
ketika putri quen en memasuki ruangan pengadilan mereka semua membungkuk hormat.
mereka yang melihat jika putri quen en berjalan dengan angkuh dengan tatapan dingin terpancar di matanya di bibirnya yang merah muda tidak terlihat senyum dia tampak tegas penuh ke anggunan dan kepemimpinan.
semua merasa jika putri quen en dia sama dengan kaisar yu an tian hingga mereka begitu takut jika melihat sorot mata putri quen en yang sekali lirik dapat membuat mereka kemetaran ke takutan.
"silahkan yang mulia permaisuri" dayang istana mengiringi putri quen en menuju kursi kebesaranya.
"karena yang mulia permaisuri sudah hadir maka sidang ini akan segerah di mulai"
"nona fei len anda di silahkan maju untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kenapa anda berniat membunuh kaisar yu an tian dengan dengan cara menaruh jarum racun di tubuhnya" hakim.
nona fei len dia meremas pakaiannya hingga dia terlihat gugup mehadapi situasi seperti ini "aku hanya menjalankan sebuah perintah" beritahu fei len dengan gugup.
"perintah dari siapa,"? jaksa hukum.
"aku....aku.... tidak bisa mengatakannya"
"jika seperti itu maka kerajaan akan membuat hukuman berat untuk anda dengan hukuman mati di gantung di alun alun kota karena tindakan anda sudah melanggar dan membuat kejahatan untuk membunuh kaisar yu an tian" hakim.
nona fei len dia tertunduk lemas karena takdir hidupnya akan berakhir dengan segerah.
"putri yen yen walau pun anda anggota kerajaan awan putih namun anda melakukan pengkhianatan terhadap kerajaan phonix dengan niat membunuh kaisar yu an tian dengan ini anda akan mendapatkan hukuman penggal kepala"
"mohon maaf hakim namun jika bener adanya seperti itu kami dari pihak kerajaan awan putih tindak akan terima jika putri ketiga dari kerajaan awan putih mendapatkan hukuman seperti ini, khasus ini belum jelas jika putri yen yen bersalah walau pun di katakan jika putri yen yen membersihkan tubuh kaisar yu an tian dengan kain yang telah di beri racun bisa saja itu hanya jebakan terhadap awan putih"
"kami sudah melakukan pemeriksan terhadap racun itu berasal dari pohon fuzuhe dan anda tau sendri jika pohon fuzuhe hanya berada di wilayah awan putih pihak luar tidak bisa mengambil daun dari pohon itu sendri jika bukan orang dalam di wilayah awan putih, tentu sudah jelas jika putri yen yen berniat ingin membunuh kaisar yu an tian" mentri WE.
"tidak mungkin putri yen yen dia tidak bisa melakuakan itu dia tidak bisa meracik bubuk racun itu ini adalah sabutase untuk menjebak putri yen yen"
"putri yen yen tidak bisa namun dia bisa melakukan itu dengan bantuan tiga tabib di istana ini yang mengkhanati kerajaan phonix sendri" hakim
bawahan putri yen yen dia maju menyerahkan gulungan kepada hakim.
ketika hakim membaca gulungan itu dan membuka itu terlihat Expresi terkejut di wajahnya.
dia menyerahkan gulungan itu kepada mentri WE untuk di bacakan di hadapan putri quen en yang dari tadi hanya diam.
"yang mulia permaisuri kerajaan awan putih ingin melakukan penyerangan jika putri yen yen mendapatkan hukuman mati di kerajaan phonix atas tuduhan jika kerajaan phonix sengaja melakukan ini karena memiliki lain tuduhan jika ke kerajaan phonix sengaja melakukan itu karena bakat yang di miliki putri yen yen" mentri WE yang membaca gulungan itu.
tentu hal ini membuat putri yen yen besar kepala dia menjadi angkuh.
"aku disini tidak bersalah, pada waktu itu pelayan yang mengantarkan kain itu serta air untuk membersihkan tubuh kaisar yu an tian dan aku tidak mengetahui jika kain itu telah di taburi racun"jelas putri yen yen.
"lalu dapatkan putri yen yen menjelaskan kenapa bubuk pohon fuzuhe bisa berada di sini jika bukan putri yen yen sendri lah yang membawanya"hakim.
"saat kaisar yu an tian dia berkunjung ke istana awan putih dia meminta daun pohon fuzuhe dia mengatakan jika itu untuk membuat bubuk untuk musuh yang saat ini mulai menyerang kerajaan phonix namun aku tidak menyangka jika hal ini malah aku di fitnah padahal aku hanya membantu kaisar yu an tian namun permaisuri quen en tiba tiba datang lalu menuduhku begitu saja"putri yen yen dia langsung sedih dengan air mata jatuh membasahi pipinya.
"tidak itu saja bukan kah permaisuri quen en dia hilang tiba tiba entah kemana saat keadaan kaisar yu an tian sekarat dia kembali dengan seenak menuduhku apa kah yang mulia permaisuri cemburu karena di saat kaisar yu an tian dalam keadaan seperti ini hanya aku di sisinya sedangkan dia sebagai istri yang sah hilang entah kemana kenapa kalian tidak mencurigakan putri quen en bisa saja semua ini adalah rencana liciknya bahkan dia membuat bualan yang tidak masuk akal jika dia di berkati dewa"putri yen yen meraung raung marah kepada putri quen en.
"tutup mulutmu, kau berkata seperti itu hukuman mu akan di tambah berat menuduh yang mulia permaisuri sekeji itu dan kau berkata tidak ada sopan tata kerama seharusnya kerajaan phonix tidak membiarkan wanita seperti mu berada di sini yang membawa duri di dalam daging" para mentri yang terlihat tidak terima.
"lalu bisa kah yang mulia permaisuri mengatakan jika selama ini kemana,"? putri yen yen bertanya kepada putri quen en.
"lancang jaga bicara mu putri yen yen yang kau hadapi saat ini adalah permaisuri kenapa kau tidak sedikit pun menjaga cara bicaramu" bentak marah liu.
tok...
tok...
tok..
harap tenang semuanya"hakim memukul palunya di atas meja.
"putri yen yen anda tetap bersalah jika anda tidak ingat mengakui kesalahan anda lalu bagaimna dengan ini" hakim memerintahkan pelayan maju kehadapan membawa kotak kecil.
melihat itu putri yen yen menelan air liur"sial bagaimna bisa menemukan kotak itu"maki putri yen yen dalam hati.
"saat melakukan pengedahan kami menemukan ini di dalam pakaian pelayan anda dan dia sudah menceritakan semuanya"hakim.
putri yen yen langsung melotot marah ingin membunuh dengan segerah pelayan pribadinya yang bisa bisanya membocorkam semua ini.
"kurang ajar pelayan sialan aku akan membunuh mu"putri yen yen dia langsung berlari ke arah pelayan itu ini mencekiknya.
namun putri quen en yang dari tadi dia diam dia langsung melompat turun dari kursi kebesaranya menghalangi putri yen yen.
melihat tatapan dingin dari putri yen yen membuat putri yen yen mundur dengan pelan.
putri quen en dia memiliki aura pembunuh berdarah dingin.
putri quen en menyipitkan matanya menarik segerah pedang dari sarungnya membuat segenap pengawal putri yen yen langsung maju.
melihat itu pasukan kerajaan phonix langsung ikut maju mengeluarkan pedang ke arah pengawal kerajaan awan putih.
putri quen en meangkat tangannya meminta jika pasukannya untuk menurunkan pedangnya.
mereka dengan patuh menuruni pedang mereka dan undur kembali ke tampat semula.
tak..
tak...
tak...
suara langka kaki quen en hal itu membuat pengawal awan putih memasang kuda kuda untuk menyerang putri quen en.
semua di dalam ruangan itu mereka hanya bisa melihat apa yang akan di lakukan putri quen en terhadap putri yen yen.
"permaisuri quen lebih anda tidak bermain main dengan pedang itu karena bisa saja kami akan melukai anda"pengawal awan putih.
"kalian mengatakan aku bermain,kalian pikir aku tidak tau cara mengunakan pedang"? putri quen en
"benar tidak ada seorang wanita bisa berkelahi jadi lebih baik anda turunkan pedang anda dan lepaskan putri yen yen dari hukuman ini jika tidak perperangan akan terjadi dan yang mulia permaisuri tidak berpikir jika kerajaan awan putih menyerang istana phonix di saat keadaan kaisar yu an tian dalam sekarat tentu memenangan akan jatuh ke tangan kerajaan awan putih"
putri quen en dia tersenyum licik"kalian semua yang berada di sini liat suatu saat aku akan membuat drajat perempuan sama rata dengan pria hingga tidak kan ada lagi perempuan di pandang rendah.
putri quen en langsung menyerang pasukan itu dengan cepat
zep..
zep..
zep..
gerakan putri quen en begitu cepat tidak menunggu lama pasukan kerajaan awan putih sebegai langsung tumbang jatuh mati.
sebagai lagi di biarkan hidup hingga mereka mundur ketakutan.
orang di sana mereka melebarkan mulut mereka putri quen en dia terlihat begitu hebat bahkan kehebatan tidak bisa di bandingkan dengan seorang panglima perang dia lebih tepatnya seperti malaikat maut sekali gerak maka musuh akan mati di bawah kakinya.
putri yen yen dia tidak menyangka jika putri quen en begitu hebat dalam bertarung dia mundur ketakutan saat putri quen en mendekatinya dan berkata di telinganya
yang hanya di dengar putri yen yen seorang.
"kenapa kamu ingin membunuh kaisar yu padahal waktu awal kamu datang ke sini kau terlihat tertarik dengannya"putri quen en dengan berbisik.
putri yen yen dia langsung berkata" itu karena saat kaisar yu an tian naik ke atas ranjang ku dia..."putri yen yen tampak menjeda perkataan ingin melihat Expresi di wajah putri quen en namun harapan yang di inginkannya tidak di dapatnyaa putri quen en tampak tidak perduli dengan hal itu.
"lalu"putri quen en dengan dingin.
"saat kaisar yu an tian membuka pakaian aku melihat dengan jelas tubuhnya saat menjijikan hingga aku muntah di hadapannya itu membuat kaisar yu an tian marah dan meminta" putri yen yen dia mengepalkan tangan jika mengingat akan hal itu.
"dia melempar ku ke liu bahkan setelah itu aku di serahkan ke bawahan lainya untuk di gilir kau tau kaisar yu an tian bukan hanya memiliki tubuh menjijikan namun dia memiliki hati hati iblis, aku hanya merasa kasian terhadap mu karena kau masih bertahan dengan pria berhati iblis seperti itu"lanjut putri yen yen.
"kau pikir kerajaan phonix akan selamat jika bertempur dengan kerajaan awan putih aku ingin memberi tahukan mu jika kerajaan awan putih memiliki dukungan lain dari kerajaan terkuat kerajaan zommen kau pasti tau itu"putri yen yen.
"jadi dari awal kau kesini ingin menghancurkan istana phonix seperti itu"
"iya karena kerajaan phonix telah membunuh adik ku putri keenam aku ingin membalaskan dendam untuknya"
putri quen en dia langsung tersenyum dan berkata "ku rasa kau hanya di manfaatkan kau terlihat bekerja sama dengan fei len yang jelas membunuh adikmu"
"hmm"
Aaarrggg.....
tiba tiba putri yen yen mengerang kesakitan karena tangannya terpotong.
putri quen en langsung melempar tangan itu ke pasukan awan putih dan berkata "katakan kepada kaisar kalian kerajaan phonix tidak takut untuk perperangan" putri quen en.
putri quen en langsung mencengram wajah putri yen yen dan berkata "kau pikir aku bodoh dengan cerita karangan mu,kau adalah mata mata kau ingin membunuh kaisar yu agar wilayah awan putih bisa memperluas wilayahnya"
Aaarrggg.....
tapi aku mengatakan sebenarnya jika kaisar yu an tian pernah naik ke atas ranjang ku "
putri quen en dia diam dan menghempaskan tubuh putri yen yen "pengawal seret dia kepenjara bawah tanah dan jangan biarkan mati karena aku ingin kerajaan awan putih melihat putrinya mati dengan mengerikan di depan matamya"
medengarkan itu pasukan awan putih menjadi merinding dan dengan cepat berlari keluar membawa potong tangan putri yen yen.
putri quen en dia langsung menuju fei len dan ketiga tabib itu namun saat mendekati sebuah panah meluncur ke arah nona fei len dan ketiga tabib itu tepat di jantung mereka hingga mereka langsung mati.
putri quen en langsung menoleh dengan cepat beberapa ninja berpakaian hitam seluruh itu langsung menghilang naik ke atas atap.
pasukan phonix langsung mengejar itu namun mereka ketinggalan jejak.
jendral hun len melihat putrinya mati dia terlihat sedih memegangi jasat anaknya yang mati dengan mengerikan.
"sial padahal sebenar lagi aku akan mendapatkan informasi siapa dalang semua ini di dalam istana ini" maki putri quen en.
bersihkan mayat mayat ini"perintah putri quen en
quen en langsung pergi meninggalkan ruangan itu hati begitu kesal kasus yang sebentar lagi akan terselesaikan harus gagal.
putri quen en dia masuk ke kamar dengan membating pintu dengan keras.
tidak lama pintu di buka kembali kaisar yu an tian dia juga ikut masuk.
putri quen en dia langsung melotot marah kepada kaisar yu an" kenapa kamu malah keluar bahkan bersembunyi di ruang pengadilan jika keadaan mu di ketahui saat ini itu akan mengagalkan rencana ku"putri quen en.
"sudahlah lebih hentikan ini kamu pikir siapa yang melakukan ini di istana ini,"? kaisar yu an tian.
"jadi kamu selama ini tau jika fei len dan tabib itu ingin mencelakaimu"putri quen en.
"iya otak mereka semua telah di cuci oleh mahluk itu"
"mahluk apa yang kamu maksud, hingga kamu sebegai seorang kaisar tidak bisa menghadapinya bahkan selalu di permainankan oleh mahluk yang kamu maksud"
kaisar yu an tian dia tidak menjawab.
membuat putri quen en jengah untuk menunggu jawaban dari kaisar yu an tian.
"jika kamu tidak menceritakan kepadaku, selamanya keadaan istana akan seperti itu tidak akan ada kehidupan damai"putri quen en.
"kau terlihat seperti seorang hebat seakan bisa menghadapi mahluk itu saja"
"kau jangan merehkan ku asal mahluk itu tidak seperti mu yang sangat menyebalkan"putri quen en.
"cihhh apa kau katakan tidak lihat diri mu betapa cerewetnya kau setiap hari selalu saja aku terkena omelan mu bahkan kau lebih mengerikan dari ancaman kejahatan di istana ini"
"yu an tian"
plak....
putri quen en langsung melayangkan pukulan kepada kaisar yu an tian.
"heee kau ini seorang putri atau tukang pukul sih"kaisar yu an tian.
"brengsek" putri quen en dia membalikan tubuhnya.
"maaf aku hanya bercanda kenapa semarah itu"kaisar yu an tian.
kaisar yu an tian tidak tau jika putri quen en saat ini kesal karena perkataan putri yen yen yang mengatakan jika kaisar yu an tian pernah naik ke atas tempat tidurnya.
putri quen en langsung pergi ke kamar mandi namun dia harus di kejutkankan ada sesosok pangeran lee yang sedang duduk santai di atas bak mandi.
Aaaaaaaa.....
putri quen en langsung menutup mulut
quen en kamu kenapa"?kaisar di luar yang terdengar panik.
putri quen en dia menarik nafas agar tenang kembali dan berkata "tidak ada aku hanya kaget melihat tikus " putri quen en beralasan.
"dasar aneh tikus saja harus kau takuti sedangkan aku sebagai seorang kaisar kamu tidak ada takut takutnya"kaisar yu an tian dari luar.
sedangkan putri quen en melihat pangeran lee yang terlihat tersenyum kepadanya" aku merindukan mu kenapa kamu banyak menghabiskan waktu bersama dengan yu an tian kau sebagai seorang istri tidak adil terhadap suamimu ini "
"tutup mulutmu, sudah ku katakan berapa kali jika aku bukan istri mu apa kau mengerti atau tidak sih yang ku katakan"putri quen dengan kesal.
quen en kenapa kau lama sekali di sana, cepat keluar aku ingin buang air kecil"kaisar yu an tian di luar.
putri quen en dia langsung terlihat panik" bagaimna ini, bisa bisa kamu kesini jika kaisar yu tau kamu di sini bisa saja dia akan menghukum mati apa kamu tidak takut akan hal itu"
"tidak,aku merasa senang karena tampaknya istri ku ini terlihat begitu mengkhawatirkan keselamatan suaminya"pangeran lee.
"apa kau gila" putri quen en dengan suara keras sadar akan hal itu membuat putri quen en menutup mulutnya.
"kenapa tiba tiba kamu mengatakan ku gila, apa salahnya aku ingin buang air kecil kenapa kamu langsung mengatakan ku gila"kaisar yu an tian di luar.
"ah sial salah paham.
"bukan seperti itu, aku mengatakan jika tikus gila bukan kamu"putri quen terhadap kaisar yu an tian.
"baik lah tapi bisa kah kamu keluar sebenar aja aku sudah tidak tahan"kaisar yu an tian.
darah putri quen en sudah naik ke atas ubun ubun"tidak bisakah kamu buang air kecil di bawah pohon sana"
"kau pikir aku anjing" kaisar yu an tian.
"jika tidak di buka maka kan ku dobrak pintu nya kau terlihat mencurigakan"kaisar yu an tian.
putri quen en langsung dia melihat pangeran lee"kamu lebih baik cepat pergi"
"tidak mau sebelum kamu berjanji" pangeran lee.
"apa cepat katakan" putri quen en.
"berjanji malam ini tidur dengan ku"pangeran lee.
"apa, kau gila, kau pikir aku wanita murahan hah"putri quen en.
"jika seperti itu maka biar aku di sini"
"quen en jika kamu tidak membuka pintunya aku akan benar benar menghancurkan pintu ini"kaisar yu an di luar.
putri quen menggaruk kepalanya bingung" baik lah tapi kamu cepat pergi"usir putri quen en.
sambil memikirkan cara lain untuk nanti malam agar mencari alasan untuk tidak menemui pangeran lee.
"baik jika tidak menepati janji aku akan kesini lagi"
"usss ussss sana pergi"
pangeran lee pun langsung naik dan melompat turun di balik jendela.
saat putri quen en ingin membuka pintu kaisar yu an tian sudah berlari ingin menghantam pintu namun karena pintu di buka membuat kaisar yu an tian langsung masuk ke dalam bak mandi.
byurrr.....
quen ennnnnnnnnn........