Quen En

Quen En
chapter 105



"itu pertanda ada sebuah pertempuran hebat telah terjadi" kata kaisar tang si fan


mendengar kan kaisar berkata seperti itu entah bagaimana hati quen en merasakan kesedihan yang tiba tiba merayap kedalam hatinya .


"seperti begitu dahsyat peperangan itu hingga bunyi ledakannya sampai kesini"quen en.


"yang mulia hamba mohon izin untuk mengundurkan diri tiba tiba hamba merasakan tidak enak badan"setelah berkata demikian quen en dia langsung berbalik pergi tampa menunggu persetujuan kaisar tang si fan.


Lim dia tampak berlari kearah kaisar tang si fan dan membungkuk hormat"hormat hamba yang mulia ,ada sesuatu yang ingin hamba sampaikan"Lim


"katakan lah"


"prajurit perbatasan menerima laporan jika sudah beberapa hari ini negara EN di serang bahkan kaisar Yong EN mengirimkan ini kepada anda"Lim menyerahkan sebuah gulungan surat kepada kaisar tang si fan.


kaisar tang si fan membuka surat tersebut dan segera membaca tidak lama kemudian dia berkata"kaisar Yong en ingin meminta bantuan untuk mengirim kan bala bantuan ke kerajaan EN"


"aneh bukan kah kerajaan EN memiliki dua dukungan negara besar yaitu kerajaan Yi dan Phoenix tapi kenapa malah meminta bantuan ke zommen yang tidak ada sedikit pun bekerjasama dengan negara zommen "ujar Lim.


"bisa saja kedua negara itu tidak ingin turun tangan membantu ,ini adalah kesempatan zhen mengambil hati kaisar Yong EN agar kedepannya merestui putri nya menjadi istriku"


"tapi yang mulia putri yang mana anda maksud di istana EN banyak memiliki putri putri yang cantik dan berbakat"?


"dia adalah putri quen en"jawab kaisar tang si fan seraya tersenyum di balik topeng nya mengingat wajah quen en yang begitu cantik dan mengemaskan jika sedang beradu mulut dengan nya.


mendengar itu Lim hanya bisa menunduk kan kepala berharap suatu saat kaisar bisa melupakan putri quen en bagaimana pun putri quen en adalah permaisuri kerajaan Phoenix mencintai wanita yang bersuami hanya akan membuat masalah besar dan kedepannya membuat kaisar tang si fan sakit hati.


"siapkan 2000 pasukan bala bantuan menuju kerajaan EN usahan perjalanan ke sana secepat mungkin jangan biarkan kerajaan EN mendapatkan kekalahan dan menunggu dengan lama"


"baik yang mulia hal ini akan segera hamba sampai kan ke jendral perang akan segera bersiap siap dan mengambil jalur pintas agar segera tiba di negara EN tepat waktunya"


kaisar tang si fan mengangguk kan Kepala Nya.


"aku harus memastikan putri quen en tidak mengetahui hal ini untuk sementara mengenal sifat yang keras kepala bisa saja dia langsung ke kerajaan EN dan ikut perperang itu akan membahayakan keadaanya"gumam kaisar tang si fan.


dia pun langsung menuju kamar pelayan yang di tempati quen en.


melihat kedatangan sang kaisar semua pelayan wanita segera membungkukan tubuh mereka ini adalah pernah kalinya kaisar masuk kedalam kediamannya para pelayan membuat seluruh pelayan berkeringat dingin ketakutan.


"*kenapa yang mulia tiba tiba kesini"?


"tidak tau ?apakah ada dipelayan lainya yang membuat kaisar tang si fan marah hingga dia datang langsung ingin menyerat pelayan tersebut"


"coba liat yang mulia memasuki kamar pelayan yang menutupi wajahnya dengan cadarnya itu"


"ya ya kau benar Tampa pelayan angkuh dan sombong itu membuat masalah terhadap kaisar"


"benar ,dan pastinya kita akan terkena imbasnya nantinya*"


semua pelayan mereka mulai berbisik dan menduga duga hingga suara terdengar di belakang mereka dengan nada tidak suka .


membuat pelayan itu segera menutup mulut mereka tidak berani berbicara lagi.


______________________________________________


putri quen en dia langsung masuk kedalam kamarnya melihat Lin lin masih tidak sadar kan diri .


dia melihat keadaan Lin Lin saat ini sangat mengenaskan dengan di lehernya terdapat bercak bercak merah Tampa di katakan lagi quen en tau apa yang terjadi dengan gadis berumur lima belas tahun ini .


"Lin Lin apakah kau tau di zaman ku seusia mu mereka masih bermanja-manja dengan orang tua mereka namun lihat keadaan mu seperti ini sungguh menyedihkan kau di perlakukan seperti pelajur melayani pria tua yang berusia seperti ayahmu sungguh aku minta maaf karena aku tidak datang tempat waktu untuk membantu mu"Quen en.


putri quen en dia berdiri dan melepaskan penutup wajah ingin mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur namun dia mendengarkan suara langkah kaki menuju ke arah ya .


ketika seseorang itu masuk, putri quen en tau jika itu adalah kaisar tang si fan mencium aroma tubuh aroma bunga bunga yang begitu melekat di tubuh sang kaisar.


"ahh gawat kenapa tiba tiba kaisar sok bersih ini masuk ke kamar ku "


"kau pergi begitu saja , apakah kau tau tindakan mu akan mendapatkan hukuman karena tidak menghormati ku"kaisar tang si fan yang berjalan mendekati putri quen en yang masih membelakangi nya.


"mohon maaf yang mulia hamba tadi begitu terburu buru hingga melupakannya tata Krama hamba "


"kau berbicara membelakanginya Zhen seperti ini apakah ini seorang pelayan terhadap Kaisar,kau bisa di hukum mati jika kelakuan mu seperti ini"


"ah sial ....sial, aku tadi melepaskan penutup wajahku jika aku langsung berbalik dia akan tau siapa aku yang sebenarnya"gumam quen en di dalam hati.


"tidak itu saja kau jika memasuki orang lain ke kamarmu seperti nya wanita yang tidur di atas ranjang mu bukan pelayan di sini "kaisar tang si fan seraya melangkah dekat sangat dekat hingga berada beberapa senti dengan quen en.


putri quen en menelan air liur dia berharap di saat seperti ini pangeran Lee datang menolongnyanya bukan kah pangeran Lee selalu datang saat dia dalam keadaan terdesak seperti ini".


pangeran Lee datang bantu aku"bisik quen en terhadap cincin nya .


kaisar tang si fan hanya tersenyum mendengar itu ingin rasanya dia langsung memeluk pujaan hati nya ini.


"jika tidak segera berbalik menghadapku ,teman mu ini akan ikut mendapatkan hukuman mati"ancam kaisar tang si fan.


"baik yang mulia"putri quen en dia melangkah maju kearah meja untuk mengambil penutup wajah Namun siapa sangka kaisar tang si fan dia langsung memeluk tubuh quen en dari belakang.


"kau tidak mendengar perintah ku maka malam ini layanin ku di atas ranjang Karena besok aku akan diskusi mati ,Zhen masih berbaik hati untuk memberikan kenikmatan sebelum kematian mu besok"


"kenikmatan sebelum kematian ahh yang benar saja , kaisar yang satu ini sungguh menjijikan apa kau dia selalu meniduri pelayan pelayan Disini"quen en.


sedangkan Kasim yang menunggu di luar pintu ingin menangis kenapa yang mulia kaisar berubah seperti ini tertarik dengan seorang pelayan dan ingin menyerahakan keperjakaannya hanya Untuk seorang pelayan rendahan.


______________________________________________


Jangan lupa untuk like agar atthor lebih semangat ...