
kaisar Cheng Zhang terdiam melihat apa yang di lakukan istri nya yang sedang menyisir rambut nya yang indah.
sesungguhnya ia begitu merindukan sosok quen en yang selalu membangkang dan melawannya bukan seperti quen en yang lebih memilih mendiamkanya.
"apa kau tidak merindukan ku"? tanya putri quen en seraya mengangkat kepalanya menatap suaminya.
wajah Cheng Zhang langsung merah ketika tatapan quen en ter arah untuk nya .
melihat itu quen en ingin rasanya tertawa sungguh ia baru menyadari jika suami nya sangat pemalu membuat quen en mengerjai nya .
menatap dengan intens.
"jika kamu tidak bicara lebih baik aku kembali ke kastil ku saja"quen en dengan meraju.
"hah jangan ...!!!larang Cheng Zhang seketika.
"kenapa"?tanya quen en heran.
"putri , belum cukup kah kamu menyiksa ku selama beberapa tahun ini meninggal kan aku sendiri di sini"keluh Cheng Zhang karena ke putus asa an.
"maafkan aku suamiku karena itu aku kembali untuk menebus kesalahanku"putri quen en.
"tidak !! putri tidak salah semua ini adalah kesalahan ku jdi wajar jika aku di hukum seperti ini"
"Cheng Zhang bisakah kita membuka lembaran rumah tangga yang baru"?tanya quen en.
Cheng Zhang tidak menjawab melainkan langsung mendekap quen en dengan erat seraya ******* bibir quen en dengan penuh gairah.
quen en pun membalas kecupan itu hingga menjadi lebih panas .
api cinta berkobar.
Cheng Zhang mengangkat tubuh quen en ke tempat tidur .
mencium setiap inci tubuh quen en.
"Cheng Zhang"panggil quen dengan suara seraknya.
"iya sayang"sahut Cheng Zhang dengan nada serak.
"cintai lah aku "pinta quen.
"aku berjanji akan selalu mencintaimu putri quen apa pun yang terjadi kelak "
"Cheng aku tidak ingin janji tapi bukti "
Cheng Zhang terdiam sesaat kemudian berkata"kelak aku akan membuktikan padamu quen...
"aku mengunggu hal itu"
"terima kasih atas kesempatan yang putri berikan" Cheng Zhang mencium kening putri quen.
Cheng Zhang pun kembali mencium bibir ranum quen en namun dengan pelan serta lembut hilang mereka menyatu rasanya nikmat yang telah di tunggu bertahun tahun lamanya .
suara desah terdengar memenuhi kamar .
para pelayan dan penjaga yang berjaga semua tersipu malu mendengar ny dri luar namun mereka tidak berani bersuara sedikit pun .
mereka tau jika ini adalah malam pertama bagi pasangan suami-istri yang telah lama menikah.
_____________
dua pasangan itu masih tidur dengan lelap di kamar karena rasa lelah.
Cheng Zhang bangun ia mendapati istrinya masih tidur dengan raut wajah letih.
sedangkan membayangkan tadi malam membuat Cheng Zhang menginginkan nya lagi.
sungguh tenaga seakan tiada habisnya.
tapi melihat istri ia tidak tega .
"mohon maaf yang mulia menggangu ?Kasim dari luar.
"ada apa"jawab Cheng Zhang dingin .
"para menteri dan pejabat lainnya menunggu anda bagaimana pun tadi malam yang mulia meninggalkan acara begitu saja"beritahu Kasim dengan takut.
Cheng Zhang melupakan itu saat melihat quen en ia melupakan segalanya.
meninggalkan quen en ia merasa enggan ia ingin selalu dekat dengan istri ia takut ilusi nya bersama quen en hingga meninggalkanya begitu takut .
putri quen en menggeliat dan seraya membuka matanya pelan .
mendapati suaminya yang dengan intens menatap nya.
melihat itu quen en dengan cepat menarik selimut menutupi tubuhnya yang terlihat jelas polos di hadapan Cheng Zhang.
"istriku tidak perlu di tutupi aku sudah melihat semua dan.."?goda Cheng Zhang.
"apa"...
"dan aku ingin lagi"
seketika wajah quen en menjadi merah.
"kau ingin membuat aku lumpuh?tdi malam lebih dari satu kali,?
"hehehe aku hanya bercanda tidak ingin menyiksa istri ku walaupun adik kecil di dalam sini yang akan tersiksa sepanjang hari" Cheng Zhang menujuk bagian tengah nya.
"huaaa....... Cheng Zhang apa kau gila bisa bisa nya tidak kamu tutup adik nakal mu itu "putri quen en langsung menutup matanya.
"adik nakal? Cheng Zhang pura pura bodoh.
"hmm"jawab putri quen en jengah.
"tapi membuat putri ke enakan tdi malam"goda Cheng Zhang.
wajah putri quen langsung seperti kepiting rebus.
"Cheng Zhang..."teriak marah putri quen en .
Dengan secepat kilat Cheng Zhang berlari keluar.
ia pun mengenakan pakaian dengan rapi setelah itu mendekati quen en dan mencium kening istrinya.
"aku ada sedikit urusan putri di sini nanti pelayan akan mengantar makan untuk istri ku ini "
"iya"jawab Cheng Zhang.
"makan yang banyak ya sayang untuk tenaga setelah ini" Cheng Zhang pun mencium pipih istrinya setelah itu melarikan diri.