir lihat saat ini putri quen en dalam keadaan sekarat kau tidak boleh mesum lebih baik cepat obati putri quen en "maki pangeran lee terhadap dirinya sendri.
pangeran lee dia dengan pelan narik kain tipis yang menutupi gundukan itu namun pangeran lee dia memejamkan matanya agar tidak melihat sesuatu yang akan membuat dia tidak terkendali.
tapi bagaimna bisa dia menutup matanya jika harus mengobati luka putri quen en.
dengan terpaksa pangeran lee membuka matanya kembali dan.
glukkkk....
pangeran lee hanya bisa menelan air liur tubuhnya langsung menjadi tegang tinggi.
melihat gundukan putih bersih bersinar di bawah cahaya bulan itu bener benar indah di bandingkan apa pun.
bruk...
dengan cepat pangeran lee segerah memperban putri quen en dia tidak bisa lama lama terus seperti ini.
setelah selesai dengan cepat pula pangeran lee memakainya pakaian putri quen en.
"di mana mereka" iblis.
ketiga abdi iblis itu mereka tampak mencari keberadaan putri quen en dan pangeran lee.
"bau darah ini begitu sedap darah suci"
"kau benar ini adalah darah suci putri quen en dia berada di sana"iblis itu.
mereka langsung tersenyum licik dan menjadi asap hitam menuju tempat putri quen en dan pangeran lee.
namun saat di sana mereka bertiga tidak menemukan siapa pun hanya terlihat tetesan darah"ini adalah darah putri quen en" salah satu iblis itu yang memegangi tetesan darah itu.
"jadi tidak salah lagi mereka berdua masih di sini"
"kau benar, tidak jauh, ayo kita kejar"?
pangeran lee terus berlari sambil menggendong putri quen en di dalam pelukannya dan bersembunyi di balik semak semak.
"aku tidak bisa mengunakan kekuatan ku untuk menghilang jika tidak akan terdeksi oleh iblis itu.
"seandainya kekuatan ku kembali seutuhnya, aku pasti dengan mudahnya mengalahkan iblis itu dan membuat putri quen en aman dari gangguan iblis itu.
lee dia hanya memandangi wajah putri quen en dengan lekat dan memegangi wajah mulus putri quen en.
dia mengeluarkan kalung dewa di pakaian dan memasangkan di leher" istri ku jagalah kalung ini baik baik jangan biarkan iblis itu mendapatkannya.
saat kalung ini di pasang cahaya putih keluar dari kalung itu dan tidak lama putri quen en sadar"
"akhirnya kau sudah sadar" pangeran lee bernafas legah.
"lee kita di mana?
"bersembunyi dari iblis itu mereka masih mencari keberadaan kita" lee dengan suara pelan.
"hmm"putri quen en dengan pelan
putri quen en merasakan tubuh mulai baikan dan merasakan lukanya sudah tertutupi dengan kain"kau yang melakukan"?
tanya putri quen en.
"iyah"
"terima kasih" putri quen en
"apa cuma terima kasih tidak ada yang lain"lee.
"lalu" putri quen en.
bisik pangeran lee di telinga putri quen en "setidaknya istri ku ini memberi sebuah ciuman"
putri quen en dia langsung menatap dengan lekat mata pangeran lee dan mendekati wajahnya ke wajah lee.
hingga mereka berciuman satu sama lain
lee begitu tidak percaya jika benar putri quen en akan menuruti kemaunya.
terlihat senyum licik dari yu an tian yang berada di atas pohon melihat putri quen en dan pangeran lee saling berciuman.
"dasar wanita murahan, rendahan dia harus ku bunuh tidak seharusnya dia menjadi istri dari kaisar yu an tian" cheng zheng iblis dari tubuh kaisar yu an tian.
cheng zheng tampak mengepalkan tangannya dengan jijik melihat pemandangan di bawah.
_______________________________________
wajib Vote.
mau bagi hadiah neh dengan menjawab pertanyaan di bawah ini dengan benar.
1.siapa sahabat quen en di masa moderan?
2.siapa selir istana EN?
3.siapa kedua anak pelayan go jia?
4.siapa nama pria bertopeng emas"?
jawab semua pertanyaan dengan benar.
hanya satu pemenang yang tercepat akan mendapatkan hadiah dari athor 5 GB paket kuota.
pemenang akan di umumkan di episode selanjutnya.