Quen En

Quen En
chapter 54



bruk...


tubuh putri quen en terhempas di tempat tidur yang empuk membuat dia terpental.


putri quen en melihat ke sekitar.


"ini adalah kamar yu an tian" putri quen en dengan tidak percaya.


"kita ketemu lagi"suara itu terdengar dingin dan arogan.


putri quen en melihat ke sumber suara yang berada di sudut kamar ini terlihat disana kaisar yu an tian dengan duduk memegangi arak merah di tangannya.


"kau, kenapa aku bisa di sini" putri quen en.


kaisar yu an tian dia bangkit dari duduknya berjalan ke arah putri quen en dan menumpahkan arak itu ke tubuh putri quen en "kau jangan lupa siapa aku, aku dalam sekejap bisa menemukanmu tidak seorang pun bisa pergi dari gemgaman ku"yu an tian dengan dingin.


putri quen en mendongkakan wajah untuk melihat wajah kaisar yu an tian dia sadar jika di hadapannya bukan kaisar yu an tian melainkan iblis yang mengendalikaan tubuh kaisar yu an melihat sorot mata itu putri quen en bisa tau.


putri quen en dia tertawa" hahaha kau adalah mahluk kotor dan lemah kau hanya bisa meminjam tubuh manusia kenapa apakah kamu tidak bisa menunjukan sisi aslimu iblis "putri quen en dengan suara mengejek.


"hahaha" kaisar yu an tian dia juga tertawa namun dari sorot matanya begitu tajam menatap putri quen en.


"pelayan...


"bersihkan tubuh permaisuri aku tidak suka aroma pria lain melekat di tubuhnya"


dua pelayan tergopo gopo masuk kedalam yang tidak lain dia adalah pelayan zi dan pelayan lainya yang tidak putri quen en kenali.


"kita lihat apa kah setelah ini kamu masih bisa berbicara dengan nada seperti itu"bisik kaisar yu an tian tempat di telinga putri quen en sebelum dia pergi keluar.


"mari putri nubi membantu anda untuk mandi" pelayan zi.


"benar yang mulia permaisuri air bunga sudah di sediakan" pelayan cha.


putri quen en dia terdiam menatap dua pelayan di hadapannya "kenapa kalian bisa di izinkan masuk ke sini bukan kah kaisar yu an tian tidak mengizinkan seorang putri masuk kedalam kediamannya"putri quen en.


"benar putri namun berbeda jika ini perintah jika menolak maka nyawa kami yang akan jadi taruhanya"pelayan cha.


"sudahlah aku lebih baik pergi, aku tidak ingin saat ini bersama dengan mahluk mengerikan itu"putri quen en.


"putri mohon jangan berkata seperti itu jika yang mulia kaisar tau dia akan menghukum putri" tegur pelayan zi.


"kau tidak tau jika dia adalah iblis, lebih baik kita saat ini pergi dan memikirkan cara bagaimna agar iblis itu keluar dari tubuh kaisar yu an" putri quen en.


kedua pelayan itu hanya saling melihat satu sama lain seperti bingung dengan perkataan putri quen en.


membuat putri quen en geram.


tapi putri "pelayan zi.


"stts tidak ada kata tapi lebih baik kita pergi" putri quen en.


"putri bagaimna pergi dari sini jika di luar di jaga dengan ketat"pelayan zi.


kau tenang saja cukup menutup mata kalian" putri quen en.


mereka sekali lagi harus bingung dengan perkataan putri quen yang terdengar aneh namun mereka hanya bisa menurut.


putri quen en mencium kalungnya namun tidak bisa dia masih di tempat semula.


"ada apa ini apakah kalung ini habis batre"putri quen en dengan kesel memukul kalung itu.


"sudahlah buka mata kalian"putri quen en.


_______________________________


pintu kamar terbuka kembali terlihat kaisar yu an tian masuk kedalam dan memberi kode untuk dua pelayan itu keluar.


mata kaisar yu an tian tak bergeming dari ambang pintu di kalah mata setajam elang melihat sosok wanita duduk di meja rias dekat dengan tempat tidurnya.


senyumnya juga terukir panjang, di kala melihat sosok wanita berpakaian putih tipis bersulam emas dengan cadar menutupi wajahnya.


kaisar yu an tian bahkan menghirup wewangian dari tubuh putri quen en yang semerbak memenuhi ruangan.


kaisar yu an tian langsung memeluk putri quen dan mengangkat tubuh ringkih tersebut ke tempat tidur.


hasrat yu an tian semakin meningkat dan naik kala matanya mengangkap mata putri quen en yang sudah berada di bawah tubuhnya.


pelayan cha menyamar jadi putri quen en hanya bisa mencengkram seprai dan menyembunyikan belati di bawah tubuhnya mengurungi niatnya dengan melayani kaisar yu an tian hal itu memberi waktu untuk putri quen en kabur melarikan diri.


"mati kan lenteranya"bisik pelayan cha yang menirukan suara lembut putri quen en.


zessssss....


semua penerangan dalam kamar mati seketika hanya dengan satu jentikan jari kaisar yu an tian.


pelayan cha mengigit bibirnya melihat itu tubuh juga menegang kala melihat sorot mata kaisar yu an tian berubah menjadi merah hingga membuat pelayan cha merinding ketakutan memikirkan perkataan putri quen en jika pria di atasnya ini bukan kaisar yu an tian melainkan iblis yang menguasai tubuhnya.


"patuhlah kepada ku, maka kau akan ku berikan segalanya" bisik kaisar yu an tian dengan menarik kasar jubah tipis itu membuat belati terlempar jatuh ke bawah.


ia ketahuan.


"quen en, belati kecil itu tidak akan bisa membunuh ku,buang saja niat mu untuk melawan ku dan layanilah aku"


medengarkan itu wajah putih menjdi pucat ketakutan.


dia harus berkorban untuk pengambidianya kepada putri quen en.


kaisar yu an tian memiringkan wajahnya untuk menciumi leher putri quen en memberi gigitan kecil di sana.


tangan kaisar yu an tian naik ke atas dada pelayan cha dan meraba bukitnya hal itu membuat pelayan cha ingin menjerit.


kaisar yu an mengeram marah dalam nafsu yang terbakar.


ia tidak bisa memungkiri kekesalan hatinya kala merasakan jika gadis d bawah tubuhnya tampa sehelai benang pun.


mengira mahkota putri dari kerajaan EN adalah gadis yang suci yang tak pernah di jamah pria mana pun teryata tidak perawan lagi.


pelayan cha menutup matanya penuh kenikmatan,ia merasakan milik sang kaisar phonix telah tengelam sepenuhya dalam dirinya.


ini bukan pertama kalinya bagi dirinya namun ia merasakan sensasi berbeda dari milik kaisar yu an tian.


sensasi berbeda yang tidak pernah bisa di bandingkan dengan pria mana pun yang pernah tidur dengannya.


pelayan cha bukan gadis suci dia sering menjual dirinya kepada para bangsawan di kota untuk menghasilkan uang lebih dan agar setatus naik mejadi seorang selir namun tidak satu pun penjabat ingin menjadi selir dia hanya menjadi mainan bagi para penjabat.


namun mendengarkan jika putri quen en tidak ingin melayani kaisar yu an tian membuat pelayan cha memiliki rencana lain yaitu setidaknya menjadi gundik kaisar yu an tian.


"katakan siapa lelaki pertama yang telah mendahuluiku apakah dia pangeran lee"bisik kaisar yu an tian serayan berayun kasar di atas tubuh pelayan cha.


mendengarkan itu membuat pelayan cha menyesalinya yang seharusnya dia tidak menjual dirinya ke para penjabat namun nasi sudah menjadi bubur.


pelayan cha pura pura menekan perasanya dan memalingkan wajahnya yang di tutupi dengan cadar dan sedingin es seperti tidak berpengalaman.


"apakah pangeran lee memaksa mu jika iya aku akan membuat dia mati dengan mengerikan"


medengarkan itu membuat pelayan cha merinding ketakutan.


sepanjang malam pelayan cha dan kaisar yu an tian menjali hubungan hingga matahari naik menyinari kamar masuk dari celah jendela.


pelayan cha terbangun karena kelelahan namun dia merasakan dingin di leher saat membuka mata ujung pedang menyentuh leher putih mulus miliknya.


"beraninya menyamar menjadi putri quen en" teriak yu an tian marah yang telah berpakaian rapi.


pelayan cha turun dari ranjang dan duduk berlutut memohon pengampunan dan dengan sengaja duduk hanya memakai pakaian dalam saja.


banyak tanda merah di sana membuat kaisar yu an tian bergindik ngeri bagaimna bisa dia terlalu nafsu malam tdi kini dia ingin muntah melihat wanita di hadapannya.


"kau siapa"?


"hamba pelayan setia yang mulia permaisuri, hamba hanya menjalankan perintah" bohong pelayan cha padahal dia sendri yang menawarkan dirinua seperti untuk menyamar menjadi putri quen en dengan tujuan kaisar yu an tian meambilnya menjadi gundiknya.


"cihhh menukar tubuh kotor mu......hahahahhahaha zhen jijik"hina yu an tian yang kemudian menarik garis lurus leher pelayan cha hingga terputus dari tubuhnya.


"sialan....." dengus yu an tian jijik dan kejam tampa kasian sedikit pun yang kemudian menedang kepala itu dan juga memerintahkan untuk membakar jasat pelayan cha ke bawahanya.


"aku akan mendapatkan mu quen en.... kau harus membayar berliat lipat hal menjijikan ini"


kaisar yu an mengepalkan tangannya hingga matanya juga berubah menjadi merah darah.


________________________________________


episode selanjutnya putri quen en apa harus bertemu dengan kaisar yu an tian atau tidak ya? 🤔