
putri mendengarkan pelayan berkata jika pangeran Lee terkena sihir hanya diam namun tatapan melihat ke arah pangeran Lee.
ingin tau apa reksinya .
namun sangat mengejutkan di laka pangeran Lee hanya berkata "mati "
jendral Ming pun dengan segera menebas kepala satu orang pelayan.
membuat pelayan lainya ke Takutan.
dia jendral Ming meletakan pedangnya di leher satu pelayan dengan sedikit penekanan hingga mengores .
"tidakkah kalian melihat jika tuan sedang makan tapi dengan lancang membuat keributan dengan perkataan yang tidak jelas"maki jendral Ming.
tubuh pelayan itu bergetar ke Takutan di dengan berani mengangkat kepala untuk melihat pangeran Lee.
hal ini adalah pertama kalinya melihat pangeran lee dengan jelas .
dia terkagum melihat pria memiliki ketampanan surga.
jendral Ming melihat hal itu hanya tersenyum sinis "ternyata bukan mulut mu lancang Tapi mata mu juga"
pedang milik Jendral Ming di angkat berpindah ke arah mata pelayan wanita itu.
treng...
pedang itu hampir saja mencungkil mata pelayan itu jika pedang putri quen en tidak dengan cepat memblokir nya.
"kau menyebut pelayan ini menggangu acara makan? lalu bagaimana dengan mu yang membuat darah berceceran di mana mana apa masih ada nafsu makan tuan mu setelah ini?tanya quen en.
jendral Ming langsung menurunkan pedangnya dan berlutut di bawah kaki tang si fan.
"maaf kan hamba yang mulia"
"maaf ,? kau bisa merenungkan kesalahan mu di goa JI"
pergi ke goa JI sama saja mengantar Nyawa jika pun kembali tubuh pasti tidak utuh atau luka luka berat,tuannya Sangat kejam.
"baik yang mulia"jendral Ming dia membungkuk hormat dan pergi.
putri quen en melihat punggung kaki laki itu terasa tidak asing seperti pernah bertemu sebelumnya tapi di mana.
"Susana di sini tidak baik bagaimana jika ,aku membawa putri makan di luar"?
"baik lah"jawab putri quen dengan setuju.
semua pelayan bernafas lega melihat satu rekanya mati dengan Kepala terputus membuat mereka merinding ngeri hampir saja nasib mereka akan seperti teman yang mati mengenaskan.
tentu mereka bertambah yakin jika tuanya terkena sihir hingga takluk dengan wanita itu
baru mereka akan berdiri .
cetas...
cetas...
ARGGG......
suara erangan kepedihan itu bergema di ruang makan membuat Rungan makan tersebut berbau amis.
ketiga pria itu tersenyum licik.
"sudah membereskan sampah sampah ini"?
"ya namun karena mereka aku di hukum ke goa JI"
"itu sudah nasip mu ku Harap selamat"tepuk Jiu ke pundaknya jendral Ming .
"hufff"jendral Ming hanya mehela nafas berat.
"yang mulia sudah meperlihatkan wujud aslinya kepada wanita itu dan bagaimana pun wanita itu adalah milik Cheng Zheng sang raja iblis,kita tidak tau apa tujuan wanita itu maka terus lah jaga yang mulia"pesan Jendral Ming terhadap kedua rekannya .
"dan satu lagi wanita itu adalah majikan dari sang naga langit "
"maksudmu Zhuang?
"benar"
"bagaimana mungkin,Zhuang tersegel di kitab suci setelah peperangan itu"
"apanya yang tidak mungkin jika kitab suci dewa itu berada di tangan putri quen en"
kedua orang itu terpelongo mendengar kan perkataan jendral Ming.
"bagaimana jika suatu saat wanita itu berniat jahat terhadap yang mulia"?
"entah lah seperti yang kalian tau bahkan yang mulia tergila gila dengan wanita itu "
ketiga pria itu hanya bernafas berat.
____________________________________________
setibanya di kota yang entah di mana.
namun Susana terbilang sunyi karena mungkin waktu sudah malam.
mereka masuk ke salah satu lestroan terbesar di kota itu .
melihat dua orang asing dengan tampilan mewah segera para menjaga lestroan berlari datang menyambut.
"selamat datang tuan dan nyonya "
penjaga lestroan Langsung membawa quen dan tang si fan ke ruang VIP.
setalah sampai di Rungan VIP sebuah hidangan lezat segera datang.
"putri biarkan aku melayani anda" pangeran Lee dia mengangkat mangkok meletakkan makan enak di sana.
"makan lah, putri pasti sangat lapar"
putri quen en hanya mengangguk pelan seraya mengambil mangkok itu dan memasukan makanan itu ke mulut nya.
setelah selesai makan segera pelayan mengambil sisa makanan itu di gantikan tea dan hidangan penutup.
"Lee , bisakah kamu jelaskan darah yang kamu berikan kepadaku"tanya quen en.
"apa yang mau putri ketahui"jawab pangeran Lee dengan tenang.
"kuku Cheng Zheng sangat beracun dan penawar nya darah Cheng Zheng tapi kenapa darah mu bisa jadi penawar nya saat itu"?
"yang mengobati putri quen en saat itu bukan aku melainkan Cheng Zheng sendiri"jawab pangeran Lee berusaha tidak emosi namun tangannya mengepal keras mengingat cara darah itu di minum oleh putri quen.
walaupun Cheng Zheng menyerupainya tapi hatinya sakit mengingat Cheng Zheng mencium bibir quen dan menyelamatkan saat quen sekarat .
waktu itu dia tidak mencari tanaman penawar melainkan langsung menemui Cheng Zheng.
karena dia tau hanya darah Cheng Zheng yang mampu mengobati.
hingga dia datang kesana menjatuhkan harga dirinya namun siapa sangka setiba di istana Phoenix ternyata Cheng Zheng tidak ada.
hingga dia kembali ke villa berniat mengobati putri quen en dengan kekuatannya bahkan menyerahkan nyawanya sekali pun asal putri quen en selamat tapi .
dia Terkejut melihat gadis yang di cintai nya sedang berciuman dengan orang yang mirip dengannya.
tapi pangeran Lee tau itu adalah Cheng Zheng yang menyerupai nya hingga membiarkan saja walaupun hati terluka dan sakit namun itu tak mengapa asal putri quen selamat.
namun kini tang si fan tau fakta baru jika Cheng Zheng sama sepertinya mencintai putri quen.
dia khawatir jika putri quen en akan di bawa pergi oleh Cheng Zheng apa lagi status quen en adalah istrinya.
takut fakta ini terdengar oleh hakim langit hal itu pasti terjadi .
melihat raut kesedihan di mata pangeran lee putri quen dengan lembut menyentuh tangan pangeran lee"walaupun dia telah menolong ku aku tidak akan jatuh cinta kepadanya,,"
"tapi aku masih takut kehilanganmu"
"aku tidak akan meninggalkan mu "janji putri quen en.
"tidak meninggalkan aku jika kamu tau aku adalah tang si fan masih kah berlaku janji mu itu putri?dan hakim langit memisahkan kita masihkah kau ingin bersama ku? batin pangeran Lee dengan sedih.
"putri apakah kamu nyakin dengan janji yang putri katakan"tanya pangeran Lee.
"tentu saja,kau adalah orang baik terhadap ku selama ini bagaimana bisa aku meninggal mu kamu tulus mencinta ku"
"apa kah putri mencinta ku"tanya pangeran Lee .
cinta
putri quen en nyakin jika dia mencintai pangeran Lee karena saat berada bersama pria ini hatinya berdetak lebih cepat dan merasa nyaman.
"tentu saja aku mencintaimu pangeran Lee"ungkap putri quen en dengan tulus.
"dan aku sangat mencintaimu putri quen"
cup
pangeran Lee mencium kening putri quen dengan sayang.
saat ini juga jantung putri quen en berdebar dengan cepat.
"minggir biarkan biarkan benwang lewat"suara teriakan kemarahan itu terdengar di luar.
"tapi pangeran di dalam sudah ada orang , pangeran bisa Rungan VIP yang lain"
"apa !!! berani sekali kau pak tua ,kau tidak tau siapa aku hah"
"ampun tuan tapi "
"tidak ada tapi tapi,suruh orang itu keluar ,aku ingin mengunakan Rungan makan ini"
"ba..ba.. baik pangeran"
___________________________________________
jangan lupa like dan komentar .
ada yang masih ingat dengan putra mahkota, pangeran Feng yi