Quen En

Quen En
Chapter 139



"quen ,kenapa kau tiba tiba ingin keluar dari organisasi ini"?tanya Lee .


"aku sudah menceritakan sebelum kepada mu ,apa kau lupa Lee"?


"ku pikir kau tidak serius mengatakannya waktu itu"kata Lee.


"aku hanya ingin hidup normal ,setiap aku membunuh ,melihat air mata anak korban hati ku sakit Lee,aku tidak ingin menentang kata hati ini lagi"kata quen.


Lee dia pun mengelus wajah quen en dengan lembut seraya berkata"apa pun keputusan aku mendukung nya"


"terima kasih" .


tiba tiba handphone Lee berdering .


namun Lee menghiraukan itu karena tidak suka di ganggu saat bersama quen berduaan.


"angkat lah ,dari tadi bunyi terus mungkin ada sesuatu yang penting"kata quen.


"baik lah"Lee menurut dia pun langsung angkat telfon.


"hallo "lee meangkat telfon yang entah dari siapa.


terlihat expresi terlihat datar seperti biasa.


"baik ,aku akan segera kesana"ucap Lee yang kemudian mematikan telfon nya.


quen tidak ingin bertanya siapa yang menghubungi nya namun Lee kemudian berkata"quen maaf ,bos yu meminta ku kembali ke markas saat ini juga ,soal malam ini kamu lebih dulu pergi ke ke gedung bling ,aku akan menyusul ku harap tidak tidak gagal mengambil berlian itu"


"baik lah dan aku ada suatu kejutan yang untukmu stelan ini"kata quen dengan senyum lebut dibibir nya.


cup.


Lee dia mencium kening quen lalu pergi.


entah kenapa quen merasakan firasat tidak enak di hatinya.


___________________________________________


"ada apa bos yu"tanya Lee datar.


prak....


pria itu melempar beberapa foto di atas meja .


Lee mengambil foto itu , matanya terlihat memerah karena amarah menyusup ke hatinya.


"quen saat ini sedang mengandung tidak atau anak siapa?dan kau lihat sendiri bukan jika di foto itu quen sudah banyak tidur dengan kaki laki yang berbeda beda namun kau adalah kekasih yang semua orang tau pastinya quen akan meminta kau menikahi nya"?


"katakan saja apa maksud dari semua ini jangan berbelit Belit"Lee dengan nada tidak suka.


"teryata kau atau apa yang ku mau rupanya"?seringai pria itu.


hmph...


Lee mendengus tidak suka.


"bunuh quen ,dan kau akan ku beri uang dengan jumlah besar "


Lee terkejut mendengarkan itu.


"kenapa ?bukan kah Quen adalah orang yang selalu kau andalkan "?


"dia ingin keluar ,tapi suatu saat dia akan membahayakan ku yang sewaktu waktu akan menjadi bom waktu dalam organisasi ini ,maka hanya mati yang bisa membungkam dia jika dia benar ingin keluar dari organisasi ini"


Lee melirik ke arah fto di atas meja hati nya terasa sakit yang luar bisa , hingga dia tidak dapat berfikir dengan jernih jika foto itu adalah jebakan dari bos yu.


"kamu bisa menulis berapa pun yang kau inginkan asal lenyap kan quen" pria itu menyodorkan selembar cek di hadapan Lee.


tapi dia mencintai quen bagaimana bisa di membunuh nya ,jika quen kotor apa bedanya dengan dirinya yang suka tidur dengan banyak wanita tapi quen masih menerima nya.


"bos yu , quen bukan orang yang mudah ,kau pikir membunuh agen no 1 segampang membalikkan tangan "?tanya Lee.


pria itu tersenyum lalu berkata"sekuat apa pun seorang wanita tapi kelemahanya ada di hatinya yaitu kau Lee ,hanya kau yang bisa membunuh nya"


"maaf aku tidak bisa , membunuh quen sama saja aku menghancurkan hati ku bagaimana pun dia orang yang selalu di sisi ku selama ini"


"kau sudah menjadi budak cinta"ejek pria itu.


Lee hanya diam seraya mengepalkan tangannya.


"bos yu ,Lee ini minumannya"Chu San yang tiba tiba masuk kedalam ruangan dengan membawakan sebotol anggur.


Chu san pun menuangkan ke dua gelas kecil di atas meja.


"aku tidak ingin memaksa jika kau tidak ingin membunuh quen namun kau harus membuat dia tetap di organisasi ini "


Lee dia tetap diam .


lalu kemudian berkata"aku harus pergi , quen pasti sudah menunggu ku di gedung xxx"


"baik lah , tapi setidaknya minum lah anggur ini "kata pria itu seraya melirik Chu san.


Lee dia langsung meneguk habis anggur di dalam gelas itu lalu dia langsung pergi.


pria itu dan Chu san mereka tersenyum puas.


"aku akan ikut pergi bos "kata Chu san.


"yaa pastikan rencana ini berhasil"


"bos ,serahkan saja kepada ku"ucap Chu san dengan penuh percaya diri.


____________________________


mereka menyamar menjadi tamu VIP dengan kartu undangan di tangan mereka.


"berpencar"bisik quen.


yang semua timnya langsung pergi dengan sesuai rencana.


para tamu undangan di pelangan ini terlihat ramai dengan semua tamu kelas atas .


paras quen begitu cantik dengan penampilan sexy mengunakan dres selutut dan rambut di gulung sedemikan rupa memperlihatkan lehernya yang pajang putih mulus.


quen mengedip kan mata dengan genit terhadap pria yang sedang dari tadi memperhatikan nya


dan quen naik ke lantai atas.


pria itu yang tertarik dengan quen dia pun mengikuti quen dari belakang.


"nona anda ingin ke mana"tanya pria itu yang sudah dekat dengan quen.


"tidak tau,"quen en memiringkan kepala melihat orang di hadapan dengan senyum sexy.


tentu pria itu tergoda melihat bibir indah itu untuk memakan nya.


"nona kau sangat cantik "


"lalu jika aku cantik anda mau apa"tanya quen seraya berjalan mendekat ke arah pria itu hingga jarak mereka beberapa senti saja.


pria itu pun langsung memegang pinggang quen.


"apa pun yang nona inginkan katakan lah asal nona ingin menjadi kekasih ku"


"benar kah apa pun itu"tanya quen .


"benar ,kau tau aku adalah anak dari pemilik gedung xxx ini ,apa pun yang kau inginkan asal malam ini"pria itu pun ingin mengangkat dagu quen en mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir indah quen.


"aaargggggg......


tiba tiba pria itu mengerang kesakitan .


sebuah belati kecil sudah menacap di dada pria itu .


bruk..


pria itu pun langsung jatuh ke lantai dengan bersimbah darah di dadanya .


"pria hidung belang seperti mu tidak cocok di bumi ini"


quen dia pun langsung mengambil kartu chip di dalam dompet pria itu.


dan pergi meninggalkan pria itu yang sudah di seret oleh tim ya ke sebuah tempat agar jasadnya tidak di temukan untuk saat ini oleh penjaga.


quen dia pun masuk ke dalam lift menuju lantai tujuh.


dia melihat jam tangan di tanganya .


"kenapa Lee dan Chu san belum datang juga "gumam quen.


dia pun masuk kedalam ruangan cctv yang terlihat di saja dan empat orang sedang berjaga.


"heiii nona kenapa kau masuk kedalam ruangan ini


zep ...


zep..


zep..


quen dia langsung menebak ke empat pria itu dengan tembakan akurat langsung ke arah dada mereka.


quen memberikan kode ke tim nya agar menyeret ke empat mayat itu .


quen dia pun langsung memastikan sistem keseluruhan cctv dan lampu di semua gedung.


terdengar semua orang menjerit ketakutan.


"hancurkan"kata quen terhadap timnya.


dor....


dorrr.....


terdengar suara tembakan di luar dan semua orang pun menjerit ketakutan berlari Kesana kemari.


quen dia pun langsung naik ke lantai atas.


dan bersembunyi semua penjaga di lantai 10 turun di karena kondisi kacau di lantai 3 dan 4.


menyisahkan beberapa penjaga yang beberapa penjaga yang langsung di tembak mati oleh quen.


dia pun melihat kalung itu yang terlihat bersinar terang dengan warna biru.


rasa akrap dan tidak asing terhadap kalung itu .


"quen"


seseorang dari belakang.