Quen En

Quen En
chapter 59



pertempuran pun terjadi antara pasukan awan putih dan istana phonix membuat pertumpahan darah harus terlihat di depan pintu gerbang istana phonix.


pasukan phonix tidak mengizinkan, pasukan awan putih masuk kedalam istana hingga dengan segerah pasukan awan putih naik titah hingga langsung menyerang karena mereka sadar saat ini keadaan istana phonix dalam kondisi lemah karena sebegai pasukan di perintahkan kaisar yu an tian untuk mencari keberadaan permaisuri quen en hal ini tentu mejadi kesempatan besar untuk mereka membuat perhitungan kepada kerajaan phonix.


"ini adalah kesempatan besar bagi kita, jika bisa melumpuhkan istana phonix seluruh dunia akan tunduk di bawah kaki kerajaan awan putih" jendral perang.


"hmmmm,cepat serahkan putri yen yen dengan cepat atau kerajaan ini akan menjadi hamparan mayat"panglima perang pasukan awan putih dengan mengancam.


"putri yen yen dari kerajaan awan putih dia telah melakukan kejahatan dengan niat membunuh kaisar yu an tian hal ini adalah pelanggaran terbesar" pihak istana phonix.


"tidak mungkin, putri yen yen dia adalah seorang gadis baik tidak akan pernah mungkin melakukan hal sekeji itu tampak kecuali kerajaan phonix hanya ingin memfitnah putri yen yen"? panglima perang pasukan awan putih.


"tutup mulutmu tidak ada keuntungan sama sekali bagi istana phonix melakukan itu"


"cihhh munafik,siapa yang tidak tau jika istana phonix ini adalah istana penuh kutukan bisa saja putri yen yen ingin di jadikan tumbal yang seharusnya permaisuri lah yang jadi tumbal namun permaisuri kerajaan phonix melakukan pertukaran hingga putri yen yen yang harus di jadikan tumbal"


"kau mengjelekkan atas nama baik permaisuri bahkan memfitnahnya kau tidak akan pernah di ampuni atas tindakan perkataan mu mulai saat ini"?


serang.....


jangan bebiarkan pasukan awan putih melewati pintu gerbang istana......


trang.....


trang....


tringgg....


trang....


zep...


zep...


zep...


anak panah dari kejauhan di luncurkan oleh pasukan berkuda.


mereka membunuh pasukan istana phonix hingga mati di depan pintu gerbang.


melihat itu panglima perang istana phonix dia menatap dengan tatapan tajam ke arah musuh.


bawahnya telah mati hingga dia mundur beberapa langkah untuk masuk kedalam gerbang istana.


"hahahhah lihat di adalah pangeran ketiga yang memimpin pasukan tampak ketakutan" ejek pasukan awan putih.


"benar ternyata isu kehebatan kerajaan phonix tidak ada apa apanya mereka tampak lemah sekali gibas langsung tewas"


"cepat buka pintu gerbang itu dan hancurkan kerajaan phonix"


"yaaaaa"


mereka yang berkuda itu ingin memasuk melewati pintu gerbang sambil menarik anak panah di arahkan pangeran ketiga sang panglima perang kerajaan phonix.


saat anak panah di luncurkan.


trang.....


panah dari lawan arah mengenai anak panah itu hingga panah dari awan putih terlumpuhkan.


mereka pasukan awan putih langsung melihat ke arah di mana anak panah lawan itu terluncur.


mereka melebarkan mata saat melihat kaisar yu an tian berdiri dengan gagah di sana.


kaisar yu an tian dia berjalan dengan arogan di sampingnya terlihat putri yen yen di seret oleh pasukan kerajaan phonix yang terlihat lemas tidak berdaya.


putri yen yen "mereka terkejut melihat kondisi putri dari kerajaan awan putih.


"kaisar yu an tian kenapa kau melakukan ini terhadap putri yen yen padahal kami menyerahkan putri yen yen karena anda ingin menjadikan seorang selir tapi apa ini"pasukan awan putih dengan geram.


"selir, apakah zhen pernah mengatakan demikian, kalian sendri yang menawarkan dia kepada ku namun saat ini zhen tidak tertarik dengan wanita mana pun berkelas.rendahan"kaisar yu an tian.


"kaisar yu mohon anda jangan berkata seperti itu putri yen yen adalah wanita terhormat dan seorang bangsawan bagaimna bisa anda mengatakan jika dia adalah wanita rendahan"


"yen jun adik kesayangamu ini adalah wanita rendahan dia telah memjual dirinya untuk mendapatkan ramuan racun untuk membunuhnya kaisar yu an tian" liu


"apa,itu tidak mungkin, lebih baik cepat serahkan putri yen yen maka kami semua akan kembali ke kerajaan awan"


"kau sudah mengajak perang maka hal ini harus terselesaikan hanya kematian yang bisa menghentikan ini" kaisar yu an tian


"hahahha benar kau benar kaisar yu namun apakah kau pernah berpikir dulu, lihat pasukan mu sudah banyak tewas dan sebagai lain kau perintah untuk mencari keberadaan putri quen en"? yen jun panglima perang kerajaan awan putih.


"kau memata matai kerajaan ini" liu dengan kesel.


"hahahaha apa kau kaget liu"


"cepat serahkan putri yen yen"


"bermimpi lah"seorang wanita dengan pakaian putihnya berdiri di atas tempok kerajaan dengan pakaian yang berlambai lambai oleh angin wanita itu terlihat begitu mulia dan anggun namun sorot matanya terlihat seperti azura penjaga neraka.


seluruh mata langsung melihat ke arah putri quen en banyak yang akan terpana akan mecantikan wanita itu begitu juga dengan pangeran yen jun panglima perang kerajaan awan putih namun tidak berlangsung lama mengingat putri quen en lah yang memerintahkan putri yen yen di jemloskan dalam penjara.


tidak lama pasukan berpanah keluar mereka berada di belakang putri quen en yang ikut berada di atas membuat pasukan awan putih terkepung.


ini lah stategi putri quen en.


"suami ku bisakah kamu membantu ku"putri quen en dengan lembut serta senyum indah di bibinya suaranya pun terdengar begitu indah.


"baik lah istri ku, apa pun yang kau inginkan pastikan ku turuti"kaisar yu an tian.


"baik lah istri ku, suami mu ini sudah menyiapkannya untuk anda"kaisar yu an tian.


kaisar yu an tian dia mengambil belati dari balik pakaian berjalan ke arah putri yen yen.


putri yen yen yang tidak bisa bersuara lagi karena pitah suara sudah rusak karena siang dan malam dia mendapatkan siksaan hingga menjerit kesakitan dan membuat suara hilang namun melihat kaisar yu an tian mendengkat dia terlihat takut karena tau apa yang akan di lakukan oleh kaisar yu an tian untuknya.


"kaisar yu jangan katakan jika anda ingin mencungkil mata adik ku"pangeran yen jun.


kaisar yu an tian dia tidak menjawab dia hanya mendekati putri yen yen dan cap...


belati itu langsung menacap di mata putri yen yen hingga yang melihat itu merinding ketakutan.


"istri ku ini apakah pas untuk kuda mu"kaisar yu an tian.


putri quen en dia terlihat berpikir sambil mengelengkan kepala tanda tidak puas" kurasa tidak mata itu terlihat jelek saat di lepas.


"lalu apa yang membuat hati istri ku ini menjadi puas"kaisar yu an tian.


"kurasa aku membutuhkan satu tangan untuk pelayan karena dia tidak memiliki tangan dan kurasa tangan itu akan cocok untuk pelayan ku"


"liu" kaisar yu an tian di memberi kode untuk liu untuk mengambil tangan putri yen yen.


liu hanya bisa menelan air liur dia begitu ngeri kepada dua pasangan suami istri ini yang tampak lebih kejam dari siapa pun jika menyakut dalam memberantas kejahatan hingga musuh di buat jera kedepannya dan harus berpikir ber ulang ulang jika ini berhadapan dengan kaisar yu an tian dan putri quen en jika tidak mereka akan mengalami sisksa an melebihi kematian.


tak....


tangan pun terpotong namun putri yen yen tidak bisa berteriak karena suaranya sudah tiada lagi.


pangeran yen jun dia mengepalkan tangan penuh kebencian "kaisar yu aku tidak akan pernah memaafkan kalian, semua harus mati....


serang.....


zep....


zep....


zep....


anak panah dari atas seperti hujan panah terluncurkan kepasukan awan putih


membuat pasukan awan putih tidak bisa melakukan apa pun karena serangan itu berasal dari atas.


hingga detik kemudian mereka semua mati dengan panah manancap ke tubuh pasukan awan putih.


hanya tersisa pangeran yen jun berdiri seperti orang linglung tidak menyaka pasukan dalam sekejap akan mati hingga menjadi hamparan mayat.


putri quen en dia ingin melompat turun dengan cepat kaisar yu an tian dia berlari untuk menangkap putri quen en hingga saat putri quen en mendarat dia sudah jatuh kedalam gendongnya kaisar yu an tian.


mereka berdua menunjukan menjadi pasangan yang terromantis sedunia namun saat mereka berdua mereka akan terlihat seperti kucing dan anjing.


kaisar yu an tian dia menurunkan putri quen en.


mereka berdua berjalan dengan langka sombong dan angkuh.


membuat pangeran yen jun kemetaran ketakutan dia masih tidak mengira jika pasukan ribuan yang dia bawa hanya akan mati begitu saja.


"bagaimna apakah kamu masih berniat untuk menyerang kerajaan phonix" putri quen en.


"ka..kalian adalah.. pa..pa..sangan mossterrr"pangeran yen jun ketakutan.


"kau benar moster cantik dan moster tampan"putri quen en menginyakan.


"kau benar istri ku"kaisar yu an tian dia sambil memeluk pinggang putri quen en dari samping.


putri quen en dia melototi kaisar yu an tian namun kaisar yu an tian dia tersenyum dan mengedipkan matanya.


membuat putri quen en memutar bola matanya malas"sial dia mencari kesempatan dalam situasi seperti ini" batin putri quen en mengamuk marah.


"liu serahkan putri yen yen kepada pangeran yen jun" perintah putri quen en.


"baik yang mulia"


liu pun langsung melempar putri yen yen yang pingsan ke hadapan panglima perang kerajaan awan putih.


pangeran yen jun dia berlutut untuk mengangkat putri yen yen ke pangkuanya.


"kejahatan apa yang membuat dia di perlakukan seperti ini kenapa kalian tidak langsung membunuhnya dari pada dia harus tersiksa seperti ini" pangeran yen jun.


putri quen en dia dia terlihat tersenyum penuh arti"aku tidak membunuh karena mengingat ada bayi di dalam perut,"?putri quen en.


"jika ada bayi kenapa tidak di bunuh saja,"pangeran yen jun.


"bayi di dalam perut tidak bersalah kenapa aku harus membunuhnya, bukan kan aku hanya menghukum yang bersalah" putri quen en.


"siapa ayah bayi di dalam perutnya ini"


"tidak tau namun yang jelas pria itu yang menginginkan kematian kaisar yu an tian hingga wanita ini rela melakukan segelanya keinginan pria itu"putri quen en.


"jika seperti itu kenapa tidak mencari siapa pria itu kenapa menghukum putri yen yen seperti ini"


"apakah kau tidak tau selain itu dia banyak melakukan kesalahan yang pernah dia lakukan dia meracuni pelayan pelayan istana bahkan membunuh saudaranya sendri putri keenam"


"apa"panglima terkejut.


"aku berbaik hati membiarkan dia hidup untuk bertobat kedepannya" putri quen en.


pangeran yen jun dia tidak menjawab dia hanya mengangkat putri yen yen pergi.