Quen En

Quen En
chapter 125



putri quen en dia langsung menutup jurnal itu dan menarik nafas dalam dalam menahan air matanya agar tidak jatuh .


"kenapa cincin di lukisan ini sama dengan cincin yang ku pakai ini"gumam quen en bingung.


dia mengamati cincin itu melihat dengan teliti kemiripannya dan benar ada nya jika cincin itu keseluruhan begitu sama.


sejenak quen en Tampak berpikir keras hubungan cincin dari lee dan cincin yan jin di dalam lukisan.


namun pikiran buyar saat pengemudi kereta bertanya kepada quen en "tabib Jiu hon di mana hamba akan mengantar anda"


pintu quen en menyingkap tirai kereta itu Yang saat ini sudah keluar dari pintu gerbang istana zommen.


"biar sampai disini saja ,karena utusan ku menjemput ku di sini"quen en.


"baik tabib Jiu hon"


beberapa pengawal pun yang ikut dalam perjalanan segera turun dari atas kereta menurunkan beberapa peti besar kebawah.


putri quen en tidak tau jika di dalam kereta ada peti besar berjumlah empat dengan ukuran persegi panjang.


"apa ini"tanya quen en.


"hamba tidak tau tabib Jiu namun semua ini dari yang mulia kaisar"


keenam peti itu pun segera di turun kan .


dan kereta itu segera pergi meninggalkan quen en .


dia melihat kesekitar terlihat sepi dan aman putri quen en menciumi kalungnya dan menghilang dengan empat peti bersamanya.


ketika tiba Langsung berada di kamarnya.


Zhuang dia segera berdiri dari duduknya saat melihat kedatangan quen en dengan empat bersama quen en.


"nona,anda membawa kan emas "?


"aku tidak tau apa di dalam peti ini kau bisa mengeceknya sendiri"


Zhuang segera membuka peti besar itu yang teryata di dalam sana semua adalah emas batangan "nano habis merampok di mana"?


"aku tidak merampok ,itu adalah hasil kerja ku hari ini"jawab quen en dengan malas .


"kerja ? dengan bayaran sebanyak ini, berati orang itu begitu baik "?


baik.


putri quen en tidak setuju dengan kata baik untuk kaisar tang si fan yang baginya kaisar tang si fan adalah kaisar yang kejam dan keji musuh yang suatu saat harus di lenyapkan cepat atau lambat.


"sudahlah ,aku ingin istirahat dan kau bisa membawa peti peti itu , bukan kah kau mengatakannya tidak bisa tidur jika tidak di atas tumpukan emas"


melihat itu putri quen en hanya menggelengkan kepalanya seraya kembali tidur .


dia melihat ke arah cincinnya"apa ini adalah milik Yue Yue sebelumnya atau cincin ini tiruan huffff entah lah yang tau dari mana asal cincin ini adalah pangeran Lee tapi pangeran Lee bagaikan tertelan bumi "keluh quen en .


tidak lama kemudian dia hanyut kedalam dunia mimpi .


seorang wanita tampak duduk di bawah pohon memandangi bulan yang terlihat terang ,raut wajah wanita itu terlihat begitu sedih.


"Yue Yue masuk lah ke dalam ,tidak baik jika di luar , kau akan masuk angin".


Yue Yue dia menoleh kearah ibunya yang berdiri di ambang pintu untuk memanggil nya.


"iya ibu"jawab Yue dengan tidak bersemangat.


dia pun berjalan ke masuk kedalam rumah dengan lesu seakan tiada semangat dalam hidup nya.


"Yue Yue sudahlah kau jangan bersedih , kamu harus menjaga dirimu beberapa hari ini kau akan menikah dengan jendral sion"


"tidak ibu aku tidak mau"bantah Yue Yue.


"cukup Yue ,kau pikir keluarga kita siapa dapat membatah apa lagi ini pinangan langsung dari seorang jendral seharusnya kau bersukur" Yue er dengan nada tinggi melihat kekerasan kepada putri nya yang sekalu menolak akan pernikahan ini.


"aku tidak mencintai nya ibu ,aku hanya ingin bersama pangeran Yan jin"


plak....


sebuah tamparan melayang di wajah putih Yue Yue memberikan tanda lima jari di pipinya.


merasa panas dan perih di wajahnya Yue Yue segera berlari ke kamar .


"Yue kita harus sadar diri ,kau tidak akan bisa bersanding dengan pangeran itu mustahil ,kita hanya keluarga seorang pelayan bahkan saat ini kau mendapatkan keajaiban, dengan menikahi jendral sion" Yue er di balik pintu luar quen en.


mendengar itu Yue Yue mengepalkan tangannya dan berkata"apa yang harus di sukuri ibu , menjadi selir yang ke sembilan aku tidak Sudih"


tidak ada jawaban namun detik kemudian terdengar pintu quen en di paku.


"ini apa yang kau lakukan, kenapa pintu kamar ku di kunci"Yue Yue.


"lebih baik kau di dalam hingga hari pernikahanmu tiba"


tubuh Yue Yue langsung lemas dan terduduk lemas di lantai.


dia memegangi cincin yang melingkar di jari manisnya dan berkata"pangeran datang lah bawa aku pergi dari sini , sungguh aku tidak ingin menikahi dengan jendral itu aku hanya ingin bersama mu"Yue Yue pun mencium cincinya dengan deraian air mata.


deg...


putri quen en dia pun langsung terbangun dari mimpinya yang terasa begitu nyata.