Quen En

Quen En
chapter 131



quen dia segera kembali di sekte naga langit


dia duduk bersandar di kursi di dalam kamarnya .


melihat jurnal di atas meja namun dia terasa enggan untuk membaca.


hingga Zhuang datang .


"kenapa kau mengikuti ku"?tanya quen en.


"maaf nona tapi , senior ini khawatir dengan nona muda maka dari itu senior ini mengikuti anda"


mendengar perkataan Zhuang membuat quen tersenyum miring.


"Zhuang katakan sejujurnya kenapa saat aku bersama dia kau mengatakan tuan ku terdahulu"tanya quen en dengan penekanan seakan begitu menuntut jawaban .


"tidak pernah senior ini mengatakan itu Nona muda"


"Zhuang apa kau lupa aku bisa membaca fikiran mu , sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi ,?katakan apa kah pria bersama ku tadi adalah Yan jin"?


Zhuang dia masih mengelengkan kepala seakan tidak ingin mengaku dan mengatakannya.


"Zhuang !!! "quen en meninggikan suaranya.


"Nona muda ,pria itu memang Yan jin pangeran Langit"


mendengar itu hampir tubuh quen en melas tak berdaya .


"Yan jin bisa hidup selama ini"?


"mungkin tuan terdahulu memakan buah abadi milik dewa nona "


"buah abadi? untuk apa dia melakukan itu "?


"senior ini tidak mengetahuinya Nona , namun nona muda lebih baik berhati hati bagaimana pun, senior ini mengetahui bagaimana sifat tuan terdahulu "?


"maksudmu ,Yan jin memanfaatkan aku "?


"tidak tau nona"


"tidak Yan jin dia baik bahkan saat aku dalam Krisis dia selalu ada untuk menolong ku"quen en di dalam hati.


sedangkan Zhuang melihat putri quen en Tampak melamun segera berkata"nona muda jika ingin tau jalan cerita yan jin dan Yue Yue , senior ini bisa bantu "?


"jika seperti itu lakukan lah Zhuang bagaimana pun aku tidak ingin berperangka buruk terhadap Yan jin"


"baik , nona muda tapi anda jangan sakit hati jika kedepannya reakarnasi Yue Yue ada bertemu dengan tuan Yan jin"peringat Zhuang.


"kau tenang saja Zhuang ,aku mengakui jika aku mulai menyukai Yan jin namun aku sadar diri siapa aku , seorang putri kerajaan yang runtuh dan seorang janda dari Phoenix"quen en berkata dengan hambar .


"nona jangan berkecil hati , nona muda adalah wanita pertama yang Zhuang temui seorang wanita seperti kesatria"


"kau pandai memuji rupanya"


"hanya sedikit ingin menghibur nona muda "Zhuang.


"bersiap lah nona "


putri quen en dia mengangguk Kepalanya pelan.


Zhuang memegangi atas kepala quen en dan seperti membaca sebuah mantra cahaya di kalung dewa itu langsung besinar terang.


membawa putri quen en ke masa lalu.


*Yue Yue yang betemu dengan Cheng Zheng dia mundur ketakutan saat melihat sorot mata Semerah darah.


Cheng Zheng dia menatap dengan dingin .


namun sesaat dia terkagum ketika di amati dengan teliti wajah wanita di hadapanya.


di tambah wanita itu memiliki mata berwarna biru sedalam lautan.


"iblis"Yue Yue Mundur ketakutan.


"kemarilah "lampai Cheng Zheng.


"tidak ,tidak kau makhluk jahat"


"aku tidak akan jahat , jika kamu menjadi wanita penurut"


"aku tidak mau"Yue Yue terus mundur .


melihat Yue Yue berpenampilan pengantin membuat fikiran Zhuang terbesit pikiran licik.


"karena kamu telah berpakaian pengantin bagaimana jika aku Mengantikan suami mu untuk malam pengantin"?


tubuh Yue Yue dia langsung bergetar ketakutan seraya memegangi cincin yang berada di jari manisnya.


sekali lagi berharap jika Yan jin datang menolongnya.


tatapan Zhuang pun tertuju dengan cincin itu.


dan bertanya kepada Yue Yue.


"siapa namamu"?


Yue Yue dia membungkam tidak ingin berkata .


"apa kamu Yue Yue putri seorang pelayan"tebak Cheng Zheng.


dan tebakan itu membuat Yue Yue terkejut.


bagaimana dia tau "batin Yue Yue.


melihat reaksi wajah Yue Yue Cheng Zheng dia tersenyum penuh kelicikan.


"kau tidak perlu takut ,aku bukan orang jahat ,aku adalah pangeran ke dua di istana langit , saudara Yan jin"


mendengar nama Yan jin di sebut membuka hati Yue Yue merasakan tenang.


"jika kamu adalah saudara Yan jin mana buktinya"


"Yan jin , wanita ini menyebut nama putra mahkota dengan begitu akrab ,tidak salah lagi gadis ini adalah gadis yang selalu di puja yan jin"batin Cheng Zheng.


Cheng Zheng dia mengeluarkan batu giok tanda pengenal istana dan batu giok itu buka batu bisa ,batu itu hanya milik para pangeran .


sedangkan yue Yue mengetahuinya dari Yan jin yang sering mengajarinya.


"apa itu asli"?


"tentu saja nona , bagaimana bisa orang bisa menirukan batu seperti ini"Cheng Zheng Dengan kesel mendengar ocehan Yue Yue yang begitu sulit mempercayaan nya.


Yue Yue pun sebenarnya asal nebak sebenarnya dia mengetahui jika batu itu asli namun dia masih takut jika pria iblis dihadapan ini memiliki rencana jahat.


"Yan jin meminta ku untuk menjaga mu selama dia tidak ada" ucap Cheng Zheng dengan segera sebelum Yue Yue tambah curiga dengan nya .


"aku tidak percaya jika kamu tidak memiliki bukti yang kuat"


"aku adalah saudara Yan jin butuh bukti apa lagi"? tanya Cheng Zheng mulai meninggikan Suaranya.


dan hal itu membuat Yue Yue tambah takut .


"baik lah aku minta maaf tadi aku tidak bermaksud"Cheng Zheng pura pura bersalah.


namun Yue Yue dia masih diam di tempat dengan ketakutan melihat mata merah Cheng Zheng tubuh seakan merinding ngeri.


"aku akan membawa mu ke istana "ucap Cheng Zheng.


"tidak mau ,apa kau ingin menyerahkan aku kepada Jendral Sion "?Yue Yue tubuh merosot jatuh .


namun bagaikan angin Cheng Zheng dia langsung menarik tubuh Yue Yue . hingga menempel dengan ketat.


deru nafas mereka dapat di rasakan satu sama lain.


Yue Yue dia langsung berdiri tegap dan mendorong Cheng Zheng .


melihat itu Cheng Zheng dia hanya tersenyum miring.


"aku sudah berkata jika aku adalah adik Yan jin yang tentunya akan menjaga mu sebagai calon kakak ipar ku"


"aku akan berusaha untuk percaya dengan mu"ucap Yue Yue dengan sedih.


bagaimana pun dia tidak ada dukungan untuk bersama Yan jin semua orang datang hanya untuk memisahkan cinta mereka.


dan kali ini ada seseorang mendukung cinta tentu hal ini membuat Yue Yue sedikit bahagia.


"yang mulia"kedua bawahan Bingung akan sikap Cheng Zheng yang seharusnya menghisap habis darah Yue Yue Tapi kenapa malah memanjakannya.


Cheng Zheng dia melirik ke dua abdinya depan sinis .


kedua abdinya pun langsung tertunduk takut.


"ayo aku akan membawa mu ke istana ,"?


Yue Yue dia hanya mengangguk Kepala nya.


Cheng Zheng dia memegangi tangan Yue Yue dan membawanya menghilang.


di istana langit.


kedatangan Cheng Zheng dengan seorang wanita berpakaian pengantin membuat seluruh istana menjadi heboh.


seorang Kasim berlari masuk kedalam aula istana dan datang melapor kepada kaisar langit.


"Lapor yang mulia, pangeran kedua datang membawakan seorang pengantin"


pengantin.


semua yang berada di dalam aula pun terkejut.


"apakah pangeran kedua sudah menikah tanpa restu yang mulia"? tebak Kasim itu.