Quen En

Quen En
chapter 34



putri quen en langsung berada di kamarnya kedatangan putri quen en yang tiba tiba membuat para pelayan yang berjaga di paviliun teratai mereka ketakutan mengira putri quen en hantu hingga mereka berlari terbirit birit.


putri quen en menghempaskan tubuh di atas tempat tidur yang empuk dia mengeliat tubuh terasa pegal semua di tambah rasa nyeri di bagian perutnya.


dia duduk di sisi ranjang melihat keranjang yang penuh dengan tanaman obat putri quen en langsung berdiri untuk membuat obat yang saat ini dia butuhkan.


tiga jam telah berlalu cairan merah terlihat di dalam botol kecil terlihat bening namun berwarna merah muda"akhirnya selesai juga setidaknya ini adalah obat penahan rasa nyeri ketika datang bulan.


dia meletakan botol kecil itu keatas meja.


"pelayan...


"hamba yang mulia permaisuri" tiga pelayan langsung masuk ke kamar putri quen en.


"siapkan aku air, aku ingin mandi"


"segerah hamba laksanakan yang mulia permaisuri" mereka pun langsung pergi namun terlihat jika di wajah mereka ketakutan.


"untung lah yang mulia permaisuri tidak marah karena kita tadi lari begitu saja karena kedatangan tiba tiba"


"iya bener bahkan aku sempat meneriakin setan yang mulia permaisuri memang seorang yang bermurah hati"


"kau benar,ayo lekas kita siapkan air hangat buat yang mulia tampak dia terlihat begitu lelah"


"iya"


para pelayan itu dengan semangat menyiapkan air mandi tidak lupa di bak mandi yang besar mereka menabur bunga untuk putri quen en.


putri quen en yang sedang bercermin memegangi kalungnya "ini aneh ketika aku ingin masuk kedalam kamar pangeran lee itu tidak bisa namun ketika keluar itu terlihat mudah dan kenapa kaisar yu datang ke sana apa kah dia tau aku disana dan kenapa dia seperti tidak melewati jebakan di kerajaan bagian barat"?


"tidak seperti kaisar yu tidak melewati jebakan disana itu jika tidak mana mungkin terdengar langka kaki yang begitu bergema di dalam ruangan itu atau jangan jangan duri jarum itu kaisar yu an tian yang membuatnya hingga dia dengan mudah lewat karena alat kontrol untuk menon aktifkan"


"sudahlah lebih baik aku mandi nanti biarkan aku memastika sendri"


yang mulia permaisuri air sudah siap sialahkan yang mulia permaisuri "


"hmmm kalian keluar lah"


"baik yang mulia"


putri quen en memasuki bak yang penuh dengan bunga bunga dengan aroma yang membuatnya merasa rilex.


setelah jam telah berlalu dia turun dari bak mandi dan menambil sebuah handuk langsung keluar dari kamar mandi menuju kamarnya.


tapi saat berada di sana putri quen en terkejut melihat kaisar yu an tian yang sudah berada di sana dia terlihat duduk di sebuah kursi dekat tempat tidur.


"AAA.......kapan kamu masuk kesini" putri quen en terkejut.


"beberapa menit yang lalu"kaisar yu.


putri quen en memper erat memegangi handuknya menatap kaisar yu an tian dengan tatapan tajam" bisa kah kamu keluar"


"tidak" kaisar yu an tian berdiri menghampiri putri quen en tatapan penuh dengan gairah.


melihat itu putri quen en mundur beberapa langkah "kenapa kamu kesini, apa kamu tidak malu melihat aku seperti ini"?


"kenapa aku harus malu kita suami istri namun kita belum melakukan layaknya suami istri" kaisar yu an tian dengan suara seraknya.


"apa kamu gila atau"


belum sempat putri quen en berkata kaisar yu an tian langsung menciumi bibir putri quen en dengan rakus membuat putri quen en meronta ronta kehabisan nafas.


kaisar yu an tian melepaskan lumatanya menatap putri quen en dari atas sampai bawah dari memeluknya menciumi aroma wangi tubuh putri quen en "aku menginginkannya"kaisar yu an tian.


"tapi kamu tau sendri jika aku saat ini sedang halangan"putri quen en bernafas legah karena dia memiliki alasan kedepannya dia harus hati hati dengan serigala di hadapannya ini.


hal itu membuat kaisar yu an melepaskan pelukannya"aku lupa namun setelah kamu sembuh aku akan meminta hal itu"kaisar yu an tian.


"kenapa dengan dia tiba tiba bertingkah aneh seperti ini" batin putri quen en.


putri quen en dia tidak menjawab dia langsung mengambil pakaian yang di siapkan pelayan untuknya dan mengganti pakaiannya di kamar mandi.


setelah selesai dia keluar.


"kamu dari mana saja"putri quen en.


"seharusnya aku yang bertanya kamu dari mana kenapa pergi begitu saja dari kediamanku"kaisar yu an tian.


"oh itu aku merasa jenuh di kamar mu makanya aku kembali paviliun teratai"


"kenapa, bukankah kamu mengatakan jika keberadaan mu saat ini tidak ingin di ketahui oleh lain"


"aku berubah pikiran" putri quen en.


putri quen en mencari alasan padahal hal yang sebenarnya dia begitu saja muncul di kediamannya bahkan membuat para pelayan terkejut semua.


"ini obat yang kamu bikin"kaisar yu an tian memegangi botol kecil yang berada di atas meja.


"hmmm,kebetulan kamu di sini aku ingin menanyakan sesuatu terhadap mu"putri quen en.


"ini" putri quen en mengangkat tangan mempelihatkan jari jari lentiknya yang terlihat indah dengan cincin melingkari jarinya


seketika itu tatapan kaisar yu an tian langsung berubah menjadi suram terlihat rahangnya mengeras tatapan berubah menjadi tajam "untuk apa kamu mempelihatkan cincin iti kehadapanku"


"aku ingin memastikan saja apakah benar dengan adanya cincin ini aku sudah menjadi istri pangeran lee"


"jangan pernah menyebut nama di hadapan ku"kaisar yu terlihat begitu marah.


"bisakah kamu menjawab pertanyaan ku"putri quen en.


"kenapa apa kah kamu benar berharap menjadi istrinya dan bersamanya"


"bukan seperti itu"


"jawab aku quen en apakah kamu mencintainya"kaisar yu an tian menyebut nama putri quen en itu tanda dia begitu marah.


"apa hubungan dengan hal itu aku memiliki perasaan untuknya itu tidak akan menjadi urusan mu bukan"


"apa yang kau katakan kamu adalah istri ku tentunya semua yang berhubungan dengan mu itu menjadi urusan ku"


putri quen en dia hanya diam untuk menenangkan hatinya jika tidak dia bisa lepas kontrol dan pasti pertempuran yang akan terjadi.


melihat putri quen en terdiam membuat kemarahan kaisar yu an tian sedikit meredah "sebenarnya dia juga suami mu semenjak cincin itu berada di jarimu"kaisar yu an tian.


"apa... jadi aku memiliki dua suami"


"tidak akan pernah terjadi selamanya kamu hanya akan menjadi istri ku seorang"


"jika seperti itu bermimpi lah"batin putri quen en.


"tapi kenapa aku tidak tau jika dia memasang cincin ini jariku"putri quen en.


"tentu saja kamu tidak akan tau karena dia melakukan itu dengan trik licik aku juga tidak menyaka jika dia akan tertarik dengan mu"


"apa sebelumnya.."


"Berhentilah berbicara aku lebih baik mandi"kaisar yu an tian


dia langsung berjalan menuju tempat mandi karena hasrat lakinya tidak terpenusi tentunya dia hanya bisa meredahkan itu dengan air dingin.


putri quen en hanya memutar bola matanya dengan malas.


melihat kaisar yu an masuk kekamar mandi dan bajunya di letakan di gantungan kamar putri quen en penasaran dia ingin mencari petunjuk tentang kerajaan phonix dia mengambil pakaian kaisar yu an tian dan melihat mencek kantong bajunya namun tidak menemukan apa pun.


namun saat ini meletakan kembali pakaian itu sebuah kunci jatuh.


tringgg....


"kunci apa ini" putri quen en.


"apa ini kunci tempat rahasia tidak mungkin bukan seorang kaisar menyimpan sebuah kunci jika bukan tempat yang paling penting" gumam putri quen en.


putri quen en meletakan kembali pakaian itu namun menyembuyikan kunci itu.


_______________________,_,


"aku sudah membuang pelayan zi ke gurun budak di mana budak di sana akan di bunuh "pangeran ketiga.


"baik lah hal ini harus kita rahasia dari siapa pun jangan siapa pun tau dan biarkan aku meminta ayah ku mengirim pelayan yang lain untuk permaisuri agar dia menjadi mata mata kita"


"hmm kita harus dengan cepat menyingkirkan putri quen en agar kamu bisa mengambil ahli jika itu terjadi kita tinggal menjalankan langkah yang selajutnya" pangeran ketiga.


TRING. ..


seorang pelayan yang sempet menguping pembicaraan pangeran ketiga dan nona fei len dia menutup mulutnya karena tidak sengaja menyengol sesuatu dengan cepat pelayan itu berlari untuk melaporkan hal ini kepada putri quen en.


pangeran ketiga dan fei len tersenyum licik "dia berani menguping saatnya membuat dia tidak berkutik selamanya"


fei len mengangguk kepalanya.


pelayan itu terus berlari ketakutan namun langkahnya terhenti saat melihat di hadapannya ada tiga pria dengan tubuh besar dan berotot membawa sebuah kampak yang besar membuat palayan itu mundur ketakutan. "aku janji tidak akan mengatakannya asalkan kalian melepaskan aku"


"hahahah kami tidak percaya sebelum kami memotong lidahmu


"jangan jangan lakukan hal itu aku benar tidak akan mengatakan kepada siapa pun"


ketiga pria itu hanya tersenyum jahat dan langsung menarik pelayan itu.


membuat pelayan itu menjerit ketakutan.


"tidak jangan aku mohon jangan AAGGRR...


hingga.


TAK........


darah tiba tiba menodai dinding di sana.